Latest Program: Pelindo pastikan operasional normal di tengah potensi banjir rob
Pelindo Pastikan Operasional Normal di Tengah Potensi Banjir Rob
Latest Program – Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Dalam situasi cuaca yang diperkirakan berpotensi mengalami banjir rob, Pelindo Cabang Kalimas memberikan jaminan bahwa kegiatan operasional di pelabuhan tetap berjalan lancar dan aman. Meski terdapat peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Tanjung Perak, pihak Pelindo menegaskan upaya mereka untuk menjaga kinerja pelabuhan. “Kami terus memantau kondisi pasang surut dan berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait,” ujar General Manager Pelabuhan Kalimas, GSN dan Terminal Penumpang Ana Andiliya di Surabaya, Selasa.
Keberlanjutan Operasional Meski Ada Ancaman Banjir Rob
Sejumlah area di Kawasan Pelabuhan Kalimas sempat mengalami genangan air akibat fenomena banjir rob pada Senin (15/6). Namun, genangan tersebut segera ditangani dan permukaan air kembali surut dalam waktu kurang dari dua jam. Kejadian ini tidak menimbulkan dampak serius terhadap kegiatan kepelabuhanan, seperti pelayaran dan pengoperasian fasilitas. Banjir rob, yang merupakan bagian dari fenomena alam, terjadi karena kenaikan permukaan air laut yang menggenangi wilayah pesisir, termasuk sebagian kawasan pelabuhan.
“Berbagai langkah antisipasi telah kami siapkan, mulai dari normalisasi saluran air, penyiagaan pompa, hingga personel di lapangan,” kata Ana Andiliya.
Dalam menghadapi situasi ini, Pelindo Kalimas tidak hanya fokus pada respons cepat tetapi juga melakukan persiapan jangka panjang. Upaya normalisasi saluran pembuangan air dilakukan secara rutin untuk memastikan aliran air tetap optimal. Selain itu, pompa air telah disiagakan agar proses pengaliran air ke laut lebih efisien. Ana menegaskan bahwa aktivitas seperti bongkar muat, pelayanan kapal, dan penggunaan fasilitas pelabuhan tidak mengalami gangguan meski ada genangan sementara.
Proses Mitigasi Banjir Rob di Pelabuhan Kalimas
Langkah mitigasi yang diambil Pelindo Kalimas mencakup penguatan sistem drainase dan pemeriksaan terus-menerus terhadap kondisi kawasan pelabuhan. Genangan air yang terjadi pada Senin (15/6) menjadi contoh nyata keberhasilan upaya tersebut. Pemantauan intensif dilakukan di sejumlah titik strategis oleh personel dan tim operasional. Hal ini memungkinkan respons yang cepat ketika banjir rob kembali terjadi selama periode yang diprediksi BMKG, yaitu 12–18 Juni 2026.
Banjir rob, yang dipicu oleh pasang air laut, dapat menyebabkan peningkatan permukaan air hingga beberapa sentimeter. Fenomena ini seringkali terjadi pada musim tertentu, terutama saat arus laut dan angin bergerak dalam cara tertentu. Meski begitu, Pelindo Kalimas telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk meminimalkan risiko, termasuk menyiapkan alat-alat khusus untuk mengatasi genangan air di area strategis.
Koordinasi dengan Otoritas Terkait untuk Memastikan Keamanan
BMKG Kelas II Tanjung Perak memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir rob selama 12–18 Juni 2026. Pelindo Cabang Kalimas berupaya memanfaatkan informasi ini untuk merencanakan tindakan pencegahan sejak dini. Koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga operasional pelabuhan tetap stabil.
Sebagai institusi yang menjadi pintu masuk penting untuk ekspor-impor dan perekonomian daerah, pelabuhan Kalimas harus tetap siap dalam segala kondisi cuaca. Ana Andiliya menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan simulasi dan evaluasi rutin untuk memperkuat sistem darurat. “Kami ingin memastikan bahwa pengguna jasa pelabuhan tidak mengalami hambatan dalam aktivitas mereka,” tutur Ana.
Imbauan kepada Masyarakat dan Pengguna Jasa
Menurut Ana, masyarakat sekitar pelabuhan dan para pengguna jasa dianjurkan tetap waspada terhadap fenomena banjir rob yang diprediksi BMKG. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah antisipasi telah berjalan optimal. Selain itu, pengguna jasa diingatkan untuk senantiasa mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. “Kami juga menyampaikan pesan bahwa keberlanjutan operasional pelabuhan sangat penting bagi kegiatan ekonomi,” imbuh Ana.
Langkah-langkah yang diambil oleh Pelindo Kalimas mencerminkan komitmen dalam menjaga stabilitas operasional, terutama di tengah ancaman alam. Dengan adanya normalisasi saluran, penyiagaan pompa, dan personel yang siap, pihak Pelindo memastikan bahwa kawasan pelabuhan tetap aman bagi pengguna jasa. Banjir rob, meski memiliki dampak lokal, tidak mengganggu aktivitas utama di pelabuhan yang menjadi pusat logistik kota Surabaya.
Proyeksi Cuaca dan Kesiapan Pelindo
Peringatan dini yang diberikan BMKG Kelas II Tanjung Perak menunjukkan adanya kemungkinan kenaikan permukaan air laut selama periode 12–18 Juni 2026. Pelindo Kalimas menganggap ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesiapan operasional. Ana Andiliya menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem manajemen darurat serta mengupdatkan data cuaca secara real-time untuk mengoptimalkan respons.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pelindo juga menyiapkan penyedotan air dan pengaturan jalur alternatif. Hal ini dilakukan agar genangan tidak menghambat akses ke pelabuhan. Meski ada ancaman banjir rob, kegiatan logistik dan transportasi laut tetap dijaga agar tidak terganggu. Ana menegaskan bahwa Pelindo Kalimas memiliki rencana operasional yang terstruktur untuk menghadapi situasi tersebut.
Stabilitas Operasional sebagai Prioritas
Kontribusi Pelindo Kalimas terhadap keberlanjutan ekonomi daerah sangat signifikan, terutama dalam menjaga alur perdagangan. Dengan kebijakan pengoperasian pelabuhan yang tetap stabil, pengguna jasa dapat menjalankan kegiatan bisnis tanpa hambatan. Banjir rob, meski berpotensi menimbulkan genangan, tidak mengubah fokus utama Pelindo, yakni menjaga kualitas dan konsistensi layanan.
Sebagai tindakan pencegahan, seluruh proses operasional di Pelabuhan Kalimas dijaga dengan ketat. Termasuk dalam hal manajemen air, pihak Pelindo melakukan langkah-langkah untuk memastikan sistem drainase tetap fungsional. Ana Andiliya menekankan bahwa langkah-langkah tersebut telah
