Topics Covered: Kemarin, Prabowo minta dukungan Jerman hingga terima Menlu Qatar

Kemarin, Prabowo Minta Dukungan Jerman dan Terima Menlu Qatar dalam Pertemuan Penting

Topics Covered – Kemarin, sejumlah kejadian politik yang menarik memperoleh perhatian publik, termasuk upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh dukungan dari Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), serta kunjungan Menteri Luar Negeri Qatar ke Istana Merdeka sebagai bagian dari kegiatan diplomasi bilateral. Berikut rangkuman berita politik kemarin yang layak dibaca kembali pada Selasa.

Pembicaraan Prabowo dan Steinmeier: Tantangan Global dan Kerja Sama Ekonomi

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, Presiden Prabowo mengajukan permohonan dukungan untuk menyelesaikan proses finalisasi IEU-CEPA. Menurutnya, kepentingan Indonesia dan negara-negara Eropa saling melengkapi dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. “Kami berharap Jerman tetap aktif dalam proses perjanjian internal Eropa, sehingga bisa memberikan manfaat nyata bagi sektor usaha di kedua negara,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama setelah pertemuan.

“Kami juga berharap Jerman terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara,” kata Presiden Prabowo.

Pertemuan tersebut tidak hanya fokus pada IEU-CEPA, tetapi juga membahas potensi kerja sama di bidang tenaga kerja. Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia ingin memperkuat hubungan dengan Jerman, terutama dalam sektor teknologi tinggi dan perawatan medis, untuk menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja nasional.

Komitmen Jerman terhadap Kemitraan Tenaga Kerja

Sebagai bagian dari dialog antara kedua negara, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar tenaga kerja Jerman. Ia menyoroti penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership, yang menandakan komitmen Jerman untuk memfasilitasi pelatihan dan transfer keahlian ke bidang kesehatan serta teknologi. “Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas tenaga kerja Indonesia diterima secara internasional,” tambah Prabowo.

Dalam sesi diskusi, Prabowo juga menyoroti kemungkinan perluasan kerja sama ekonomi non-formal, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang bisa memberi manfaat bagi perekonomian dalam negeri. “Kerja sama ini membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk bersaing di tingkat global,” katanya.

Dasco Apresiasi Langkah BI untuk Mengurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengupayakan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat posisi rupiah dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. “Ini membuka peluang ekonomi yang lebih stabil, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Dasco.

“Kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan rupiah dan renminbi dalam transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS,” kata Dasco.

Kebijakan BI dilakukan melalui penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) Pan Gongsheng. Dasco menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga menciptakan kerja sama yang lebih saling menguntungkan antara kedua negara.

Lalu Hadrian Irfani: Minta Kemendikdasmen Evaluasi Mundurnya Ratusan Kepsek di Sulsel

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengajukan rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) untuk menangani keluhan ratusan kepala sekolah (kepsek) yang memutuskan mundur di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia menilai fenomena ini berkaitan dengan masalah pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak optimal.

“Kami juga meminta kepada pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan, untuk melakukan evaluasi juga,” kata Lalu.

Ia menekankan perlunya investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab utama keputusan kepsek-kepsek tersebut, baik karena faktor keuangan, administrasi, maupun faktor non-keuangan seperti stres kerja atau kebijakan pemerintah. “Kemendikdasmen perlu segera bertindak untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan,” tambahnya.

Pertemuan Prabowo dan Menlu Qatar: Fokus pada Investasi dan 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Selain pertemuan dengan Jerman, Prabowo juga menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad Al-Muraikhi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Kedua pihak mengupas penguatan hubungan bilateral, termasuk kerja sama di bidang investasi dan persiapan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Qatar.

Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bahwa momentum ini memberi peluang untuk menggarisbawahi komitmen kedua negara dalam mendorong investasi mutual dan kolaborasi di sektor strategis. “Kami sangat menghargai dukungan dari Qatar terhadap pengembangan ekonomi Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

“Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Qatar, termasuk kerja sama investasi serta persiapan momentum 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Qatar juga menyampaikan salam hangat dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang menunjukkan antusiasme Qatar untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. “Komitmen ini mencerminkan kepercayaan Qatar terhadap potensi ekonomi dan investasi di Indonesia,” lanjut Wijaya.

Kebijakan Ekonomi Global dan Langkah Indonesia

Kebijakan yang diambil oleh