Wisatawan mancanegara ambil bagian gelaran Banyuwangi Ethno Carnival
Wisatawan Mancanegara Ambil Bagian Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Partisipasi Internasional dalam Festival Budaya Terbesar Jawa Timur
Wisatawan mancanegara ambil bagian gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dengan penuh semangat. Puluhan pengunjung asal mancanegara turut serta dalam parade busana etnik yang diselenggarakan dalam rangka festival budaya terbesar di kawasan Jawa Timur tersebut. Acara yang mengusung tema Perang Bayu The Great War of Blambangan ini berlangsung pada hari Sabtu dengan antusiasme tinggi dari para peserta internasional. Kedatangan wisatawan asing dari berbagai penjuru dunia ini menambah warna tersendiri dalam penyelenggaraan festival budaya yang telah menjadi ikon pariwisata Banyuwangi.
Para wisatawan mancanegara yang hadir dalam acara ini berasal dari beragam negara, termasuk Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Afrika, serta Pakistan. Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai peserta aktif yang mengenakan kostum etnik khas Banyuwangi. Keikutsertaan wisatawan asing ini menjadikan BEC tidak lagi sekadar menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat dunia secara langsung.
Perjalanan dan Pengalaman Pertama di Indonesia
Salah seorang wisatawan asal Belgia, Jerome, mengaku sangat antusias dengan kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi. Kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival, sehingga ia merasa beruntung bisa merasakan langsung atmosfer festival ini. Jerome menyampaikan bahwa ia merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini.
Saya sangat excited, dan pertama kali saya ke Indonesia dan pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini.
Jerome menambahkan bahwa ia merasa sangat bangga dapat berpartisipasi dalam acara yang dianggap sebagai salah satu agenda budaya paling penting di Banyuwangi. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat lokal yang menyambutnya dengan hangat sejak awal kedatangannya. Pengalaman ini menjadi kenangan berharga yang akan selalu ia ingat.
Filosofi Kostum dan Pengalaman Berharga
Sementara itu, wisatawan asal Pakistan, Murad, menyampaikan bahwa keterlibatannya sebagai peserta BEC 2026 menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan sepanjang hidupnya. Ia mengaku kagum setelah mengetahui filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya selama parade. Murad menjelaskan bahwa setiap detail pada kostum etnik yang ia kenakan memiliki makna tersendiri.
Amazing experience, pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi.
Murad merasa terinspirasi oleh cara masyarakat Banyuwangi melestarikan warisan budaya melalui pakaian tradisional yang sarat akan cerita dan sejarah. Pengalaman ini juga membuatnya lebih memahami nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini. Ia menilai bahwa setiap kostum memiliki filosofi yang kuat dan didukung keramahan masyarakat serta semangat gotong-royong yang mereka rasakan sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.
Parade Sepanjang Rute Karnaval
Para peserta mancanegara tampil mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu. Bersama ratusan talenta lainnya, mereka berjalan di sepanjang rute karnaval sejauh sekitar 2 kilometer mulai dari Taman Blambangan hingga di Jalan Ahmad Yani. Suasana meriah tercipta seiring langkah para peserta yang melintasi jalanan kota dengan penuh semangat.
Ratusan talenta juga tampil memukau mengenakan kostum etnik spektakuler yang memadukan unsur seni, sejarah dan budaya Banyuwangi hingga garis finis di Jalan Ahmad Yani. Para turis mancanegara itu mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Banyuwangi dan menilai setiap kostum memiliki filosofi yang kuat. Kehadiran wisatawan asing dalam BEC 2026 ini menunjukkan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga media diplomasi budaya yang menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional.
Melalui partisipasi aktif mereka, pesan-pesan nilai-nilai lokal dapat tersampaikan kepada audiens global yang lebih luas. Wisatawan mancanegara ambil bagian gelaran ini membuktikan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi destinasi budaya internasional yang menarik perhatian dari berbagai negara di dunia.
