Warga bongkar Makam kuno di Sembung Tulungagung
Daftar Isi
Ayobantudonasi.com – Warga bongkar Makam kuno di Sembung, Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada hari Kamis. Pembongkaran tersebut ditujukan terhadap sebuah makam kuno yang diduga berasal dari periode peralihan Hindu-Buddha menuju awal penyebaran Islam, sekitar abad ke-16. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung, Haryadi, menyatakan bahwa makam itu memiliki nisan bergaya Tembayat atau Baya, sebuah ciri khas yang umum ditemukan pada kompleks pemakaman dari masa transisi tersebut.
Identifikasi dan Karakteristik Arsitektur Makam
Haryadi menjelaskan bahwa bentuk nisan menyerupai kelir atau gunungan, dengan bagian atas yang melebar dan memipih membentuk siluet khas. "Itu menyerupai gunungan dalam pewayangan atau bentuk kurawal makara kuno," ujarnya. Batu nisan pada makam tersebut dipahat langsung dari batu andesit dengan tekstur guratan kasar yang merupakan bekas pahatan manual. Bagian bawah nisan diduga bertumpu pada umpak batu persegi berundak, meniru gaya arsitektur lapik arca atau bangunan suci masa pra-Islam.
"Nisan dengan langgam seperti ini merekam jejak akulturasi budaya yang kuat antara seni ukir masa klasik Majapahit dan Demak berpadu dengan makam kasepuhan Islam," kata Haryadi.
Dari karakteristik batu nisan tersebut, Haryadi menduga makam itu berasal dari abad ke-16 hingga abad ke-17 Masehi. Ia menegaskan bahwa proses warga bongkar Makam kuno di Sembung bukan sekadar penggalian biasa, melainkan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal Tulungagung yang telah lama tersembunyi di bawah tanah.
Sejarah Penemuan dan Kepemilikan Tanah
Imam Mustajib, pemilik tanah di lokasi makam, menceritakan bahwa makam itu pertama kali ditemukan sekitar tahun 1995. Saat itu terdapat pohon trembesi di pekarangan rumahnya yang kemudian ditebang, dan di bawahnya tersingkap keberadaan makam kuno tersebut. "Sampai sekarang tidak ada warga yang tahu tentang makam kuno ini. Warga juga tidak mengetahui siapa yang dimakamkan di sini," tutur Imam Mustajib. Selama hampir tiga dekade, makam itu tetap tertutup tanah dan vegetasi tanpa pernah menjadi perhatian publik maupun otoritas budaya setempat.
Proses Pembongkaran dan Rencana Relokasi
Proses pembongkaran dilakukan setelah melalui musyawarah lintas sektor yang melibatkan pemerintah kelurahan, kecamatan, serta Tim Ahli Cagar Budaya. Rencana yang disepakati adalah memindahkan jasad di dalam makam ke kompleks pemakaman di Kelurahan Botoran. Hingga saat ini, penggalian telah mencapai kedalaman sekitar tiga meter, namun jasad belum ditemukan di lapisan tanah yang telah dibuka.
Mengingat makam yang diperkirakan berusia ratusan tahun tersebut, kemungkinan besar jasad di dalamnya sudah tidak utuh. "Ada tiga kemungkinan: jasad ditemukan secara utuh, jasad tinggal tulang belulang, atau jasad sudah hilang atau muska," pungkas Haryadi. Warga sekitar tetap mengawasi jalannya penggalian dengan penuh perhatian, menyadari bahwa setiap lapisan tanah yang dibuka menyimpan potensi informasi sejarah baru bagi kajian budaya Tulungagung.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Warga Bongkar Makam Kuno di Sembung
Kapan dan di mana pembongkaran makam kuno ini dilakukan?
Pembongkaran dilaksanakan pada hari Kamis di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kegiatan diawasi langsung oleh Tim Ahli Cagar Budaya Tulungagung bersama pemerintah setempat.
Apakah makam ini sudah memiliki identitas pemilik?
Sampai saat ini belum ada catatan atau informasi yang mengidentifikasi siapa yang dimakamkan di dalam makam tersebut. Imam Mustajib, pemilik tanah, menegaskan bahwa tidak ada warga setempat yang mengetahui asal-usul maupun penghuni makam itu.
Ke mana jasad akan dipindahkan setelah penggalian selesai?
Berdasarkan hasil musyawarah lintas sektor, jasad akan direlokasi ke kompleks pemakaman di Kelurahan Botoran, Tulungagung, agar tetap mendapat perlakuan sesuai adat dan ketentuan yang berlaku.