Historic Moment: Zulkifli Hasan kenang almarhum mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Zulkifli Hasan Kenang Almarhum Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam Momen Sejarah
Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment yang bersejarah, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang meninggal dunia pada Sabtu (13/6) di Kabupaten Aceh Besar. Acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Aceh dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) menjadi kesempatan unik untuk menyampaikan kenangan serta ucapan belasungkawa. Zulkifli juga menegaskan dukungan terhadap warisan dan kontribusi almarhum bagi provinsi yang dipimpinnya selama 2012–2017, yang selama ini dianggap sebagai era penting dalam sejarah Aceh.
Perjalanan Hidup dan Warisan Zaini Abdullah
Zaini Abdullah, yang kerap disebut dengan gelar Abu Doto, berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh. Usia 86 tahun menjadi penutup perjalanan hidupnya setelah menjalani perawatan intensif di unit rawat inap. Dengan kepergian tokoh yang dihormati ini, keluarga besar dan masyarakat Aceh merasa kehilangan panutan yang selama ini berperan besar dalam membangun daerah. Penghormatan yang diberikan Zulkifli Hasan menunjukkan hubungan yang dekat dan sejarah kolaborasi mereka selama lebih dari satu dekade.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun kepada sahabat kami Zaini Abdullah. Saya sering berinteraksi dengan beliau saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan, ketika beliau menjadi Gubernur Aceh,” kata Zulkifli Hasan di Banda Aceh, Sabtu.
Zulkifli menambahkan bahwa selama masa kepemimpinan Zaini, Aceh mengalami perubahan besar dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur. Keberhasilan-keberhasilan tersebut menjadi bagian dari Historic Moment dalam sejarah Aceh, yang terus diingat oleh banyak pihak.
Kontribusi dalam Pembangunan Aceh
Zaini Abdullah dikenal sebagai sosok yang tegas dan penuh dedikasi, serta berperan aktif dalam mengemban amanat pembangunan Aceh. Dalam wawancara di BMA, Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa almarhum sering menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. “Beliau selalu menekankan bahwa Aceh harus berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya sekadar kemajuan politik tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulkifli, yang menjabat sebagai menteri pada masa yang sama dengan Zaini.
“Kalau bisa lebih maju dari daerah-daerah lain,” katanya, menegaskan keinginan Zaini Abdullah untuk Aceh tetap bersinar di antara provinsi lain, termasuk Sumatera Utara.
Kontribusi Zaini Abdullah tidak hanya terbatas pada bidang pemerintahan, tetapi juga mencakup peran aktifnya dalam menyejahterakan rakyat. Salah satu peninggalan terbesarnya adalah inisiatif pengembangan ekonomi lokal dan kebijakan yang mendukung pemerintah pusat dalam membangun Aceh sebagai provinsi yang maju.
Zulkifli Hasan menyoroti peran Zaini dalam menggerakkan proyek-proyek besar seperti pembangunan jalan raya, peningkatan akses pendidikan, serta pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. “Beliau memiliki visi jangka panjang untuk Aceh, dan saya berharap pesan-pesannya tetap hidup dalam Historic Moment yang kita alami sekarang,” tambahnya, menjelaskan semangat keberlanjutan yang ingin diwariskan almarhum.
Setelah selesai memberikan sambutan di acara pelantikan, Zulkifli Hasan bersama mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, bergerak menuju rumah duka almarhum di kawasan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Langkah ini memperkuat kepedulian tinggi terhadap kepergian tokoh yang selama ini dianggap sebagai panutan. Dalam perjalanan ke rumah duka, Zulkifli menyampaikan harapan bahwa keberhasilan masa lalu akan menjadi fondasi bagi masa depan Aceh yang lebih baik.
Historic Moment ini juga menjadi momen untuk mengenang perjuangan Zaini Abdullah selama berkampanye dan menjadi gubernur. Ia dikenang sebagai orang yang berani mengambil keputusan kontroversial namun tepat sasaran, seperti reformasi birokrasi dan pengangkatan generasi muda ke posisi strategis. Zulkifli Hasan menyatakan bahwa peran Zaini dalam memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah menjadi salah satu warisan berharga bagi Aceh.
