Latest Program: Bulog Sulteng bantu logistik pangan untuk warga terdampak gempa

Bulog Sulteng Bantu Logistik Pangan untuk Warga Terdampak Gempa

Latest Program – Palu, Kamis – Perusahaan Umum BULOG (Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah berupaya mengatasi kesulitan masyarakat yang terkena dampak gempa di Kabupaten Sigi. Sebagai bentuk kepedulian, pihaknya menyalurkan bantuan berupa bahan pangan yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena musibah tersebut.

“Logistik yang kami salurkan merupakan bentuk dukungan dari karyawan Bulog Sulteng, sebagai wujud perhatian terhadap warga yang terdampak bencana,” ungkap Jusri, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng. Ia menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, bahan makanan menjadi salah satu kebutuhan kritis bagi masyarakat yang terkena guncangan gempa. Oleh karena itu, Bulog mengambil inisiatif untuk membagikan 80 karung beras, masing-masing berisi 5 kilogram, kepada para korban.

Menurut Jusri, bantuan tersebut disalurkan secara cepat guna memastikan masyarakat terdampak dapat mengakses makanan dalam waktu yang bersifat mendesak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi hidup warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan infrastruktur dapat sedikit berkurang kesulitannya.

Di samping itu, Bulog juga sedang berupaya memberikan bantuan pangan dalam program Bapang (Bantuan Pangan Non Tunai) bagi warga prasejahtera di wilayah yang sama. Penerima manfaat diberi 20 kilogram beras per bulan, dengan fokus pada Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Jusri menuturkan bahwa Bapang memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan logistik masyarakat terpenuhi, terutama di tengah situasi krisis akibat bencana alam.

“Saat ini, Bulog terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat distribusi bantuan kebencanaan,” tambah Jusri. Ia menjelaskan bahwa dalam keadaan darurat, Bulog menunggu instruksi lebih lanjut dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah. “Kami berharap program ini dapat menjadi pelengkap dalam upaya pemulihan hidup warga yang terkena gempa,” ujarnya.

Kebencanaan yang terjadi beberapa hari lalu telah menimbulkan dampak luas di Sigi. Sejumlah fasilitas publik rusak, termasuk sekolah, rumah ibadah, puskesmas, dan jaringan air bersih. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah korban yang terdampak mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau setara 6.412 jiwa. Angka tersebut terus meningkat seiring pelaksanaan evaluasi lebih lanjut.

Menanggapi situasi yang terjadi, Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi mengatakan bahwa sejak hari kedua pasca-gempa, berbagai pihak telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan logistik. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang secara aktif berkontribusi dalam mengurangi beban korban bencana,” tutur Samuel. Ia menegaskan bahwa kehadiran berbagai jenis bantuan, seperti bahan makanan, air bersih, dan tenda, menjadi pencahayaan bagi masyarakat yang terpuruk.

“Distribusi bantuan terus dipercepat, baik oleh pihak swasta maupun lembaga pemerintah,” kata Samuel. Ia menambahkan bahwa Satuan Tugas (Satgas) tanggap darurat daerah sedang fokus pada tiga aspek utama: pengadaan logistik, pembersihan puing-puing bangunan, dan pelayanan kesehatan. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi titik awal pemulihan kehidupan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, BPBD terus memantau kondisi terkini di daerah yang terkena gempa. Dari data yang diperoleh hingga hari ketiga pasca-bencana, sejumlah 84 unit fasilitas umum mengalami kerusakan. Pihak berwenang tengah berupaya memperbaikinya secara bertahap. Selain itu, jumlah rumah yang rusak terus bertambah menjadi 1.652 unit, terdiri dari 1.472 unit rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat. Rumah-rumah tersebut tersebar di 38 desa yang menjadi korban gempa.

Koordinasi antara Bulog dan pihak pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam distribusi bantuan. Jusri menjelaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk memberikan dukungan logistik yang komprehensif, terlepas dari jumlah bantuan yang telah diberikan. “Kami berupaya memastikan bahwa masyarakat tidak kekurangan bahan makanan selama masa pemulihan,” katanya.

Dalam situasi seperti ini, peran Bulog tidak hanya terbatas pada penyaluran bantuan, tetapi juga melibatkan koordinasi dengan berbagai lembaga. Bapanas, sebagai institusi nasional, menjadi pengarah dalam penyediaan logistik kebencanaan. Jusri menuturkan bahwa Bulog siap bekerja sama dengan Bapanas untuk menjamin keberlanjutan bantuan selama masa krisis.

Sementara itu, Samuel Pongi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kinerja Satgas. “Distribusi logistik harus dilakukan secara efisien agar tidak ada warga yang terlewat,” kata dia. Ia juga menyebutkan bahwa pembersihan puing-puing dan pelayanan medis menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang tinggal di daerah terpencil.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Bulog dan pemerintah daerah menunjukkan koordinasi yang baik dalam menghadapi bencana. Perusahaan ini menjadi salah satu mitra yang aktif memberikan dukungan ke warga terdampak, baik melalui program Bapang maupun bantuan khusus kebencanaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa Bulog tidak hanya fokus pada distribusi bahan pangan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ketahanan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan logistik dari Bulog, masyarakat Sigi dapat memulihkan aktivitas sehari-hari meski dalam situasi yang masih kritis. Namun, Jusri menegaskan bahwa bantuan yang diberikan hanyalah langkah awal. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk tetap optimis dalam pemulihan,” pungkasnya.

Penyediaan logistik pangan oleh Bulog menjadi contoh nyata dari upaya kolaboratif dalam menghadapi bencana. Pihak perusahaan ini menyebutkan bahwa mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan makanan, tetapi juga menjangkau kebutuhan hidup sehari-hari warga terdampak. “Dengan dukungan dari karyawan Bulog, kami mampu mengirimkan bantuan yang segera diperlukan oleh masyarakat,” kata Jusri.

Sebagai bagian dari operasi darurat, Bulog terus memantau kebutuhan logistik masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Upaya ini mencerminkan peran Bulog sebagai pelaku kemanusiaan yang siap bergerak saat bencana terjadi. Dengan pendekatan yang terstruktur, Bulog berharap dapat membantu masyarakat Sigi kembali pada kehidupan normal dalam waktu yang seger