BMKG: Tidak ada potensi tsunami usai gempa guncang Pulau Saringi NTB
BMKG: Tidak ada potensi tsunami usai gempa guncang Pulau Saringi NTB
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan gempa yang mengguncang Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, Rabu pagi ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak memiliki risiko tsunami,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Gempa bermagnitudo 5,0 terjadi pada pukul 09.10 WIB dengan episenter berada di laut pada kedalaman 485 kilometer. Lokasi gempa berada di koordinat 7,18 lintang selatan dan 117,10 bujur timur, sekitar 137 kilometer timur laut wilayah Nusa Tenggara Barat. Menurut BMKG, gempa ini termasuk jenis gempa dalam yang dipicu oleh pergerakan deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
Analisis mekanisme sumber gempa mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut berupa pergerakan turun atau normal fault. Getaran gempa dilaporkan terasa di Kabupaten Badung, Bali, dengan skala intensitas II MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh sejumlah orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung menggoyang.
Hingga pukul 09.30 WIB, BMKG belum menemukan aktivitas gempa susulan setelah kejadian tersebut. Gempa yang berkekuatan 5,0 ini terjadi di kedalaman 485 km, menjadikannya gempa dalam yang tidak langsung mengancam permukaan laut.
