Rilis Pers

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

WhatsApp-Image-2026-10-15-at-05.53.57

Waskita Beton Precast Menjaga Operasional lewat Diversifikasi Bisnis dan Efisiensi

Ayobantudonasi.com – PT Waskita Beton Precast Tbk terus mengandalkan penguatan sejumlah lini usaha serta pengelolaan biaya untuk mempertahankan kelangsungan operasional di tengah tantangan sektor konstruksi. Sampai dengan Triwulan III 2026, perusahaan membukukan pendapatan usaha Rp1,08 triliun dari bisnis beton pracetak, jasa konstruksi, serta readymix dan quarry.

Komposisi pendapatan tersebut menunjukkan kontribusi yang relatif tersebar pada tiga bidang utama. Lini Beton Precast menghasilkan Rp418,92 miliar atau setara 38,8 persen dari total pendapatan. Jasa Konstruksi menyumbang Rp389,16 miliar atau 36,1 persen, sedangkan bisnis Readymix & Quarry memberikan Rp269,52 miliar atau sekitar 25 persen.

Pembagian sumber pendapatan di beberapa lini menjadi bagian penting dalam pengelolaan kegiatan usaha perusahaan. Beton pracetak berkaitan dengan penyediaan produk bagi kebutuhan proyek, sementara jasa konstruksi mencakup pelaksanaan pekerjaan pembangunan. Di sisi lain, readymix dan quarry mendukung kebutuhan material konstruksi yang diperlukan dalam pengerjaan proyek.

Proyek tersebar di berbagai wilayah

Waskita Beton Precast menangani sejumlah pekerjaan di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa proyek yang tercatat menggunakan pasokan produk beton perusahaan mencakup New Priok Eastern Access atau NPEA Seksi 2, Tangguh UCC Onshore, serta National Capital Integrated Coastal Development atau NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1 dan Paket 2.

Perseroan juga terlibat dalam penyediaan produk bagi Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, di samping berbagai proyek lain yang tidak dirinci satu per satu. Keterlibatan pada proyek infrastruktur maupun pembangunan fasilitas pendidikan mencerminkan cakupan kegiatan perusahaan yang tidak terbatas pada satu jenis pekerjaan.

Untuk pekerjaan konstruksi yang sedang diselesaikan, Waskita Beton Precast mengerjakan pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies atau L-SSIT di Universitas Udayana. Perusahaan juga tengah menyelesaikan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun.

Dalam proyek konstruksi, kemampuan menyediakan material dan menjalankan pekerjaan sesuai jadwal menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan di lapangan. Karena itu, perusahaan menyatakan tetap menempatkan mutu produk, ketepatan penyelesaian pekerjaan, serta keselamatan dan kesehatan kerja sebagai perhatian dalam kegiatan operasionalnya.

Pengendalian biaya menjadi perhatian

Selain menjaga aktivitas pada lini bisnis utama, efisiensi menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mengelola usaha. Hingga periode Triwulan III 2026, sejumlah pos biaya tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Biaya penjualan turun Rp64,38 miliar atau 9,8 persen secara tahunan. Penurunan juga terjadi pada biaya umum dan administrasi yang berkurang Rp237,79 miliar, atau 13,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, biaya non-contributing plant menyusut Rp6,57 miliar atau 65,6 persen secara year on year.

Pengendalian pengeluaran tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas ketika industri konstruksi menghadapi dinamika kebutuhan proyek dan penggunaan sumber daya. Efisiensi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan biaya, tetapi juga dengan penyesuaian operasional agar pekerjaan yang berjalan dapat ditangani secara terukur.

“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya berada pada perolehan proyek dan pendapatan, melainkan juga pada pengaturan sumber daya yang digunakan untuk mendukung pekerjaan. Dalam bisnis konstruksi, pengelolaan biaya dan pelaksanaan proyek berjalan beriringan karena kebutuhan material, tenaga kerja, peralatan, dan jadwal pembangunan saling berkaitan.

Tata kelola sebagai dasar pengambilan keputusan

Waskita Beton Precast juga menempatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam pelaksanaan kegiatan bisnisnya. Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran disebut menjadi landasan dalam proses pengambilan keputusan maupun aktivitas perusahaan.

Penerapan prinsip tersebut diarahkan agar kegiatan usaha dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang beroperasi pada sektor proyek dan material konstruksi, tata kelola berperan dalam menjaga proses kerja tetap memiliki arah, pertanggungjawaban, serta batasan yang jelas.

Dengan pendapatan Rp1,08 triliun hingga Triwulan III 2026, kontribusi dari tiga lini bisnis utama, dan penurunan pada sejumlah komponen biaya, Waskita Beton Precast melanjutkan langkah pengelolaan operasional melalui keseimbangan antara penyelesaian pekerjaan, kualitas layanan, dan efisiensi usaha. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat aktivitas bisnisnya ke depan.

Frequently Asked Questions

What is Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis?

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis matter?

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.