Solving Problems: Pameran FIFA di Miami tampilkan jersei Indonesia dan trofi Jules Rimet
Pameran FIFA Miami: Solving Problems dengan Jersey Indonesia dan Trofi Jules Rimet
Solving Problems – Miami, Amerika Serikat (ANTARA) – Sebuah pameran bertajuk “Unidad – The World’s Game” yang diselenggarakan oleh FIFA Museum kini hadir di kota Miami, Amerika Serikat. Acara ini menghadirkan berbagai elemen menarik seputar dunia sepak bola, mulai dari koleksi foto-foto bersejarah, instalasi seni, hingga memorabilia langka. Di antara barang-barang yang dipamerkan terdapat jersei tim nasional Indonesia serta trofi Jules Rimet yang menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung. Solving Problems menjadi tema yang menghubungkan semua koleksi dalam pameran ini.
Pertemuan dengan pameran ini diyakini akan memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi para pengunjung. Patrick Tobler, yang menjabat sebagai Manajer Komunikasi untuk FIFA Museum, menyampaikan hal tersebut saat berada di lokasi pameran yang bertempat di Freedom Tower, Miami, pada hari Sabtu. Ia menjelaskan bahwa melihat koleksi-koleksi di museum ini akan membuat seseorang merinding karena keagungan sejarah yang terkandung di dalamnya. Solving Problems melalui pameran ini membantu pengunjung memahami evolusi sepak bola global.
Eksplorasi Dua Lantai Freedom Tower
Eksibisi “Unidad – The World’s Game” ini menempati dua lantai di Freedom Tower dan dibuka secara bersamaan dengan gelaran Piala Dunia 2026. Perjalanan dimulai dari lantai pertama, di mana pengunjung akan disambut oleh layar interaktif sebagai pembuka. Layar tersebut menampilkan kuis pengetahuan seputar Piala Dunia yang dapat dimainkan oleh empat orang secara bersamaan. Selain itu, terdapat pula perangkat realitas virtual (VR) serta foto-foto dokumentasi persiapan Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930.
Setelah melewati ruang pembuka, pengunjung akan menemukan instalasi warna-warni yang memikat pandangan mata. Di sini tersaji seluruh jersei kandang milik 211 federasi anggota FIFA, termasuk di dalamnya adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Jersei-jersei tersebut disusun berdasarkan warna, sehingga jersei timnas Indonesia berada di antara kumpulan jersey berwarna merah, sejajar dengan jersei Belgia dan Mesir. Solving Problems melalui visualisasi ini memungkinkan pengunjung melihat keragaman identitas sepak bola dunia.
Di depan jersei tersebut, tersedia layar interaktif yang menampilkan gambar semua jersei yang ada. Ketika diklik, layar akan menunjukkan profil singkat federasi negara tersebut beserta pencapaian mereka di Piala Dunia. Tidak hanya itu, di lantai yang sama juga dipajang berbagai bola yang pernah digunakan dalam Piala Dunia sejak tahun 1930, serta peralatan pendukung permainan seperti alat komunikasi wasit. Miniatur satelit Telstar 1 juga ditampilkan, dengan motif hitam putihnya yang menjadi inspirasi desain bola Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Sejarah Sepak Bola Amerika Serikat
Karena pameran ini berlokasi di Miami, FIFA juga menyertakan sejarah perkembangan sepak bola Amerika Serikat yang bermula pada pertengahan abad ke-19. Dalam sesi ini, pengunjung dapat melihat jejak paling terkenal dari sepak bola AS, mulai dari trofi juara North American Soccer League (NASL) tahun 1977 yang diraih Pele hingga jersei klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, milik megabintang Argentina Lionel Messi. Solving Problems melalui konteks lokal ini menunjukkan bagaimana sepak bola berkembang di berbagai belahan dunia.
Dari area tersebut, pengunjung diarahkan menuju lantai dua dengan melewati tangga yang dindingnya dihiasi foto ikonik maestro sepak bola Pele saat mengangkat trofi Jules Rimet setelah Brasil menjuarai Piala Dunia 1970. Lantai dua menghadirkan sejarah Piala Dunia dari tahun 1930 hingga 2022, lengkap dengan jersei asli tim-tim juara. Sebagai contoh, dari Piala Dunia 1930 di mana Uruguay menjadi juara, FIFA memamerkan jersei kapten Uruguay Jose Nasazzi, serta jersei Diego Maradona yang mengapteni Argentina untuk menjuarai Piala Dunia 1986.
Di hadapan memorabilia tersebut, berdiri trofi klasik Piala Dunia yakni Jules Rimet yang dipakai pada Piala Dunia 1930-1970 dan trofi Piala Dunia Putri yang digunakan tahun 1991-1995. Keduanya merupakan replika karena Jules Rimet dan trofi Piala Dunia Putri 1991-1995 yang orisinal sudah hilang dicuri. Dua trofi itu menghuni bilik yang berisi layar raksasa, menampilkan cuplikan beragam pertandingan Piala Dunia dengan suara imersif sehingga penonton seolah-olah berada di tengah pertandingan tersebut.
Sudut Suporter dan Informasi Tiket
Sudut terakhir dari pameran tersebut menampakkan sebuah ruangan kaca dari sudut pandang suporter tim Piala Dunia. Di sana, nyanyian dan yel-yel dukungan menghambur dengan suara imersif yang menggelegar demi membuat penonton pameran merasakan seperti berada di tengah-tengah para pendukung di tribun. Solving Problems melalui pengalaman multisensor ini menciptakan koneksi emosional yang kuat antara pengunjung dan sejarah sepak bola.
Pameran “Unidad – The World’s Game” dibuka setiap hari selama Piala Dunia 2026 pukul 10.00 sampai 18.00 waktu Miami. Untuk masuk ke sana, pengunjung umum harus membayar 18 dolar AS, sementara untuk yang berumur 7-18 tahun dan pelajar bisa mendapatkan tiket seharga 12 dolar AS. Mereka yang berusia 62 tahun ke atas dapat memperoleh tiket di harga 14 dolar AS. Solving Problems melalui aksesibilitas ini memastikan banyak orang dapat menikmati pameran bersejarah ini.
“Melihat pameran di museum ini akan membuatmu merinding,” ujar Manajer Komunikasi untuk FIFA Museum, Patrick Tobler, menggambarkan pengalaman Solving Problems yang ditawarkan melalui pameran ini kepada para pengunjung dari seluruh dunia.
