Waspada gempa susulan – RSUD Torabelo Sigi tangani pasien di tenda
Waspada Gempa Susulan, RSUD Torabelo Sigi Terpaksa Gunakan Tenda Darurat
Waspada gempa susulan – Satu minggu setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, RSUD Torabelo di Kabupaten Sigi masih menjalankan pelayanan kesehatan di tenda darurat hingga Selasa (23/6). Kondisi gedung perawatan yang rusak parah dan ancaman gempa susulan yang terus mengintai menjadi alasan utama mengapa pihak rumah sakit belum bisa kembali ke fasilitas normal. Selama ini, tenaga medis terpaksa menempatkan pasien dalam tenda sementara sebagai tempat perawatan utama.
Penyebab Kerusakan Fasilitas Medis
Pada hari Jumat (19/6), gempa bumi yang mengguncang wilayah Sigi menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah bangunan, termasuk RSUD Torabelo. Sejumlah ruangan kritis, seperti ruang operasi dan kamar inap, mengalami kerusakan yang memaksa pihak rumah sakit memutuskan untuk menutup unit pelayanan utama. Pemugaran gedung membutuhkan waktu lama, sementara ancaman gempa susulan membuat tim medis harus ekstra hati-hati dalam memilih tempat perawatan.
Menurut informasi dari tim medis, sekitar 50 pasien yang terluka akibat gempa masih dalam kondisi stabil. Namun, beberapa di antaranya membutuhkan perawatan intensif, sehingga tenaga kesehatan harus bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan medis tetap terpenuhi. Tenda darurat yang dipasang di dekat gedung utama rumah sakit menjadi solusi sementara untuk menangani pasien tersebut. Meski fasilitas yang terbatas, pihak rumah sakit berusaha memaksimalkan sumber daya yang ada dengan bantuan relawan dan alat-alat kesehatan dari organisasi pemulihan darurat.
Persiapan Menghadapi Gempa Susulan
Para petugas medis di RSUD Torabelo secara rutin mengingatkan masyarakat sekitar tentang pentingnya waspada terhadap gempa susulan. Sejumlah petugas mengatakan bahwa risiko gempa kembali terjadi masih tinggi, terutama dalam beberapa hari ke depan. “Kita tidak bisa langsung kembali ke ruang rawat yang rusak, jadi tenda darurat menjadi tempat paling aman untuk pasien,” ujar seorang staf medis, seperti dikutip dari Antaranews.
Kondisi ruang rawat yang rusak tidak hanya memengaruhi pelayanan medis, tetapi juga menimbulkan rasa takut di kalangan pasien dan keluarga mereka. Sebagian besar pasien yang dirawat di tenda mengalami cedera ringan hingga sedang, seperti luka pada tubuh bagian atas, pergelangan kaki terkilir, dan kerusakan ringan pada bagian internal. Namun, ada juga beberapa kasus yang lebih parah, seperti perdarahan internal dan cedera tulang belakang, yang membutuhkan pengawasan intensif.
Meski berada di tenda, para petugas tetap berupaya mempertahankan standar pelayanan kesehatan. Mereka menggunakan alat-alat medis portabel dan mengatur ruang secara terstruktur agar tidak terjadi kekacauan. Selain itu, rumah sakit juga menerima bantuan logistik dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan organisasi bantuan internasional. “Kita berharap bantuan ini bisa membantu mempercepat pemulihan fasilitas, tapi sampai saat ini, tenda tetap menjadi tempat utama,” tambah salah satu dokter yang berada di garda depan.
Kondisi Pasien dan Tanggung Jawab RSUD
Sejumlah pasien yang dirawat di tenda mengeluhkan kelelahan akibat kesulitan berpindah dari satu area ke area lain. Namun, mereka tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa yang tercatat akibat kondisi tenda yang aman. RSUD Torabelo juga terus berupaya untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, meski perlu waktu sekitar seminggu hingga dua minggu sebelum bisa kembali beroperasi secara penuh.
Sumber daya manusia di RSUD Torabelo terdiri dari sekitar 30 tenaga medis dan perawat yang terlibat langsung dalam menangani pasien. Mereka terus menerima pasien baru yang terluka akibat gempa susulan dan juga mengurus pasien yang telah dipindahkan dari lokasi awal. “Kita harus siap menghadapi skenario terburuk, tapi selama ini pasien kita masih dalam kondisi terkontrol,” papar seorang kepala rumah sakit yang tidak ingin disebutkan nama lengkapnya.
Dalam beberapa hari terakhir, pihak rumah sakit juga mengadakan pelatihan darurat untuk staf medis. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka mampu merespons keadaan darurat lebih baik, jika gempa susulan terjadi kembali. Selain itu, RSUD Torabelo juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten untuk menjamin kebutuhan logistik dan obat-obatan tetap terpenuhi.
Dikutip dari Antaranews, berikut adalah para sumber yang terlibat dalam laporan ini: Suwanti, M. Izfaldi, Chairul Fajri, dan Suwanti.
Kebutuhan pelayanan kesehatan di Sigi masih menjadi prioritas utama setelah gempa bumi. Pemulihan fasilitas RSUD Torabelo diharapkan dapat segera dimulai, agar pasien bisa kembali mendapatkan perawatan dalam kondisi yang lebih nyaman. Namun, sampai saat ini, tenda darurat tetap menjadi tempat utama bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif.
Dalam konteks ini, kesiapan RSUD Torabelo menunjukkan komitmen
