Program Terbaru: TNI Siaga 1! Ini 7 Perintah Panglima TNI Antisipasi Dampak Konflik Global

TNI Berada dalam Siaga 1 untuk Mantisipasi Dampak Konflik Global

JAKARTA, KOMPAS.com – Jenderal Agus Subiyanto, Komandan TNI, menerbitkan telegram yang menginstruksikan seluruh jajaran militer untuk menetapkan status siaga tingkat 1. Langkah ini bertujuan mengantisipasi perubahan situasi global, terutama konflik di wilayah Timur Tengah. Telegram tersebut bernomor TR/283/2026, ditandatangani oleh Letjen Bobby Rinal Makmun, Asisten Operasi Panglima TNI, pada 1 Maret 2026.

Konfirmasi dari Kapuspen TNI

Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, Kepala Pusat Penerangan TNI, mengonfirmasi adanya instruksi tersebut saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (7/3/2026) malam. “Perlu saya sampaikan bahwa sesuai amanat Undang-Undang TNI, salah satu tugas utama adalah melindungi seluruh bangsa dan wilayah Indonesia dari ancaman yang dapat mengganggu keutuhan negara,” ujarnya kepada Kompas.com.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia.

Detail Tujuh Perintah Siaga 1

Status siaga tingkat 1 berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Berikut tujuh instruksi utama yang dikeluarkan oleh Panglima TNI:

1. Jajaran Komando Utama Operasi TNI diminta siapkan personel dan alutsista guna menjaga kesiapan operasional. Selain itu, mereka juga melakukan patroli rutin di objek vital strategis seperti bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, serta fasilitas penting seperti kantor PLN.

2. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diberi tugas memantau kondisi udara secara terus-menerus selama 24 jam untuk mendeteksi ancaman awal.

3. Badan Intelijen Strategis TNI (Bais) diminta memandu atase pertahanan Indonesia di negara-negara yang terdampak konflik. Mereka perlu mengumpulkan data keadaan WNI dan siapkan rencana evakuasi bila diperlukan. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik.

4. Kodam Jaya meningkatkan pengawasan di wilayah DKI Jakarta, termasuk objek vital dan kawasan kedutaan, untuk memastikan stabilitas keamanan.

5. Satuan intelijen TNI fokus pada deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan di area strategis serta zona kedutaan.

6. Seluruh badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diwajibkan menjaga kesiapan di satuan masing-masing.

7. Setiap perubahan situasi di lapangan harus dilaporkan langsung ke Panglima TNI untuk tindakan cepat.

Manfaat Siaga 1 untuk Keamanan Negara

Aulia menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI, yaitu menjaga keutuhan bangsa dan negara. Dengan status siaga 1, TNI dapat merespons berbagai kemungkinan perubahan situasi di berbagai tingkat, baik internasional, regional, maupun nasional.

Pemerintah diminta memastikan pasukan TNI di Gaza tetap tidak konfrontatif dengan Hamas. Sementara itu, TNI secara rutin mengadakan apel dan pengecekan kesiapan guna memastikan seluruh prajurit dan kekuatan militer dalam kondisi siap beroperasi.