New Policy: KEK Singhasari bermitra dengan IIM Bangalore siapkan talenta global

KEK Singhasari dan IIM Bangalore Kolaborasi Membentuk Talenta Global

New Policy – Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari bermitra dengan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore untuk memperkuat pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan tinggi di pasar internasional. Kerja sama ini bertujuan menciptakan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan global, dengan fokus pada inovasi dan keterampilan mutlak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa KEK tidak hanya menjadi sentral investasi, tetapi juga lokus transformasi kebijakan pendidikan dan pengembangan kapasitas SDM. “Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, yang menuntut peningkatan produktivitas, kolaborasi inovatif, serta SDM yang mampu bersaing di level internasional,” ujarnya dalam agenda penandatanganan MoU di Kemenko Perekonomian, Senin lalu.

Kemitraan antara KEK Singhasari dan lembaga pendidikan ternama asal India ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan ekosistem pendidikan. Susiwijono menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengajaran yang responsif terhadap tren masa depan. Ia menambahkan bahwa upaya ini selaras dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang pendidikan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital. “Dengan pendekatan holistik, kita bisa menciptakan SDM yang mampu berkiprah dalam era globalisasi,” katanya.

“Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, yang membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global,”

Kerja sama dengan IIM Bangalore juga menjadi bagian dari rangkaian inisiatif yang menguatkan hubungan ekonomi bilateral Indonesia-India. Selain itu, IIM terlibat dalam beberapa proyek pendidikan dan teknologi di KEK Singhasari, seperti Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor. Keduanya berperan penting dalam meningkatkan kemampuan digital dan kreatif para pelaku usaha, serta memastikan keberlanjutan inovasi di sektor teknologi. “Ini adalah bentuk ekspansi kerja sama strategis yang mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri,” jelas Susiwijono.

Kemitraan ini diharapkan menjadi penanda penting dalam membangun SDM unggul, sekaligus memperkuat kerangka pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar global. Susiwijono menuturkan bahwa dengan pendekatan kolaboratif, KEK Singhasari bisa menjadi wadah untuk menyalurkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi nasional. “Program pelatihan dan penelitian bersama akan menciptakan wawasan baru yang selaras dengan isu-isu kontemporer, seperti kecerdasan buatan dan ekonomi berbasis teknologi,” ujarnya.

Indonesia dan India telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam sektor perdagangan. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 23,2 miliar dolar AS, sedangkan selama Januari hingga April 2026, angka tersebut tercatat sebesar 7,9 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menunjukkan keberhasilan kerja sama ekonomi yang berkelanjutan, dengan KEK Singhasari menjadi salah satu pendorong utama. Kemitraan dengan IIM Bangalore diharapkan mempercepat proses ini dengan memberikan pelatihan berbasis teknologi dan keterampilan spesialis.

Sebagai bagian dari inisiatif ekonomi, KEK Singhasari juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan. Susiwijono menyampaikan bahwa pemerintah fokus pada transformasi ekosistem pendidikan agar selaras dengan kebutuhan industri. “Kerja sama dengan IIM Bangalore adalah langkah konkrit untuk mewujudkan SDM yang mampu mengisi posisi strategis di sektor ekonomi global,” katanya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Kerja sama dengan institusi pendidikan India ini juga memberikan ruang bagi para mahasiswa dan peneliti untuk mengakses sumber daya terbaik. Selain itu, program pelatihan bersama diharapkan memperkuat hubungan antara kedua negara dalam bidang teknologi dan inovasi. “Ini adalah langkah penting dalam menegakkan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan,” kata Susiwijono. Ia menambahkan bahwa KEK Singhasari akan terus berperan sebagai pusat pengembangan SDM, serta memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga pendidikan lainnya.

Kerja sama yang dijalin antara KEK Singhasari dan IIM Bangalore memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Susiwijono menyatakan bahwa sinergi antara KEK dan lembaga pendidikan seperti IIM akan menjadi magnet untuk menarik investor dan talenta global. “Program pelatihan yang dipersiapkan akan menciptakan SDM yang siap bersaing di tingkat dunia, termasuk di bidang teknologi tinggi dan bisnis inovatif,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi ini menjadi contoh yang bisa diikuti oleh institusi pendidikan lainnya di Indonesia.

Dalam konteks pembangunan nasional, Susiwijono menyatakan bahwa KEK Singhasari tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekonomi, tetapi juga sebagai wadah untuk menciptakan solusi inovatif. “Kita perlu memastikan bahwa pelatihan dan pengembangan SDM tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya. Ia menekankan bahwa program pelatihan bersama dengan IIM Bangalore akan memperkuat kemampuan SDM dalam menghadapi perubahan global yang terus berlangsung.

Kerja sama antara KEK Singhasari dan IIM Bangalore juga berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Susiwijono menjelaskan bahwa pemerintah berupaya memperluas peluang kerja sama dengan institusi internasional untuk memastikan SDM menjadi bagian dari proses transformasi digital. “Kita perlu menciptakan ekosistem pendidikan yang fleksibel dan selaras dengan inovasi,” katanya. Ia menyebutkan bahwa program ini akan membantu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi nasional, termasuk peningkatan produktivitas dan kualitas layanan jasa.

Dengan semangat kolaborasi, KEK Singhasari dan IIM Bangalore akan menggali potensi SDM secara berkelanjutan. Susiwijono menegaskan bahwa kerja sama ini adalah langkah awal dalam membangun fondasi pendidikan tinggi yang mampu menciptakan talenta berkualitas. “Kami yakin bahwa kemitraan ini akan menjadi tonggak penting dalam menyukseskan visi pembangunan ekonomi yang inklusif,” ujarnya. Ia menutup wawancara dengan harapan bahwa program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda Indonesia.

Komitmen Bersama Membentuk SDM yang Berdaya Saing

Kerja sama KEK Singhasari dengan IIM Bangalore dipandang sebagai