Historic Moment: Sekdaprov pastikan seluruh fasilitas MTQ Ke-40 Sumut siap digunakan

Sekdaprov Pastikan Seluruh Fasilitas MTQ Ke-40 Sumut Siap Digunakan

Historic Moment – Medan – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov) Sulaiman Harahap menegaskan bahwa segala persiapan untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-40 tingkat provinsi tahun 2026 telah rampung. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia melakukan inspeksi langsung ke Lapangan Astaka, Kabupaten Deli Serdang, sebagai lokasi utama acara. Dalam rilis resmi, Sulaiman menyatakan bahwa fasilitas perlombaan serta pendukung lainnya telah terjamin keandalannya. “Kita sudah mengecek semua persiapan, termasuk kondisi lapangan dan layanan yang diperlukan, untuk memastikan acara berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.

Musabaqah Tilawatil Quran Ke-40 Sumut akan berlangsung dari 15 hingga 24 Juni 2026, dengan delapan cabang lomba dan 28 golongan. Kesiapan ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga ketersediaan kebutuhan peserta. Sulaiman menekankan bahwa pengelolaan acara harus memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan peserta serta pengunjung. “Fasilitas seperti toilet umum, tempat istirahat, dan pencahayaan harus mencapai standar tertinggi agar para peserta merasa aman selama berpartisipasi,” tambahnya.

Komitmen untuk Kualitas Acara

Sulaiman, yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut, menyebutkan bahwa MTQ Ke-40 tidak hanya sebatas ajang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi. “Kita ingin acara ini menjadi sarana memperkuat keimanan dan menginspirasi masyarakat untuk terus menghargai Alquran,” katanya. Ia menambahkan, panitia harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, seperti perubahan cuaca yang tidak menentu. “Cuaca bisa berubah kapan saja, jadi kita harus siapkan langkah antisipatif, seperti penambahan tempat perlindungan dan alat pengering tangan,” jelasnya.

“Seluruh fasilitas di arena perlombaan dan sarana pendukung lainnya telah siap digunakan,” tegas Sulaiman Harahap usai meninjau langsung persiapan akhir pelaksanaan MTQ Ke-40 tingkat Provinsi Sumut 2026 di Lapangan Astaka Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin.

Menurut Sulaiman, keberhasilan acara ini bergantung pada kerja sama antara pihak penyelenggara, masyarakat, dan pemerintah daerah. “Kolaborasi ini akan memastikan MTQ tidak hanya sekadar pagelaran tahunan, tetapi juga menjadi gerakan nyata untuk membangun kebiasaan membaca Alquran di kalangan umum,” lanjutnya. Ia juga menyoroti peran UMKM dalam menyukseskan acara, dengan menata stan pengusaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian dari pengalihan budaya kerja sama antar komunitas.

Penekanan pada Pengalaman Peserta

Acara ini menampung sebanyak 1.109 peserta dari 28 kabupaten/kota di Sumut. Mereka akan mengikuti lomba dalam delapan kategori, termasuk kategori anak-anak, remaja, dan dewasa. Sulaiman berharap perlombaan ini bisa memberikan pengalaman yang memuaskan bagi seluruh peserta. “Kita ingin peserta merasa dihargai, baik dalam bentuk penghargaan maupun lingkungan yang kondusif,” ucapnya. Ia juga meminta panitia memperhatikan kebersihan dan keamanan di area lomba, termasuk pengaturan jalur evakuasi.

“Saya meminta panitia pastikan ketersediaan toilet umum yang memadai, menjaga kebersihan fasilitas pendukung, serta menata stan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang turut meramaikan kegiatan ini,” tutur Sulaiman.

Selain Lapangan Astaka, MTQ Ke-40 juga berlangsung di Aula Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumut serta Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Kedua lokasi ini akan menjadi tempat untuk lomba tilawah, syukuran, dan pemilihan dewan hakim. Sulaiman mengungkapkan bahwa pembukaan resmi akan diadakan pada Senin malam, dengan jadwal yang telah diatur agar tidak ada hambatan.

Harapan Gubernur Sumut

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengharapkan MTQ Ke-40 menjadi momentum penting untuk menguatkan syiar Alquran di wilayahnya. “Kita tidak ingin MTQ hanya menjadi acara tahunan yang rutin, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya. Bobby menekankan pentingnya MTQ sebagai bentuk kegiatan keagamaan yang terus-menerus memberikan kontribusi positif.

“Kami tidak ingin MTQ jadi ajang seremonial, bukan suksesi gubernur atau sekadar pagelaran tahunan. Yang paling penting bagaimana MTQ benar-benar menjadi sarana syiar Alquran di Sumatera Utara,” ucap Bobby usai melantik pengurus LPTQ Sumut periode 2026-2030 serta Dewan Hakim MTQ Ke-40 di Kantor Gubernur Sumut, Ahad (14/6).

Menurut Bobby, MTQ Ke-40 akan menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan dan semangat kompetisi di antara peserta. “Dengan berbagai persiapan yang matang, kita yakin acara ini akan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Sumut untuk terus menghargai nilai-nilai Alquran,” katanya. Ia menambahkan, LPTQ Sumut akan terus berperan sebagai penyalur kegiatan keagamaan, terutama dalam memupuk minat generasi muda untuk membaca dan menghafal Alquran.

Pelantikan pengurus LPTQ Sumut periode 2026-2030 dilakukan oleh Sulaiman Harahap sebagai Ketua Umum. Nama-nama yang diangkat meliputi Muhammad Yasir Tanjung sebagai Ketua Harian, Rijal Ahmad Rangkuti sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Syaifuddin Hazmi Lubis sebagai Ketua Dewan Hakim MTQ Ke-40. Keempat tokoh ini akan memastikan keberlangsungan acara dan penilaian lomba berjalan adil serta transparan.

Sulaiman juga mengingatkan bahwa MTQ Ke-40 memiliki tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah.” Tema ini menggambarkan harmoni dalam perayaan syiar Alquran, sekaligus semangat kolaborasi antar daerah dan sektor. “Kita ingin MTQ menjadi wadah kebersamaan, baik dari peserta, panitia, maupun masyarakat luas,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada komitmen semua pihak untuk menjaga kualitas dan makna lomba.

Sebagai bagian dari persiapan, pihak panitia MTQ Ke-4