Pemprov Sulteng salurkan paket bantuan bagi warga terdampak gempa Sigi
Pemprov Sulteng Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
Pemprov Sulteng salurkan paket bantuan bagi – Dalam upaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa di wilayah Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah melakukan penyaluran bantuan sembako dalam jumlah 650 paket. Bantuan ini diberikan kepada 550 kepala keluarga yang terkena kerusakan akibat bencana alam tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga yang terganggu akibat gempa yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara langsung saat ia melakukan inspeksi ke lokasi terdampak gempa pada Rabu, 17 Juni. Kehadirannya di lokasi tersebut tidak hanya sebagai bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga untuk memastikan bahwa bantuan sampai tepat sasaran. “Kita harus segera memberikan bantuan agar masyarakat terdampak dapat memulihkan kondisi mereka,” ujarnya, menggambarkan komitmen pemerintah dalam menangani krisis darurat.
Laporan ini diberikan oleh Izfaldi, Agha Yuninda Maulana, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti, yang turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pada kunjungan ke Nokilalaki, Gubernur Hafid menyaksikan proses distribusi bantuan yang berlangsung di lokasi yang sebagian besar mengalami kerusakan. Lokasi ini terletak di kabupaten yang telah lama menjadi sentral bencana alam, termasuk gempa yang terjadi pada akhir Mei lalu. Berdasarkan data yang dihimpun, total kerusakan mencakup rumah rusak, infrastruktur terganggu, serta dampak sosial yang berkepanjangan. Bantuan sembako yang diberikan bertujuan untuk mengatasi kebutuhan pangan yang terganggu selama masa pemulihan.
Kepala Keluarga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa terima kasih mereka terhadap upaya pemerintah. Seorang warga, Siti Nurhalima, mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu mengurangi beban ekonomi mereka. “Dengan sembako ini, kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu perbaikan rumah dan alat transportasi,” jelasnya. Bantuan yang diberikan mencakup beras, minyak goreng, mie instan, serta bahan makanan pokok lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. Penyediaan bahan makanan tersebut menjadi prioritas karena kondisi cuaca dan akses logistik masih memerlukan perhatian khusus.
Pemerintah daerah juga berupaya mempercepat proses distribusi melalui kerja sama dengan pihak terkait. Tim dari Dinas Sosial Sulteng, Pemda Sigi, serta organisasi nirlaba lokal berperan aktif dalam memastikan bantuan tersalurkan secara merata. Beberapa warga yang tinggal di rumah sementara menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah memberikan keberanian untuk membangun kembali hidup mereka. “Kita merasa lebih nyaman karena bantuan sampai ke rumah, bahkan bantuan ini bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek,” tambah salah satu warga.
Menurut data terbaru, total kerusakan akibat gempa mencapai 2.000 unit rumah rusak dan puluhan bangunan publik yang terkena dampak. Selain itu, sekitar 1.500 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dengan adanya bantuan sembako, harapan masyarakat untuk menemukan solusi sementara dalam pemenuhan kebutuhan pokok semakin terang. Pemprov Sulteng menyatakan bahwa bantuan ini hanya bagian dari upaya jangka panjang untuk pemulihan. “Kita masih perlu bantuan tambahan, termasuk perbaikan infrastruktur dan pendidikan kembali bagi warga yang terdampak,” ungkap Hafid dalam wawancara dengan media setempat.
Kepala Dinas Sosial Sulteng, Nurhadi, menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan. Setiap kepal keluarga diberikan paket bantuan dalam ruang terbuka, dengan protokol kesehatan yang ketat. “Kami melakukan koordinasi dengan Pemda Sigi dan masyarakat setempat untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan aman,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga menyebarkan informasi tentang bantuan tambahan yang akan disiapkan dalam beberapa minggu ke depan. Bantuan lainnya termasuk perlengkapan sekolah, alat pertanian, serta bantuan medis untuk warga yang terluka.
Kunjungan Gubernur Hafid ke Nokilalaki diiringi oleh sejumlah anggota legislatif dan organisasi bantuan internasional. Mereka meninjau kondisi lingkungan dan mengumpulkan masukan dari warga terdampak. “Kita harus mencermati kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, karena dampak gempa tidak hanya terbatas pada material,” kata salah satu anggota DPRD Sulteng, yang turut hadir dalam inspeksi tersebut. Sementara itu, organisasi bantuan internasional menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan kontribusi dalam bentuk logistik dan dukungan teknis untuk mempercepat pemulihan.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam penyaluran bantuan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut berpartisipasi dalam proses distribusi. Bantuan sembako yang disalurkan sekarang menjadi dasar untuk penyaluran bantuan lanjutan yang lebih spesifik. “Kita harus terus berupaya agar masyarakat tidak terlalu terpuruk,” tegas Hafid, menegaskan bahwa kebijakan penyaluran bantuan akan terus ditingkatkan.
Keberhasilan distribusi bantuan juga ditunjang oleh peran aktif masyarakat lokal dalam mengelola proses. Warga desa berpartisipasi dalam pengawasan distribusi, memastikan bahwa tidak ada keluhan yang terlewat. “Masyarakat lebih memahami kebutuhan mereka, jadi mereka bisa memberi masukan
