Pemkab Natuna latih 30 relawan SPPG tanggulangi kebakaran
Pemkab Natuna Lakukan Pelatihan Pemadam Kebakaran untuk 30 Relawan SPPG
Pemkab Natuna latih 30 relawan SPPG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada 30 relawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini dilaksanakan di SPPG Bunguran Selatan, Selasa, dengan tujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar bagi para relawan dalam menghadapi ancaman api di lingkungan dapur. Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Beni Suparta, mengonfirmasi bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengendalian bencana di sektor gizi, khususnya di ruang memasak.
Menurut Beni, pelatihan ini melibatkan materi tentang cara menggunakan alat pemadam api sederhana (APAS) dan alat pemadam api ringan (APAR). Para relawan diberikan pengetahuan praktis mengenai langkah-langkah awal pemadaman, serta cara mengenali tanda-tanda kebakaran yang bisa terjadi di dapur. “Dengan pembekalan ini, para relawan diharapkan mampu menjadi pilar pertama dalam mengatasi situasi darurat api,” ujarnya. Ia menambahkan, area dapur sering menjadi sumber kebakaran karena aktivitas memasak yang tinggi, penggunaan kompor yang tidak sesuai prosedur, dan risiko kebocoran gas yang bisa terjadi kapan saja.
“Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana dan peningkatan keselamatan kerja,” kata Beni Suparta saat dikonfirmasi di Natuna. Ia menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dan pelatihan serupa terus diadakan oleh Disdamkarmat Natuna, dengan fokus pada berbagai kalangan, termasuk masyarakat sekitar satuan pendidikan.
Dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut, Disdamkarmat memperhatikan bahwa dapur merupakan tempat yang rentan terhadap kebakaran. Risiko ini diperparah oleh intensitas penggunaan peralatan memasak dan kompor yang sering dioperasikan sepanjang hari. “Dengan menekankan kesadaran akan potensi bahaya di dapur, kita bisa mengurangi insiden kebakaran secara signifikan,” terang Beni. Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari langkah-langkah pencegahan kebakaran secara komprehensif.
Beni Suparta menjelaskan, kegiatan edukasi tidak hanya terbatas pada pelatihan langsung, tetapi juga mencakup peningkatan kesadaran masyarakat secara umum. “Melalui program ini, kita ingin menciptakan lingkungan yang siap menghadapi bencana kebakaran dengan lebih cepat dan terorganisir,” ujarnya. Dalam konteks ini, SPPG diharapkan bisa menjadi titik penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan tanggap darurat.
Mengingat tingginya risiko kebakaran di dapur, pelatihan ini dirancang agar para relawan mampu merespons dengan cepat. Materi yang disampaikan meliputi cara memadamkan api, penggunaan alat pemadam, serta langkah-langkah evakuasi yang tepat. Selain itu, para peserta juga diberi pemahaman tentang pentingnya kebersihan dan perawatan peralatan memasak untuk mencegah kejadian kebakaran. “Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan keselamatan kerja di setiap satuan pendidikan,” ujarnya.
Beni menambahkan bahwa Disdamkarmat Natuna terus berupaya mengembangkan program pelatihan serupa. Tujuan utamanya adalah menciptakan kebiasaan hidup aman terhadap api di berbagai lingkungan, termasuk sekolah-sekolah. “Dengan melibatkan relawan SPPG, kita bisa memastikan adanya keberlanjutan program di tingkat masyarakat,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa kebakaran gedung, seperti di sekolah atau pusat pelayanan gizi, bisa dicegah jika ada persiapan yang matang.
Kebakaran di dapur sering kali terjadi karena faktor-faktor kecil yang diabaikan. Misalnya, kebocoran gas dari kompor, tumpahan minyak yang tidak segera dibersihkan, atau penggunaan peralatan memasak yang tidak sesuai cara. Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan masyarakat lebih waspada terhadap hal-hal tersebut. “Selain itu, pelatihan ini juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan relawan dalam berbagai situasi darurat,” ujarnya.
Beni Suparta menjelaskan bahwa selama ini Disdamkarmat Natuna sudah melakukan berbagai inisiatif untuk mengurangi insiden kebakaran. Salah satu langkahnya adalah menyasar sekolah sebagai pusat pengajaran keamanan. “Dengan melibatkan relawan SPPG, kita bisa memastikan bahwa pengetahuan tentang pencegahan kebakaran disampaikan secara kontinu,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini akan diulang secara berkala untuk memastikan keterampilan tetap terjaga.
Dalam pandangan Beni, pelatihan untuk relawan SPPG bukan hanya sekadar peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga memberikan kesadaran akan pentingnya keamanan di lingkungan kerja. “Para relawan bisa menjadi sumber informasi bagi warga sekitar, terutama jika mereka memahami cara mencegah kebakaran secara tepat,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang partisipatif.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup aman di dapur, yang menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran secara keseluruhan. Dengan kemampuan dasar pemadaman api, para relawan bisa langsung bertindak saat kejadian darurat terjadi, sebelum menunggu bantuan dari tim pemadam. “Langkah ini juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan,” kata Beni. Ia menekankan bahwa pencegahan lebih efektif daripada upaya pemadaman setelah kejadian.
Keberhasilan program ini tergantung pada partisipasi relawan dan kesadaran masyarakat. Beni Suparta menyatakan bahwa kegiatan edukasi dan pelatihan kebakaran akan terus dilakukan, dengan penyesuaian materi sesuai kebutuhan setiap kalangan. “Kita juga berharap masyarakat bisa mengaplikasikan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dengan demikian, kebakaran di dapur bisa diminimalkan, dan keselamatan kerja di lingkungan gizi bisa ditingkatkan.
Program pelatihan ini menunjukkan komitmen Pemkab Natuna dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan siap menghadapi bencana. Dengan melibatkan relawan SPPG, pemerintah mencoba membangun kekuatan lokal dalam penanggulangan kebakaran, khususnya di area yang rawan. “Semoga langkah ini bisa menjadi teladan bagi daerah lain dalam menangani risiko kebakaran secara proaktif,” tutup Beni Suparta.
