Visit Agenda: Pelupessy tentang lawan Mozambik: Kami ingin selesaikan dengan baik

Pelupessy tentang lawan Mozambik: Kami ingin selesaikan dengan baik

Visit Agenda – Jakarta – Gelandang Tim Nasional Indonesia Joey Pelupessy menyatakan bahwa timnya bertekad meraih hasil positif dalam pertandingan melawan Mozambik, sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan memenangkan dua laga dalam FIFA Match Day. “Target utama kami adalah memastikan pertandingan melawan Mozambik berjalan lancar dan membuat semua pihak puas,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin. Pertandingan ini akan berlangsung pada Selasa (9/6) mendatang.

Sebelumnya, Timnas Indonesia telah memperoleh kemenangan mengesankan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6) lalu. Hasil ini menjadi titik balik penting setelah 38 tahun penantian. Kemenangan tersebut tidak hanya menandai akhir dari rekor kalah terhadap tim asal Timur Tengah, tetapi juga memberikan semangat baru bagi seluruh skuad. “Ini merupakan pencapaian besar, karena memang lama sekali kita tidak menang melawan Oman,” tambah Pelupessy, yang juga menjadi bagian dari skuad yang sukses memetik kemenangan.

“Kami harus mendapatkan hasil bagus kedua karena dengan begitu kami menyelesaikan pemusatan latihan dan musim ini dengan cara yang baik,” kata pemain Lommel SK tersebut.

Pelupessy menegaskan bahwa Mozambik bukan lawan yang mudah. Tim asuhan John Herdman dihadapkan pada tantangan berupa sistem permainan yang berbeda dari yang mereka terapkan sebelumnya. “Mereka bermain dengan pendekatan yang unik, jadi kami harus siap menghadapi berbagai kondisi,” katanya. Pelupessy menjelaskan bahwa persiapan tim telah berjalan optimal, meskipun jeda antara laga melawan Oman dan Mozambik cukup singkat.

Dalam sesi latihan, seluruh pemain terlihat kompak dan fokus. Meski hanya beberapa hari berlalu sejak pertandingan pertama, semangat mereka tetap terjaga. “Semua pemain antusias menyambut laga kedua, karena ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang telah kita latih,” lanjutnya. Pelupessy optimistis bahwa ketenangan tim selama pemusatan latihan akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Kemenangan melawan Oman menjadi langkah awal yang membanggakan, namun Pelupessy mengingatkan bahwa penampilan terbaik belum tentu terulang. “Kami tidak boleh terlena dengan keberhasilan sebelumnya, karena setiap pertandingan memiliki dinamika sendiri,” katanya. Ini menjadi tantangan baru bagi Timnas Indonesia, terutama dalam menghadapi tim yang memiliki kekuatan lokal dan pengalaman.

“Kami ingin melanjutkan momentum ini dengan cara yang baik, agar seluruh pemain merasa puas dan masyarakat juga bisa bersuka ria,” ujar pelupessy.

Dalam konferensi pers, Pelupessy juga menyoroti peningkatan kualitas pemain muda yang tergabung dalam skuad. “Kami memiliki pemain yang berbeda, termasuk beberapa bintang muda yang sudah menunjukkan kemampuan luar biasa,” katanya. Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Matthew Baker, yang pertama kali tampil dalam laga melawan Oman. “Baker sudah adaptasi dengan sistem latihan, sehingga bisa berkontribusi secara signifikan,” tambahnya.

Pelupessy menjelaskan bahwa adaptaasi pemain muda seperti Baker, Doni Tri Pamungkas, dan Mauro Zjilstra berjalan baik. “Mereka mampu memahami cara bermain dan berlatih yang kami terapkan, sehingga lebih siap menghadapi pertandingan berat seperti melawan Mozambik,” katanya. Kehadiran para pemain muda ini dianggap sebagai bagian dari perubahan positif dalam Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia akan menjamu Mozambik di SUGBK, Jakarta, pada Selasa (9/6) mendatang. Pertandingan ini menjadi penutup dari FIFA Match Day, yang sebelumnya memperlihatkan keberhasilan melawan Oman. “Kami berharap bisa menyelesaikan musim ini dengan prestasi yang memuaskan, dan pertandingan ini menjadi ujian terakhir,” kata Pelupessy. Keberhasilan dua laga ini dianggap kunci untuk menegaskan peningkatan performa tim.

Dalam hal strategi, Pelupessy menyebut bahwa Timnas Indonesia akan mengubah pola permainan agar lebih efektif menghadapi lawan dari Afrika. “Mozambik memiliki daya tahan yang baik, jadi kami harus bermain dengan skema yang tepat untuk menekan mereka sejak awal,” katanya. Penampilan pemain muda diharapkan bisa menjadi sumber daya baru yang memberikan dinamika berbeda dibandingkan laga sebelumnya.

Pelupessy juga menegaskan pentingnya kerja sama dalam tim. “Kami membangun kepercayaan satu sama lain, dan hal ini menjadi faktor penentu dalam keberhasilan laga pertama,” katanya. Kemenangan atas Oman menunjukkan bahwa kekompakan skuad bisa menghasilkan hasil yang memuaskan, meskipun lawan yang dihadapi berbeda.

Dengan persiapan yang matang, Timnas Indonesia berharap bisa mengakhiri FIFA Match Day dengan performa maksimal. “Ini adalah kesempatan terbaik untuk menunjukkan kemajuan, dan kami tidak ingin melewatkan itu,” tambah Pelupessy. Kemenangan kedua akan menjadi penghalang terakhir sebelum menghadapi babak berikutnya dalam kompetisi internasional.

Pelupessy menutup wawancara dengan harapan semua pihak mendukung timnya. “Kami berusaha memberikan yang terbaik, dan dukungan dari penonton serta media akan menjadi motivasi besar,” katanya. Pertandingan melawan Mozambik dianggap sebagai ujian terakhir sebelum memasuki babak baru, dengan target menyelesaikan keseluruhan musim dengan hasil positif.