Latest Program: DBS Treasures mencatat laba bersih tumbuh 289 persen
DBS Treasures mencatat laba bersih tumbuh 289 persen
Latest Program – Dari Jakarta, Direktur Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengungkapkan bahwa unit usaha DBS Treasures berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahunan (YoY) yang mencengangkan, yaitu sebesar 289 persen. Angka ini jauh melampaui target anggaran yang hanya sebesar 157 persen. Selain itu, jumlah nasabah baru juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 73 persen YoY. Pertumbuhan yang diukir dalam agenda Media Luncheon, Kamis lalu, menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam operasional bisnis di sektor layanan keuangan.
Strategi Wealth Management yang Efektif
Menurut Melfrida, pertumbuhan tersebut berjalan sejalan dengan perubahan perilaku konsumen kelas menengah ke atas yang semakin menonjol, terutama dalam lingkungan pasar yang tidak menentu. Faktor seperti ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global dianggap sebagai penyebab utama dari dinamika ini. “Kita punya laba bersih yang tumbuh 289 persen YoY. Target anggaran kami sendiri hanya 157 persen, jadi ini melebihi ekspektasi,” tambahnya. DBS, kata Melfrida, telah menyesuaikan strategi wealth management dengan mengedepankan wawasan objektif dan komprehensif, serta pendekatan yang fokus pada peluang dan kepuasan nasabah.
“Hal ini didasarkan atas kesuksesan rekomendasi portofolio yang lebih personal melalui integrasi wawasan investasi regional dari CIO (Chief Investment Office) DBS dan teknologi machine learning terhadap pendampingan investasi,”
Kondisi Pasar dan Dampak Global
Seiring berjalannya beberapa tahun terakhir, DBS mencatat bahwa perilaku nasabah affluent mengalami pergeseran nyata. Situasi pasar global yang tidak stabil, seperti ketidakpastian geopolitik dan volatilitas bursa, menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka. Hal ini disebut sebagai fokus utama dalam pengembangan strategi bisnis, dengan penekanan pada ketersediaan wawasan investasi yang dapat diterapkan langsung serta pendekatan personalisasi.
Dalam periode hingga Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi hampir 30 persen, yang mencerminkan tekanan dari aliran modal asing. Data menunjukkan bahwa arus keluar modal asing mencapai sekitar Rp41,16 triliun, menggambarkan ketidakpastian yang terus berlanjut. Kondisi ini, menurut Melfrida, berdampak pada tren penurunan suku bunga dan persaingan promosi perbankan yang semakin ketat selama tahun 2025. Meski demikian, DBS berhasil memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui strategi yang adaptif dan berorientasi solusi.
Respon Terhadap Perubahan Pasar
DBS Treasures tidak hanya berfokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga pada peningkatan pengalaman pelanggan. Melfrida menjelaskan bahwa kepuasan nasabah telah mencapai tingkat solid, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan positif di awal tahun 2026. “Kenaikan suku bunga yang terjadi sepanjang tahun ini menjadi peluang baru, dan kami memanfaatkan hal ini dengan meningkatkan apresiasi nasabah,” ujarnya. Struktur strategi yang diterapkan mencakup analisis pasar yang lebih mendalam, serta penerapan teknologi untuk memberikan dukungan investasi yang lebih responsif.
Unit usaha tersebut juga mengadaptasi pendekatan keuangan berbasis wawasan regional, memungkinkan rekomendasi investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dengan memadukan kecerdasan buatan dan data keuangan, DBS mampu menghadirkan solusi yang lebih efektif, terutama dalam lingkungan pasar yang dinamis. “Kami menekankan keberlanjutan strategi, sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan meskipun situasi ekonomi berubah,” kata Melfrida. Hal ini menjadikan DBS Treasures sebagai salah satu pemain utama dalam sektor layanan keuangan di Indonesia.
Analisis Tren dan Proyeksi Masa Depan
Dalam wawancara lebih lanjut, Melfrida menyoroti bahwa faktor eksternal seperti perubahan kondisi pasar global dan domestik tetap menjadi tantangan utama. Namun, DBS percaya bahwa kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi kunci untuk bertahan dan tumbuh. “Kami mengantisipasi fluktuasi pasar, sehingga strategi yang kami gunakan terus berubah sesuai dengan kondisi terkini,” jelasnya. Penekanan pada pendekatan personalisasi dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat loyalitas nasabah, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di sisi lain, penggunaan teknologi machine learning dalam pendampingan investasi menjadi faktor penunjang utama pertumbuhan tersebut. Metode ini memungkinkan DBS Treasures memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan cepat, berdasarkan analisis data historis serta pergerakan pasar. “Dengan teknologi ini, kami bisa merespons permintaan pelanggan secara real-time, bahkan sebelum mereka menyadari kebutuhan tersebut,” tambah Melfrida. Selain itu, penerapan wawasan investasi regional dari CIO DBS memberikan perspektif yang lebih luas dalam merancang portofolio yang sesuai dengan risiko dan preferensi masing-masing nasabah.
Perspektif Jangka Panjang dan Peluang Baru
Kinerja yang luar biasa di 2026 juga menunjukkan bahwa DBS Treasures mampu beradaptasi dengan perubahan siklus pasar. Sebagai contoh, meski IHSG terkoreksi secara signifikan, jumlah nasabah tetap meningkat karena kualitas layanan yang diberikan. “Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi kami memenuhi kebutuhan pasar, terutama dalam fase kenaikan suku bunga,” kata Melfrida. Di masa depan, perusahaan berencana untuk terus mengembangkan solusi keuangan yang berfokus pada pengelolaan aset dan konsultasi personal, guna menjaga kepercayaan nasabah.
Dengan kombinasi pendekatan konservatif dan inovatif, DBS Treasures diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan-perusahaan keuangan lain dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Melfrida menegaskan bahwa keseimbangan antara strategi jangka pendek dan jangka panjang menjadi prinsip utama dalam pengelolaan bisnis. “Kami tidak hanya melihat angka, tetapi juga bagaimana nasabah merasa nyaman dengan layanan yang kami berikan,” ujarnya. Dengan demikian, pertumbuhan laba bersih yang mencapai 289 persen menjadi bukti bahwa DBS mampu memenuhi harapan pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar keuangan.
