Latest Program: Anggota DPR RI tinjau dan evaluasi kinerja SPPG di Bukittinggi

Evaluasi Kinerja SPPG oleh Anggota DPR RI di Bukittinggi

Latest Program – Kota Bukittinggi menjadi salah satu lokasi yang dipilih anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Ade Rezki Pratama, untuk melakukan inspeksi langsung terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan tersebut berlangsung Jumat, di mana Ade meninjau sejumlah aspek penting terkait penyelenggaraan program yang dianggap sebagai inisiatif strategis pemerintah dalam mendorong kesehatan masyarakat.

Kunjungan Evaluasi ke SPPG Campago Guguk Bulek Dua

Dalam rangkaian kunjungan, Ade Rezki Pratama memfokuskan perhatiannya pada satu unit SPPG bernama Campago Guguk Bulek Dua. Ia melihat secara mendetail proses produksi makanan mulai dari persiapan bahan hingga distribusi akhir. “Saya melakukan pengamatan langsung untuk memastikan semua tahapan kegiatan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Seluruh prosedur operasional dan persyaratan telah dipenuhi dengan baik,” ujarnya.

“Visitasi ini menjadi kesempatan untuk memantau keseluruhan alur kerja SPPG, termasuk kelengkapan dokumen, kualitas pengolahan makanan, serta sistem pengelolaan limbah. SPPG Campago Guguk Bulek Dua menjadi contoh yang baik dalam implementasi program MBG,” kata Ade Rezki Pratama.

Dalam evaluasinya, Ade menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas program. Ia menyampaikan harapan agar layanan yang diberikan oleh SPPG di daerah tersebut dapat terus ditingkatkan, sehingga menjadi model yang dapat ditiru oleh unit lainnya. “Kami berharap Bukittinggi dapat menjadi contoh keberhasilan program MBG, yang selaras dengan visi pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Persiapan dan Proses Pengelolaan MBG

Ade juga mengapresiasi kerja sama yang harmonis antara SPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN), yang dianggap sebagai pengawas utama program ini. Menurutnya, keterlibatan Kepala SPPG sebagai perpanjangan tangan BGN membantu menjaga koordinasi dan efisiensi dalam distribusi makanan bergizi. “Kolaborasi ini memastikan setiap kegiatan MBG dilaksanakan secara terpadu dan profesional,” ujar Ade.

“Harapan saya, program ini tidak hanya menjadi sumber pangan tetapi juga pendorong kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Dengan proses yang tepat, MBG dapat terus memberikan dampak positif bagi penerima manfaat,” kata Ade Rezki Pratama.

Kepala SPPG Campago Guguk Bulek Dua, Dian Purnam Sari, menjelaskan bahwa unit tersebut telah melayani sekitar 2.979 orang penerima manfaat, yang terdiri dari pelajar, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. “Selain melayani kebutuhan gizi, SPPG juga menjadi pusat komunikasi dengan masyarakat. Seringkali kami menerima surat dari pelajar yang berisi ucapan terima kasih atau permintaan menu spesifik,” tambahnya.

Dian menambahkan bahwa SPPG saat ini menjangkau 11 sekolah dan 7 posyandu di wilayah Bukittinggi. “Keterlibatan para pelajar dalam mengawasi kualitas makanan sangat berarti, karena mereka menjadi bagian dari penerima manfaat langsung. Tidak hanya menerima pangan, mereka juga turut memberikan masukan yang konstruktif,” ujar Dian.

Komitmen terhadap Kualitas Pelayanan

Ade Rezki Pratama menyoroti keberhasilan SPPG dalam menjaga kehalalan dan standar sanitasi. Ia menyebutkan bahwa sistem pengolahan limbah (IPAL) serta dokumentasi yang rapi menjadi faktor kunci dalam menjaga kredibilitas program. “Segala aspek teknis telah dipertimbangkan secara matang, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyimpanan akhir. Ini menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap kualitas pelayanan,” ujarnya.

“SPPG Campago Guguk Bulek Dua menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada dana tetapi juga pada pengelolaan yang terstruktur. Semua kebijakan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” kata Ade.

Dian Purnam Sari menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Ade, yang dinilai memberikan suntikan semangat baru bagi tim SPPG. “Kehadiran anggota DPR RI memberikan dorongan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Kami berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata, terutama bagi pelajar yang menjadi prioritas dalam program ini,” tambah Dian.

Dalam wawancara tambahan, Dian menjelaskan bahwa SPPG terus berupaya menyesuaikan menu makanan dengan kebutuhan nutrisi yang beragam. “Kami menyiapkan pilihan menu yang menggabungkan kebersihan, kehalalan, dan keberagaman gizi. Hal ini berdampak positif pada kesehatan anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Potensi Dampak Jangka Panjang MBG

Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan memberikan pangan tetapi juga menginvestasikan kesehatan masyarakat secara holistik. “Dengan makanan bergizi yang diberikan secara rutin, masyarakat akan terbiasa mengonsumsi makanan sehat, sehingga manfaatnya terus berlanjut ke depan,” ujarnya.

“MBG adalah langkah nyata dari Presiden Prabowo untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya. SPPG harus menjadi jembatan antara kebijakan nasional dan kebutuhan lokal,” kata Ade Rezki Pratama.

Dian Purnam Sari berharap program MBG dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. “Dengan sinergi antara BGN, Kepala SPPG, dan masyarakat, kami yakin program ini akan memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang,” katanya. Ia juga menyoroti peran SPPG sebagai mitra penting dalam memastikan distribusi makanan yang tepat sasaran dan efisien.

Kunjungan Ade ke Bukittinggi menunjukkan perhatian serius DPR terhadap keberhasilan program MBG. Dengan memantau langsung proses kerja SPPG, ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif legislatif dalam memastikan program ini berjalan maksimal. “Kami berharap kerja sama antara BGN dan SPPG terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat penuh dari program ini,” pungkas Ade.

Sebagai bagian dari inisiatif nasional, MBG diharapkan menjadi penopang kesehatan masyarakat terutama di daerah-daerah yang membutuhkan. Dengan sistem yang solid dan antusiasme masyarakat, program ini bisa menjadi contoh sukses dalam pengelolaan pangan yang bermutu. Ade menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa kinerja SPPG di Bukittinggi layak menjadi acuan bagi wilayah lain.