New Policy: BWS Saddang rehabiliitasi irigasi persawahan 8.945 hektare di Sidrap
New Policy: Rehabilitasi Irigasi Sidrap Capai 8.945 Hektare
New Policy – Balai Wilayah Sungai Saddang meluncurkan program rehabilitasi besar-besaran untuk jaringan irigasi persawahan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Proyek ini menargetkan perbaikan saluran irigasi sepanjang 12,5 kilometer yang melayani areal pertanian seluas 894,5 hektare. Lahan persawahan tersebut tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Panca Lautang dan Kecamatan Tellu Limpue.
Andi Faizal Fahrial, Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, menjelaskan bahwa New Policy ini digenjot secara cepat melalui kolaborasi multipihak. Tujuannya adalah mencapai swasembada pangan yang lebih optimal bagi masyarakat Sidrap. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran pers resmi pada hari Jumat, yang menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan proyek infrastruktur pertanian.
“Kolaborasi ini kita genjot secara cepat agar bisa swasembada pangan,” ujar Andi Faizal Fahrial.
Target dan Prioritas Rehabilitasi
Fokus utama dari New Policy ini adalah pada titik-titik prioritas yang telah ditentukan secara matang. Koordinasi intensif dilakukan dengan Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) serta melibatkan para kelompok tani dan petani lokal secara langsung. Hal ini dilakukan agar manfaat dari saluran pengairan yang diperbaiki dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Andi juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga aset irigasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa jika aliran air berjalan lancar, maka produktivitas padi di Sidrap sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan akan semakin meningkat.
“Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat,” tambahnya.
Menurut Andi, realisasi New Policy rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Usulan yang diajukan telah disetujui untuk segera dilaksanakan. Selain itu, peluang untuk mengajukan usulan rehabilitasi jaringan irigasi pada tahap kedua masih terbuka lebar. Harapan besar adalah agar program ini terus berlanjut hingga seluruh saluran induk irigasi dapat dituntaskan pembangunannya secara menyeluruh.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyatakan bahwa New Policy rehabilitasi Daerah Irigasi ini merupakan jawaban konkret atas persoalan irigasi yang telah puluhan tahun dikeluhkan oleh para petani. Nilai proyek yang dikerjakan mencapai sekitar Rp15 miliar, dengan jadwal pelaksanaan dari bulan Juli hingga Desember 2026. Pekerjaan fisik meliputi perbaikan saluran irigasi sepanjang 12,5 kilometer yang melayani areal persawahan seluas 894,5 hektare. Ruas-ruas yang menjadi prioritas dalam proyek ini meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21, hingga BSI23.
Syaharuddin mengungkapkan bahwa jaringan irigasi ini sudah puluhan tahun tidak pernah mengalami rehabilitasi. Akibatnya, saluran mengalami sedimentasi, dipenuhi sampah, dan banyak bagian yang rusak. Kondisi ini menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal. Ia menambahkan bahwa sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Sidrap dalam memulai kembali perbaikan infrastruktur vital tersebut.
“Sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Kita mulai perbaikan itu kembali,” kata Syaharuddin Alrif.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga meminta Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait untuk mengawal pekerjaan agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan. Ia menekankan bahwa apabila ada kendala, jangan dibuat menjadi masalah besar, tetapi carilah solusinya. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan kelancaran proyek hingga selesai.
Selain rehabilitasi Daerah Irigasi Saddang, sejumlah program penyediaan air lainnya juga direncanakan di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang. Bendung Torere akan dibangun di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka pada periode 2026-2028 dengan nilai anggaran sekitar Rp43 miliar. Program ini bertujuan untuk mengairi 1.025 hektare sawah. Pemerintah juga akan melanjutkan program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang kini memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Selain itu, irigasi perpompaan (Irpom) akan dibangun di Lajonga dan Elle Salewo dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Sebelumnya, sosialisasi mengenai rehabilitasi Daerah Irigasi telah digelar di Kelurahan Laj
