Disperkimtan fasilitasi pokmas RTLH ikuti uji kompetensi keahlian
Disperkimtan Dorong Peningkatan Kapasitas Pokmas RTLH Melalui Pelatihan Sertifikasi
Disperkimtan fasilitasi pokmas RTLH ikuti uji kompetensi – Kota Tangerang kembali menjadi perhatian publik setelah Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) mengadakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja bagi kelompok masyarakat yang terlibat dalam peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Acara ini dihelat di Gedung Graha Bhakti Karya pada Rabu, 18 Juni, dan diikuti oleh sejumlah anggota Pokmas RTLH dari berbagai lingkungan permukiman. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat kemampuan teknis masyarakat dalam melakukan perbaikan RTLH secara mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas hasil kerja mereka di tingkat lokal.
Penguatan Kapasitas untuk Kebutuhan Masyarakat
Pembangunan RTLH merupakan salah satu prioritas dalam upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Melalui pelatihan ini, Disperkimtan berupaya mengembangkan kompetensi anggota Pokmas RTLH agar lebih siap dalam menghadapi tantangan pengadaan dan perbaikan rumah layak huni. Selama dua hari, peserta diberikan materi yang mencakup teknik konstruksi sederhana, pemilihan bahan baku, dan manajemen proyek yang efektif.
Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Budiarto, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dasar tentang standar RTLH, sehingga bisa melaksanakan tugas mereka secara profesional. “Dengan peningkatan kemampuan teknis, kita harapkan proses perbaikan RTLH bisa lebih cepat dan berkualitas,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang kompetisi antar-kelompok masyarakat untuk meningkatkan inovasi dalam bidang perumahan.
Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Sebagai bagian dari upaya pemerintah, program ini tidak hanya melibatkan Disperkimtan, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai instansi terkait. Dalam acara tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan ahli perumahan dan praktisi di bidang pemukiman. Kegiatan ini juga dirancang untuk membangun jaringan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, agar proyek peningkatan RTLH dapat berjalan lebih terpadu.
Salah satu peserta, Suryadi, mengatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang cara mengoptimalkan anggaran proyek perumahan. “Saya belajar cara merencanakan dan mengawasi pembangunan RTLH dari awal hingga akhir, termasuk evaluasi hasil kerja,” tuturnya. Suryadi yang merupakan anggota Pokmas RTLH di Kelurahan Cikokol mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempercepat penyelesaian rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayahnya.
Proses Sertifikasi dan Evaluasi
Pelatihan ini diakhiri dengan uji kompetensi yang dilakukan secara langsung. Peserta diminta menunjukkan kemampuan mereka dalam menerapkan teknik perbaikan RTLH, termasuk menghitung kebutuhan bahan, mengatur waktu kerja, dan memastikan kesesuaian dengan standar kelayakan huni. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah mereka layak mendapatkan sertifikat kompetensi. “Ini bukan hanya tentang teori, tapi juga praktik,” jelas Panitia Pelaksana, yang terdiri dari para insinyur dan pengajar dari lembaga pendidikan lokal.
Dinas Perumahan juga menyiapkan sumber daya yang berkelanjutan melalui program ini. Setelah sertifikasi, para anggota Pokmas RTLH diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam proyek peningkatan perumahan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pemerintah daerah. Selain itu, program ini dianggap sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan yang terus berlangsung.
Tantangan dan Perspektif Masa Depan
Pembangunan RTLH di Kota Tangerang menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya keahlian teknis di kalangan masyarakat. Namun, Disperkimtan yakin pelatihan ini dapat menjadi solusi strategis. “Dengan masyarakat yang lebih kompeten, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pihak luar dalam proses perbaikan,” ucap Kepala Disperkimtan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan diulang setiap semester untuk memastikan keahlian yang diperoleh tetap relevan dan diperbarui.
Kelompok masyarakat yang terlibat dalam peningkatan RTLH biasanya terdiri dari warga yang memiliki kompetensi lokal dan motivasi tinggi. Mereka dianggap sebagai pilar penting dalam mendorong perubahan positif di lingkungan mereka. Disperkimtan juga berencana memberikan pelatihan lanjutan untuk anggota yang lulus sertifikasi, seperti pelatihan pengelolaan dana dan desain arsitektur rumah layak huni. “Kami ingin membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Peluang Kolaborasi dengan Pihak Swasta
Sebagai langkah tambahan, Disperkimtan juga menjajaki kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendukung kegiatan ini. Perusahaan-perusahaan di bidang konstruksi dan material bangunan dapat memberikan bantuan teknis, sumber daya manusia, atau pendanaan yang lebih besar. “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program peningkatan RTLH,” katanya. Dalam kesempatan ini, beberapa perwakilan dari industri perumahan juga hadir untuk berbagi pengalaman dan wawasan terkini.
Di sisi lain, program sertifikasi ini dirancang untuk meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap hasil kerja Pokmas RTLH. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, mereka diharapkan dapat memperkuat kredibilitas proyek yang dijalankan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan kewirausahaan, sehingga para peserta dapat mengeksplorasi peluang usaha terkait perbaikan RTLH, seperti penjualan bahan konstruksi atau jasa perbaikan rumah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Tangerang telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah RTLH yang berhasil diperbaiki. Angka tersebut mencapai 2.500 unit pada tahun 2023, di mana sebagian besar dikerjakan oleh kelompok masyarakat lokal. Dengan pelatihan ini, Disperkimtan berharap angka tersebut dapat terus meningkat, seiring dengan peningkatan kapasitas anggota Pokmas RTLH.
Agung Andhika Indrawan/Chairul Fajri/Winanto
