Special Plan: I.League pastikan format kompetisi Championship musim depan masih sama
I.League Tetapkan Format Championship Musim Depan dengan Konsistensi yang Terjaga
Special Plan – Jakarta, 24 Desember 2025 – Lembaga Liga Indonesia (I.League) mengumumkan keputusan untuk menjaga format kompetisi sepak bola kasta kedua pada musim depan. Dalam pertemuan pemilik klub Championship 2026/2027 yang diadakan di kantor I.League, Kamis, mereka memastikan bahwa sistem pertandingan akan tetap berjalan seperti musim sebelumnya. Format ini melibatkan pembagian tim ke dalam dua grup, masing-masing terdiri dari 10 klub, dengan model pertandingan triple round robin. Setelah babak grup, tim akan mengikuti putaran play-off promosi, play-off degradasi, serta babak final untuk menentukan pemenang.
Persyaratan mengenai pemain asing juga tidak berubah. I.League mempertahankan aturan yang memperbolehkan tiga pemain asing terdaftar, tiga di antaranya masuk dalam daftar susunan pemain, dan tiga pemain dapat tampil dalam satu pertandingan secara bersamaan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas tim dan pengembangan pemain lokal. Sementara itu, regulasi tentang pemain muda U21 tetap berlaku. Klub wajib memberikan menit bermain kepada pemain usia muda sebagai bagian dari komitmen pembinaan. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan talenta sepak bola di Indonesia.
Penyesuaian Regulasi dan Pertimbangan Penyelenggaraan
Di samping keputusan mengenai format, I.League juga melakukan penyesuaian dalam aspek penyelenggaraan kompetisi. Salah satu perubahan signifikan adalah pengumuman kalender pertandingan lebih awal kepada klub. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi tim untuk merencanakan operasional, proses perizinan, serta kegiatan komersial. Selain itu, klub diberikan kesempatan menyampaikan masukan terkait jadwal melalui mekanisme feedback yang terstruktur, sehingga mampu berkontribusi dalam penyempurnaan sistem.
Di bidang tata kelola klub, penerapan lisensi klub (Club Licensing) diperkuat. I.League akan menerapkan standar yang sama dengan Super League, lengkap dengan penilaian tambahan terhadap aspek pemasaran dan pengembangan keberlanjutan bisnis. Dengan demikian, klub tidak hanya dituntut mengelola aspek olahraga secara baik, tetapi juga berkomitmen pada profesionalisme organisasi serta kapasitas tata kelola.
“Owner’s Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama antara operator dan klub. Seluruh penyempurnaan regulasi, sistem kompetisi, hingga penguatan club licensing kami lakukan agar kompetisi Championship semakin profesional, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu menjadi fondasi kuat dalam pembinaan sepak bola Indonesia,” kata Direktur Utama I.League Ferry Paulus.
Ferry Paulus menambahkan, tujuan utama dari perubahan tersebut adalah memberikan kepastian bagi klub sejak awal. Hal ini mencakup kalender kompetisi, mekanisme penjadwalan, regulasi, serta pengembangan akademi. Dengan perencanaan yang lebih matang, klub dapat fokus pada peningkatan kualitas organisasi maupun performa di lapangan, sehingga kompetisi menjadi lebih kompetitif dan menarik.
Kalender dan Jumlah Pertandingan
Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini akan dimulai pada bulan September 2026 dan berakhir di bulan Mei 2027. Total pertandingan yang akan dijalani sebanyak 273 laga. Angka ini menggambarkan frekuensi pertandingan yang cukup tinggi untuk menjaga intensitas kompetisi sepanjang tahun. I.League memastikan bahwa jadwal tersebut telah direncanakan dengan optimal untuk menghindari konflik waktu dengan kompetisi lain serta memaksimalkan partisipasi klub.
Penguatan Sumber Daya Lokal dan Tujuan Strategis
Persyaratan lain yang diterapkan adalah keharusan bagi seluruh ofisial klub Championship untuk berasal dari tenaga lokal. Keputusan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia sepak bola Indonesia, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan tim dilakukan dengan profesionalisme. Dengan adanya kesempatan untuk memperoleh kalender lebih awal, Ferry Paulus berharap klub dapat lebih efisien dalam menyusun strategi dan mempersiapkan semua aspek yang diperlukan.
Dalam konteks strategis, I.League mengungkapkan bahwa pengembangan kompetisi untuk pemain usia muda tetap menjadi prioritas. Mereka menegaskan bahwa Elite Pro Academy (EPA) akan distandarisasi menjadi dua kategori usia, yakni U20 dan U18. Kebijakan ini bagian dari roadmap yang menargetkan adanya akademi sepak bola standar di semua klub Super League dan Championship pada 2030. Selain itu, kebijakan ini diharapkan menciptakan jalur pembinaan pemain yang terus-menerus, mendukung kebutuhan tim nasional Indonesia.
Pemimpin I.League Ferry Paulus menyampaikan bahwa keputusan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kompetisi. “Dengan struktur yang stabil, kami percaya Championship bisa menjadi platform yang kuat bagi pembinaan pemain muda,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kepastian awal bagi klub, sehingga mereka dapat beradaptasi lebih cepat dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
Visi dan Implementasi Jangka Panjang
Pengembangan kompetisi sepak bola Indonesia pada level kasta kedua dianggap sebagai bagian penting dari visi nasional untuk meningkatkan kualitas pemain. I.League berharap bahwa dengan format yang konsisten, regulasi yang terpadu, dan peningkatan tata kelola, Championship mampu berperan sebagai fondasi pembinaan yang dapat menghasilkan talenta berkualitas. Ferry Paulus menegaskan, keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada keputusan instansi penguasa, tetapi juga keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk klub, pemain, dan masyarakat.
Keputusan tentang standar lisensi juga mencerminkan komitmen I.League untuk mendorong profesionalisme di seluruh tingkatan kompetisi. Dengan penilaian tambahan terhadap aspek marketing dan keberlanjutan bisnis, klub diwajibkan memenuhi standar kinerja yang lebih tinggi. “Kami ingin klub tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada pengelolaan organisasi yang sistematis,” tutur Ferry. Ia berharap hal ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri sepak bola secara holistik.
Kebijakan yang diumumkan pada Owner’s Meeting ini tidak hanya menyentuh aspek pertandingan, tetapi juga peran klub dalam mengembangkan talenta. I.League memandang bahwa pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas, dengan regulasi yang memberikan ruang bagi klub untuk menyusun program akademi sesuai kebutuhan. Dengan demikian, klub dapat menciptakan sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, yang pada akhirnya mendorong peningkatan kualitas sepak bola nasional secara keseluruhan.
