Solution For: Pertamina pastikan distribusi BBM di Sulawesi Tengah lancar usai gempa

Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Sulawesi Tengah Tetap Lancar Pasca-Gempa

Solution For –

Setelah mengalami gempa besar dengan magnitudo 6,7, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengklaim distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) berjalan lancar. Meski wilayah tersebut mengalami getaran tektonik yang cukup kuat, perusahaan energi nasional ini menegaskan bahwa layanan penyaluran bahan bakar dan elpiji tidak mengalami gangguan signifikan. “Hasil pemantauan kami lakukan, seluruh SPBU dan lembaga penyalur BBM tetap melaksanakan pelayanan,” ujar Sales Branch Manager (SBM) Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia, melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Selasa.

Koordinasi dan Pengawasan Intensif Dilakukan untuk Menjaga Ketersediaan BBM

Menurut Made Bilan Asasia, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan atau hambatan operasional yang mengganggu distribusi energi. “Kami memastikan bahwa stok BBM dan elpiji di Sulteng terpenuhi, sehingga kebutuhan masyarakat tetap tercukupi,” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa proses distribusi dari terminal-terminal bahan bakar serta fasilitas elpiji berjalan optimal, menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah layanan.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina memberikan instruksi kepada seluruh lembaga penyalur untuk tetap menjalankan operasional sesuai standar keselamatan. “Seluruh unit penyalur BBM dan elpiji diwajibkan melakukan pengecekan rutin terhadap sarana dan fasilitas, serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan atau kondisi yang berpotensi mengganggu pelayanan,” jelas Made Bilan.

Peneguhan Kesiapan Operasional dalam Situasi Darurat

Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, dan mitra kerja menjadi prioritas utama saat kondisi darurat. “Kami terus memantau perkembangan situasi bersama instansi terkait, serta memastikan kesiapan operasional penyaluran energi di Sulteng tetap terjaga,” ucap Lilik.

Menurut Lilik, seluruh lembaga penyalur diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan prosedur keselamatan secara disiplin. “Dengan langkah-langkah ini, kami dapat meminimalkan risiko potensial akibat gempa susulan yang mungkin terjadi,” tambahnya. Pertamina juga memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kondisi lapangan tetap aman dan kondusif.

Di sisi lain, Lilik menyampaikan bahwa Pertamina terus mengawasi aktivitas pelayanan BBM dan elpiji guna memastikan tidak ada gangguan dalam distribusi. “Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terlepas dari kondisi alam yang tidak menentu,” jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami meminta mereka membeli produk energi sesuai kebutuhan agar distribusi tetap optimal,” tambah Lilik.

Pertamina Siapkan Sistem Pemantauan Terpadu untuk Ketersediaan Energi

Untuk meminimalkan risiko terhadap distribusi energi, Pertamina melakukan pengecekan berkelanjutan terhadap seluruh titik distribusi. “Kami memiliki sistem pemantauan yang terintegrasi, sehingga setiap perubahan kondisi dapat segera ditangani,” kata Lilik. Ia menambahkan bahwa seluruh SPBU dan lembaga penyalur BBM serta elpiji sudah memperkuat protokol keamanan guna menjaga stabilitas operasional.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait mengenai perkembangan kegempaan. “Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat merespons situasi secara tepat dan menghindari kepanikan,” ujarnya.

Doa dan Harapan untuk Kembali Normal

Lilik menyampaikan harapan dan doa terbaik bagi warga Sulawesi Tengah yang terdampak gempa. “Semoga masyarakat yang terkena dampak gempa diberikan keselamatan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” imbuhnya. Ia juga menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menjaga kestabilan layanan energi, bahkan dalam kondisi terparah.

Sebagai langkah tambahan, Pertamina menawarkan layanan pertanyaan 24 jam melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135. “Masyarakat dapat menghubungi kami kapan saja untuk memperoleh informasi terkini atau melaporkan kendala terkait distribusi BBM dan elpiji,” kata Lilik.

Langkah Lengkap untuk Memastikan Ketersediaan Energi

Pertamina memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu meski ada potensi gempa susulan. “Kami telah melakukan persiapan ekstra untuk memastikan fasilitas tetap beroperasi, termasuk mengecek ketersediaan stok BBM di setiap terminal,” jelas Made Bilan Asasia. Ia menambahkan bahwa perusahaan juga memastikan stok elpiji terjaga, khususnya di area yang terkena dampak gempa.

Dalam situasi darurat, Pertamina mengambil langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan. “Kami memiliki tim respons cepat yang siap mengatasi masalah apa pun yang muncul,” kata Made Bilan. Ia juga memaparkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga kestabilan distribusi energi. “Dengan kerja sama yang baik, kami yakin distribusi BBM dan elpiji akan tetap lancar,” ujarnya.

Kepastian distribusi energi ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga kehidupan masyarakat. “Kami memahami bahwa energi adalah kebutuhan pokok, terutama dalam situasi seperti ini,” kata Lilik. Ia menekankan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan warga.

Pertamina menambahkan bahwa sistem distribusi BBM di Sulteng dikelola secara terpadu, dengan penyaluran yang terkontrol dan terdokumentasi. “Setiap pengiriman BBM dan elpiji diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam distribusi,” jelas Made Bilan. Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan ini dilakukan dengan teknologi canggih, termasuk sensor dan sistem monitoring real-time.

Sebagai bagian dari kebijakan antisipasi, Pertamina melakukan simulasi darurat untuk memastikan semua unit siap menjalankan tugas. “Simulasi ini dilakukan secara berkala, sehingga respons kami lebih cepat dan efisien,” ujar Lilik. Ia menegaskan bahwa keandalan sistem distribusi BBM dan elpiji di Sulawesi Tengah adalah prioritas utama.

Kedua manager Pertamina ini menegaskan bahwa distribusi bahan bakar akan terus berjalan, baik dalam kondisi normal maupun darurat. “Kami tidak hanya menghadapi gempa, tetapi juga siap menjaga layanan di segala kondisi,” pungkas Lilik. Dengan upaya yang dilakukan, Pertamina yakin masyarakat Sulawesi Tengah dapat beraktivitas seperti biasa.