Key Strategy: Pramono: sektor ekonomi kreatif jadi tumpuan ekonomi baru Jakarta
Pramono: Sektor Ekonomi Kreatif Menjadi Pilar Utama Perekonomian Baru Jakarta
Key Strategy – Dalam wawancara terbarunya di Jakarta, Sabtu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan peran penting sektor ekonomi kreatif sebagai pilar utama perekonomian baru Ibu Kota. Menurutnya, selain sektor perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif juga turut menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. “Tiga sektor ini menawarkan peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing Jakarta secara nasional maupun internasional,” ujarnya. Pramono menyatakan bahwa transformasi Jakarta menjadi salah satu dari 50 kota global pada 2030 membutuhkan peningkatan daya saing yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah memperkuat strategi pembangunan ekonomi dengan menggabungkan potensi sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif.
Pramono menambahkan bahwa sektor olahraga dan gaya hidup (sports and lifestyle) serta industri pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) juga menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi. “Pemprov DKI Jakarta terus memberikan dukungan agar seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal,” jelasnya. Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan memadukan ketiga sektor ini, Jakarta diharapkan bisa memperkuat daya saing di tingkat global.
“Pemprov DKI Jakarta terus mendorong inovasi dan digitalisasi agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” tegas Pramono. Ia menegaskan bahwa transformasi ekonomi tidak lagi bergantung pada sektor tradisional, tetapi juga memanfaatkan peluang di bidang kreatif. Hal ini mencakup pengembangan industri kreatif yang bervariasi, mulai dari seni, budaya, hingga teknologi digital. Pramono menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya memastikan ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Capaian Ekonomi Jakarta yang Menunjukkan Tren Positif
Menurut Pramono, ekonomi Jakarta terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dalam Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Ibu Kota mencapai 5,59 persen, dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Capaian ini mencerminkan kemampuan Jakarta dalam memperkuat fondasi ekonominya melalui berbagai sektor. Selain itu, Jakarta juga menyumbang sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS (Quick Response Code for Indonesian Payments) nasional, menunjukkan peran penting dalam mendorong transaksi digital.
Pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat. Pramono menjelaskan bahwa ada 422.261 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut berperan dalam membangun ekosistem ekonomi Jakarta. “Data tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat,” tambah Pramono. Ia menekankan bahwa UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan dukungan dari pemerintah dalam berbagai aspek.
Penguatan Daya Saing UMKM melalui JakPreneur
Pramono menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta aktif memperkuat daya saing UMKM melalui program JakPreneur. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong digitalisasi. “Pemprov DKI juga berupaya memastikan setiap pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya. Dengan JakPreneur, pemerintah berharap UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM Jakarta diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” imbuh Pramono. Ia menegaskan bahwa transformasi ekonomi harus dilakukan secara komprehensif, termasuk mengintegrasikan teknologi dan inovasi ke dalam operasional usaha. Pramono juga menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan Ekonomi Jakarta
Pramono menyebutkan bahwa strategi pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM akan terus dijalankan secara konsisten. Langkah-langkah ini mencakup pengembangan infrastruktur, pelatihan keterampilan, serta pengoptimalan penggunaan teknologi. “Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat kolaborasi antar sektor untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan swasta dalam menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung inovasi.
Dalam konteks globalisasi, Pramono mengatakan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi jalan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Ia berharap, melalui ekonomi kreatif, Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi tapi juga pusat budaya dan inovasi. “Pertumbuhan ekonomi yang merata bisa tercapai jika setiap masyarakat memiliki akses yang sama ke peluang ekonomi,” jelasnya. Dengan memperkuat sektor-sektor tersebut, Pramono yakin Jakarta bisa menjadi contoh sukses dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mempercepat proses transformasi ekonomi. Pada tahun 2026, Jakarta berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, menunjukkan konsistensi dalam upaya penguatan ekonomi. Transaksi QRIS nasional yang didominasi oleh Jakarta juga menjadi bukti bahwa transaksi digital semakin diadopsi oleh masyarakat. “Pertumbuhan ini harus diiringi dengan perencanaan yang matang agar keberlanjutan bisa terjaga,” tuturnya.
Dalam jangka panjang, Pramono memproyeksikan bahwa ekonomi kreatif akan menjadi salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi Jakarta. Ia menilai bahwa bidang ini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi dan keterlibatan aktif. “Selain itu, penguatan UMKM juga menjadi faktor kunci dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” ujarnya. Dengan dukungan yang optimal, ia optimis bahwa ekonomi kreatif dan UMKM akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta hingga 2030.
Pramono juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memberikan pengarahan dan fasilitas. Ia berharap program JakPreneur bisa membantu UMKM meraih peluang ekspor dan kerja sama internasional. “Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan agar UMKM tidak hanya tumbuh tapi juga bisa bersaing di tingkat global,” katanya. Ia menambahkan bahwa transformasi ekonomi tidak hanya tentang pertumbuhan angka tetapi juga tentang kesejahteraan rakyat dan penguatan daya saing secara holistik.
Sementara itu, Pramono menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Jakarta tidak akan terhenti di satu sektor saja. Ia menekankan pentingnya
