Topics Covered: Media Center PENAS XVII siapkan internet 800 Mbps bagi media
Media Center PENAS XVII siapkan internet 800 Mbps bagi media
Pembangunan Fasilitas Media Berlangsung di Kompleks Olahraga David-Tony
Topics Covered – Dalam rangka mendukung peliputan acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, panitia penyelenggara telah menyiapkan akses internet berkecepatan tinggi di Media Center. Fasilitas ini bertujuan untuk memudahkan ratusan jurnalis serta staf komunikasi yang turut menghadiri acara nasional tersebut di Provinsi Gorontalo. Sejumlah perangkat dan layanan modern akan disediakan untuk menjamin keberhasilan pemberitaan dan promosi kegiatan selama tujuh hari penyelenggaraan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, mengungkapkan bahwa konstruksi Media Center telah mencapai 80 persen selesai. “Kami memastikan fasilitas utama seperti akses internet 800 Mbps tersedia untuk para peliput,” kata Trizal saat mengunjungi lokasi di Kabupaten Gorontalo, Jumat. Ia menambahkan, kecepatan internet tersebut berasal dari dua penyedia layanan, yaitu Icon Plus dan IndiHome, dengan kapasitas masing-masing sebesar 500 Mbps dan 300 Mbps.
“Selain internet, kami juga akan memasang lima titik jaringan WiFi untuk mendukung seluruh kegiatan peliputan,” ujar Trizal. Ia menjelaskan, keberadaan Media Center dilengkapi 18 meja kerja bagi para jurnalis, serta perangkat komputer yang siap digunakan. Ruang konferensi pers dan sudut podcast juga akan dibuka untuk memfasilitasi produksi konten dan siaran langsung selama penyelenggaraan PENAS XVII.
PENAS XVII dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Juni 2026, dengan tujuan menyatukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. Fasilitas yang disiapkan, menurut Trizal, bertujuan agar informasi terkait inovasi dan program dalam acara tersebut dapat disampaikan secara efisien dan cepat. “Media Center menjadi pusat distribusi informasi dan promosi, sehingga partisipan dapat berinteraksi lebih mudah dengan tim pemberitaan,” katanya.
Kehadiran Media Center juga diharapkan mendorong kolaborasi antara media dan pemangku kepentingan dalam menyebarkan berita tentang kegiatan yang dianggap penting bagi sektor pertanian dan perikanan. Fasilitas ini akan menjadi titik kumpul bagi para jurnalis, dengan aksesibilitas yang baik dan dukungan teknis untuk kebutuhan laporan mereka. Trizal menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dijaga agar tidak ada hambatan pada saat pembukaan PENAS XVII.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang turut meninjau kesiapan Media Center, menekankan bahwa pekerjaan harus rampung dalam beberapa hari mendatang. “Media Center harus siap digunakan sebelum acara dimulai, sehingga tidak ada kesulitan bagi para peliput,” kata Gusnar. Ia menilai, keberadaan Media Center merupakan bagian kunci dalam memastikan transparansi dan keberlanjutan informasi terkait isu-isu pertanian dan perikanan nasional.
PENAS XVII dirancang sebagai platform diskusi dan pertukaran ide antar pelaku sektor pertanian dan perikanan. Dengan akses internet 800 Mbps, para jurnalis diberi kemudahan untuk mengirim laporan secara real-time, melakukan video conference, dan memanfaatkan fasilitas podcast untuk menyampaikan berita atau wawancara secara cepat. Trizal menyatakan bahwa Media Center ini juga dilengkapi dengan ruang pertemuan yang dapat menampung sejumlah besar peserta, serta layanan lain yang mendukung aktivitas media.
Menurut rencana, Media Center akan menjadi pusat informasi utama selama penyelenggaraan PENAS XVII. Selain itu, fasilitas tersebut juga dirancang untuk memberikan kemudahan bagi peserta yang ingin memperoleh data atau informasi terkini mengenai berbagai program yang dipresentasikan dalam acara tersebut. “Kami ingin memastikan semua pihak dapat berpartisipasi secara maksimal, baik dari segi informasi maupun promosi,” tambah Trizal.
Gusnar Ismail menambahkan bahwa Media Center menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung keberhasilan PENAS XVII. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas harus siap digunakan sebelum pembukaan acara, agar tidak ada hambatan yang mungkin mengganggu jalannya kegiatan. “Ini adalah kesempatan besar untuk menyebarluaskan inovasi dan keberhasilan sektor pertanian di Gorontalo ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan peliputan, Media Center juga menyediakan tempat untuk kegiatan teknis seperti editing video, siaran langsung, dan produksi materi pemasaran. Trizal menjelaskan bahwa fasilitas ini telah dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan media modern yang memerlukan kecepatan dan kualitas akses internet tinggi. “Kami yakin, kehadiran Media Center akan memberikan kontribusi signifikan dalam menjadikan PENAS XVII sebagai ajang komunikasi yang efektif,” katanya.
Dengan bantuan internet 800 Mbps, para jurnalis dapat meliputkan berbagai sesi diskusi, peluncuran program baru, serta acara khusus yang menjadi bagian dari PENAS XVII. Trizal menyebutkan bahwa kecepatan internet yang ditawarkan adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, sehingga memungkinkan penggunaan layanan multimedia tanpa gangguan. “Ini akan memudahkan proses peliputan, terutama dalam menghadirkan berita secara langsung dan menarik,” ujarnya.
Kehadiran Media Center diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan media dalam menyampaikan pesan-pesan penting dari PENAS XVII. Gusnar Ismail mengapresiasi upaya panitia dalam menyediakan fasilitas ini, serta berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu. “Media Center adalah salah satu elemen yang menentukan suksesnya acara ini, sehingga kami berkomitmen untuk memastikan semua persiapan berjalan baik,” katanya.
PENAS XVII diharapkan menjadi momentum penting bagi petani dan nelayan Indonesia, dengan berbagai inovasi dan program yang akan dipresentasikan. Fasilitas Media Center di Gorontalo akan menjadi simbol kemajuan teknologi dalam mendukung komunikasi dan distribusi informasi ke seluruh penjuru negeri. “Kami yakin, dengan dukungan ini, kegiatan akan berjalan lancar dan mencapai tujuannya,” tutur Trizal. Ia menegaskan bahwa Media Center akan menjadi salah satu contoh keberhasilan penyelenggaraan acara nasional dengan infrastruktur modern yang terpadu.
Selain itu, Media Center juga dirancang untuk memfasilitasi kegiatan lain seperti pelatihan jurnalistik, diskusi teknis, dan workshop. Fasilitas ini akan menjadi titik kumpul bagi para peliput, penyuluh, serta pemangku kepentingan yang ingin berbagi informasi atau menyesuaikan laporan mereka. Trizal menyatakan bahwa dengan adanya fasilitas yang lengkap, partisipan akan dapat fokus pada tugas utama mereka, yaitu menyampaikan berita dan wawasan terkini kepada publik.
PENAS XVII dijadwalkan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah, termasuk petani, nelayan, penyuluh pertanian, dan pengusaha di bidang pertanian dan perikanan. Dengan internet 800 Mbps, para peliput dapat berinteraksi secara efektif selama acara berlangsung. Gusnar Ismail menilai bahwa Media Center akan menjadi bagian integral dari penyelenggaraan, dan berharap semua fasilitas dapat berfungsi optimal guna mendukung keberhasilan acara tersebut.
