Latest Program: Pemerintah-OIKN-INOVASI perkuat literasi pendidikan dasar di IKN
Pemerintah dan OIKN Perkuat Literasi Pendidikan Dasar di IKN
Latest Program – Pada akhir Mei 2025, pemerintah pusat meluncurkan inisiatif baru untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Inisiatif ini melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) serta Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia, yang fokus pada pembangunan sektor pendidikan dasar. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman anak-anak tentang teks dan konsep matematika, sekaligus mendorong transformasi metode pengajaran di lingkungan sekolah dasar. Proses penguatan ini diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Selama dua bulan terakhir, tim dari OIKN dan mitra internasional telah menyalurkan program pelatihan serta pendampingan ke 15 sekolah dasar di wilayah Sepaku. Perubahan yang terjadi tidak hanya terlihat dari peningkatan hasil ujian, tetapi juga dari pergeseran pola kerja guru dan kepala sekolah. Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, menjelaskan bahwa program ini mendorong pendidik untuk lebih memahami kebutuhan belajar setiap murid, menggunakan asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Program penguatan literasi dan numerasi yang berjalan sejak 2024 sudah menunjukkan dampak nyata di beberapa SD,” katanya dalam wawancara di Nusantara, Sabtu.
“Tidak hanya kemampuan murid yang meningkat, tetapi juga cara guru mengajar, kepala sekolah memimpin, dan pengawas mendukung satuan pendidikan. Perubahan ini memperkuat kerja sama antar stakeholder,” ujar Alimuddin.
Program ini memperhatikan aspek-aspek utama seperti perbaikan kurikulum, penguatan metode mengajar, dan pembelajaran berbasis masalah. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan lebih mudah mengaitkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Alimuddin menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan secara berkala memberikan dampak langsung terhadap mutu pendidikan. Ia mengatakan, “Guru diberikan bimbingan untuk merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, sementara kepala sekolah menjadi fasilitator utama dalam mendorong perubahan tersebut.”
Pada hari Kamis (11/6), OIKN menyelenggarakan Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar di IKN. Acara ini dihadiri oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) serta tim Program INOVASI Kemitraan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi pengalaman terbaik dari sekolah-sekolah dampingan di Sepaku, serta menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan pendidikan. “Gelar karya ini menjadi ruang untuk menggali praktik yang berhasil diterapkan di lapangan,” kata Alimuddin.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyoroti perubahan nyata yang terjadi di wilayah Sepaku. Menurutnya, program tersebut telah menciptakan dampak konkret dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa. “Kebiasaan belajar anak mulai berubah, dan hasil ujian menunjukkan peningkatan signifikan,” katanya. Dengan pendampingan intensif yang diberikan selama setahun terakhir, seluruh pemangku kepentingan mulai menyesuaikan cara kerja mereka untuk mencapai tujuan bersama.
“Penguatan literasi dan numerasi bukan hanya tentang menaikkan nilai ujian, tetapi juga tentang menciptakan kesadaran bahwa pendidikan harus berorientasi pada kehidupan nyata. Hasil belajar anak menjadi tolok ukur keberhasilan program ini,” ujar Nunuk.
Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan (BKPDM) Kemendikdasmen, menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak lengkap tanpa perhatian terhadap sumber daya manusia. “IKN harus diiringi dengan pendidikan berkualitas agar SDM di sana bisa bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya. Ia menambahkan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi pondasi awal untuk mencapai tujuan tersebut. “Dengan menggabungkan kebijakan yang tepat, bimbingan yang konsisten, dan kerja sama yang kuat, kualitas pendidikan di IKN bisa terus meningkat,” ucap Toni.
Praktik baik yang berkembang di sepuluh sekolah di Sepaku memberikan contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra internasional bisa menghasilkan perbaikan signifikan. Dalam program ini, guru diberikan pelatihan tentang cara mengintegrasikan literasi dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengajarkan bilangan melalui situasi sosial atau lingkungan alam. Kepala sekolah juga dilibatkan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, sementara pengawas menjadi pengamat dan pendorong terus-menerus untuk mencapai standar nasional.
“Dari hasil kajian yang dilakukan, program ini telah mendorong peningkatan keterampilan dasar yang esensial bagi anak-anak. Dengan pendekatan berbasis masalah, siswa lebih aktif dalam mengambil inisiatif belajar,” ujar Toni Toharudin.
Kemendikdasmen dan OIKN terus berupaya untuk memperluas cakupan program ini ke lebih banyak sekolah di IKN. Proyek yang dijalankan selama dua bulan ini menjadi awal dari transformasi pendidikan dasar di wilayah baru tersebut. “Kolaborasi ini menjadi contoh bagus bagaimana kebijakan pendidikan bisa diimplementasikan secara tepat dan berkelanjutan,” kata Nunuk Suryani. Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari guru hingga pengawas, adalah kunci keberhasilan program. “Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendirian, tetapi harus saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Toni Toharudin menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam penguatan literasi. “Jika hanya fokus pada metode mengajar, maka hasilnya akan terbatas. Program ini melibatkan perubahan seluruh sistem pendidikan, mulai dari kurikulum hingga pengawasan internal,” katanya. Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di tingkat keluarga dan masyarakat. “Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar memperkuat proses pembelajaran dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi,” ujar Toni.
