Latest Program: OIKN: Desain pembangunan berkelanjutan bawa IKN raih penghargaan dunia
OIKN: Desain Berkelanjutan IKN Peroleh Penghargaan Internasional
Latest Program – Presiden Ibu Kota Nusantara (IKN) berhasil mencatatkan prestasi global setelah karya tata ruang di Plaza Seremoni memperoleh penghargaan Honour Award pada Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Landscape Design Award (Professional Category), dan penyerahannya dilakukan pada 20 Juni 2026 di Malaysia. Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa desain ini menggabungkan keindahan estetika, fungsi ruang publik, serta prinsip pembangunan berkelanjutan. “Plaza Seremoni IKN meraih penghargaan internasional Honour Award di ajang MLAA 2026, yang menjadi bukti keterlibatan IKN dalam merancang kota yang harmonis dengan alam dan masyarakat,” ujarnya di Nusantara, Jumat. Capaian ini, menurut Basuki, memperkuat identitas IKN sebagai kota yang fokus pada kualitas lingkungan, estetika, dan keberlanjutan. Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga mendukung visi pengembangan Nusantara sebagai pusat kota yang nyaman, ramah lingkungan, serta mendukung kehidupan sosial yang dinamis.
“Plaza Seremoni IKN meraih penghargaan internasional Honour Award di ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026, untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category),” kata Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono di Nusantara, Jumat. Capaian tersebut, menurutnya, makin memperkuat posisi IKN sebagai ibu kota yang mengedepankan kualitas, estetika, dan pembangunan keberlanjutan, sekaligus mendukung pengembangan Nusantara sebagai kota yang nyaman dan layak huni. “Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79/2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028,” katanya.
Plaza Seremoni, yang merupakan bagian dari Kawasan Sumbu Kebangsaan, berlokasi di depan Istana Negara dan Istana Garuda, menjadikannya sebagai titik sentral aktivitas kenegaraan serta ruang interaksi masyarakat. Kawasan ini dirancang sebagai representasi modern dari konsep alun-alun tradisional Indonesia, yang selama ini berfungsi sebagai tempat berkumpul, berkomunikasi, dan membangun koneksi sosial. Desainnya tidak hanya mengutamakan keindahan visual, tetapi juga menempatkan keberlanjutan sebagai aspek utama. Konsep tata ruang ini mencerminkan komitmen OIKN untuk menciptakan kota yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga melalui integrasi teknologi dan lingkungan.
Pembangunan IKN sejak awal berfokus pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, estetika, dan keberlanjutan. Basuki Hadimuljono menekankan bahwa Plaza Seremoni bukan hanya ruang untuk upacara kenegaraan, tetapi juga tempat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Fasilitas seperti amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, area hijau, galeri usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta ruang komunal dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan interaksi antarwarga. Desain ini menggambarkan keberhasilan OIKN dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan multifungsi, sekaligus menjawab tantangan pembangunan kota modern yang menuntut inovasi.
Keunggulan Plaza Seremoni juga terlihat dari penerapan prinsip ekologis dalam tata ruang kawasan. Penggunaan kontur alami lahan serta sistem tata air terkini menjadi strategi utama untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat identitas IKN sebagai kota yang tumbuh selaras dengan lingkungan sekitarnya. Desain ini menerapkan prinsip efisiensi sumber daya, seperti pengurangan limbah, penyerapan air hujan, dan peningkatan keberlanjutan hijau. Selain itu, integrasi alam dan teknologi modern menjadi ciri khas yang menonjolkan keterjangkauan dan keberlanjutan pada setiap elemen kota.
Kawasan Sumbu Kebangsaan, tempat Plaza Seremoni berada, menjadi pusat kegiatan politik dan budaya yang mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan kota. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang untuk menjadi simbol kebangsaan, sekaligus ruang yang menyatukan fungsi pemerintahan, kegiatan sosial, dan keterjangkauan bagi seluruh masyarakat. Penyebaran penghargaan MLAA 2026, yang digelar pada 20 Juni 2026, menegaskan bahwa IKN telah memperoleh pengakuan internasional atas upayanya menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota modern. Penghargaan ini menunjukkan bahwa karya Indonesia mampu menciptakan kota yang memadukan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat.
Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap konsistensi OIKN dalam menerapkan desain berkelanjutan. “Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa karya pembangunan Indonesia mampu menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki konsep tata ruang IKN agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan era kini. Desain berkelanjutan pada Plaza Seremoni, misalnya, tidak hanya fokus pada penampilan estetika, tetapi juga pada kemampuannya untuk memperkuat ekosistem lokal dan menciptakan ruang publik yang berfungsi optimal.
Kehadiran Plaza Seremoni menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada kebutuhan politik, tetapi juga pada kebutuhan raky
