Special Plan: Listrik PLN tingkatkan produktivitas petani bawang di Bone
Listrik PLN tingkatkan produktivitas petani bawang di Bone
Special Plan – Makassar – Kehadiran listrik dari PT PLN (Persero) melalui program Electrifying Agriculture (EA) telah membawa perubahan signifikan bagi para petani bawang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Program ini tidak hanya memperkuat infrastruktur listrik di daerah pedesaan, tetapi juga memberikan dampak langsung pada efisiensi produksi dan pengurangan biaya operasional. Dalam wawancara dengan Antaranews, Sirajudin, seorang petani bawang di Desa Telle, menjelaskan bagaimana keberadaan listrik PLN telah mengubah pola kerja pertaniannya secara drastis.
“Dulu, saya harus mengandalkan pompa diesel dan mencari bahan bakar minyak solar setiap hari agar bisa menyiram kebun bawang. Kalau tidak ada BBM, maka tidak ada pilihan lain, kecuali menghentikan kegiatan pertanian,”
Sebelumnya, Sirajudin mengungkapkan bahwa untuk satu siklus panen, ia memerlukan sekitar 300 liter bensin. Dengan harga eceran mencapai Rp13.000 per liter, biaya operasional untuk penyiraman mencapai Rp3,9 juta per bulan. Kini, berkat program PLN, kondisi itu berubah. Listrik dari Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dengan daya 5.500 Volt Ampere menggantikan pompa diesel, sehingga membutuhkan hanya sekitar 500 kilowatt hour (kWh) listrik, atau sekitar Rp1.000.000 untuk satu siklus penyiraman selama satu bulan.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan kestabilan pengairan. Air dari sungai kini bisa diangkut secara konsisten ke seluruh area kebun bawang Sirajudin, meminimalkan risiko kekeringan yang sebelumnya sering mengganggu pertumbuhan tanaman. Dengan adanya listrik PLN, Sirajudin juga bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya, karena sistem pompa listrik tidak memerlukan perawatan yang rumit seperti pompa diesel.
“Sekarang lebih mudah, listrik selalu ada. Tidak perlu repot lagi mencari BBM. Tinggal nyalakan pompa, air langsung mengalir. Produksi juga jauh meningkat,”
Dalam proses perubahan ini, Sirajudin menekankan bahwa kehadiran listrik PLN tidak hanya membantu mengurangi beban finansial, tetapi juga memperbaiki kualitas hasil panen. Sebelumnya, hasil panen bawangnya berkisar antara 500 hingga 700 kilogram per siklus. Kini, dengan bantuan listrik, produksi bisa meningkat hingga satu ton. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan ketersediaan air yang lebih teratur dan penggunaan teknologi penangkal hama yang terintegrasi dengan sistem penerangan.
Program PLN dan Swasembada Pangan
Program Electrifying Agriculture di Kabupaten Bone bukan sekadar menyediakan listrik, tetapi juga menjadi inisiatif inovatif PLN dalam mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi langkah ini sebagai bagian dari percepatan transformasi sektor pertanian. Dalam keterangan resmi, ia menyatakan bahwa program tersebut membuktikan bahwa akses ke energi terbarukan bisa menjadi solusi efektif untuk tantangan pertanian di daerah pedesaan.
“Ini adalah langkah konkret dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas komitmen dan inovasinya dalam menghadirkan listrik yang tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan sektor pertanian hingga ke pelosok,”
Menurut Andi Asman Sulaiman, program ini memperlihatkan bagaimana listrik PLN bisa menjadi alat yang mendorong pertumbuhan ekonomi petani. Dengan akses ke listrik yang stabil, para petani tidak hanya bisa mengurangi biaya operasional, tetapi juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. “Petani kini lebih mudah mengelola lahannya, produktivitas meningkat, dan biaya operasional bisa ditekan secara signifikan,” tambahnya.
Peningkatan produktivitas petani bawang juga menjadi bukti bahwa inovasi teknologi bisa diadopsi secara efektif di lingkungan pertanian tradisional. Bupati Bone menjelaskan bahwa program tersebut memberikan contoh nyata bagaimana listrik PLN tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai pelumas untuk kemajuan sektor pertanian. Selain itu, keberadaan listrik di area pertanian bisa meningkatkan daya tarik investasi dan bantuan teknis dari pihak ketiga, seperti perusahaan pengolahan bawang atau lembaga pembiayaan pertanian.
Kehadiran SPLU di Desa Telle menjadi bukti bahwa PLN berkomitmen untuk menyediakan akses listrik di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau. Sistem ini mampu menyalurkan energi secara langsung ke kebun bawang, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, para petani bisa mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pengembangan usaha lain, seperti pengolahan bawang menjadi produk olahan atau peningkatan kualitas tanah.
Manfaat yang Lebih Luas
Manfaat dari program PLN ini tidak hanya terbatas pada peningkatan hasil panen. Dalam jangka panjang, keberlanjutan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan emisi karbon juga menjadi faktor penting. Dengan penggunaan pompa listrik, emisi dari pembakaran bahan bakar minyak bisa dikurangi secara signifikan, sekaligus menjaga lingkungan sekitar kebun bawang tetap bersih dan terjaga. Selain itu, ketersediaan listrik bisa memungkinkan penggunaan alat pertanian modern, seperti sistem pengairan otomatis atau penerapan teknologi pertanian lainnya.
Program Electrifying Agriculture juga menjadi upaya PLN untuk mengurangi kesenjangan akses energi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kabupaten Bone, yang merupakan salah satu wilayah dengan infrastruktur listrik terbatas, kini menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perusahaan bisa bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dukungan dari Bupati Bone dan masyarakat setempat menunjukkan bahwa program ini dianggap sebagai solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Kehadiran listrik PLN di kebun bawang Desa Telle tidak hanya membuka peluang untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga menciptakan kepercayaan terhadap kemampuan teknologi dalam mendukung pertanian. Sirajudin menambahkan bahwa sebelumnya, ia kerap khawatir akan kekeringan atau kehabisan bahan bakar, yang sekarang sudah bisa diatasi dengan sistem pompa listrik. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, ia bisa fokus pada pengelolaan kebun dan peningkatan kualitas tanaman.
Program ini juga memberikan contoh bagaimana inovasi bisa memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan biaya operasional yang dipangkas hingga 74 persen, para petani memiliki lebih banyak dana untuk investasi jangka panjang. Selain itu, penggunaan listrik bisa mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat hama, yang sebelumnya sering terjadi karena kurangnya penerangan di malam hari. “Dengan listrik, hama bisa diatasi lebih cepat, dan tanaman terjaga lebih baik,” ujarnya.
Program PLN di Kabupaten Bone merupakan langkah kecil tetapi strategis dalam menjawab tantangan pertanian Indonesia. Dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan lokal, PLN mampu menciptakan solusi yang praktis dan berdampak nyata. Manfaat ini tidak hanya terasa oleh petani bawang, tetapi juga menjadi inspiarsi bagi daerah lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Dengan terus mengembangkan program ini, diharapkan keberlanjutan pertanian bisa tercapai sekaligus meningkatkan kesejahtera
