Liga Champions

Tiga gol menit-menit terakhir antar Madrid tekuk Roma 4-3

1000071528

Real Madrid Bangkit Dramatis dan Menang 4-3 di Markas Roma

Ayobantudonasi.com – Real Madrid mencuri kemenangan luar biasa 4-3 saat menghadapi AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol ketika skor menunjukkan 3-1 untuk tuan rumah, tim tamu menyelesaikan kebangkitannya melalui tiga gol pada fase akhir pertandingan.

Kemenangan ini mengangkat Real Madrid ke posisi kedelapan klasemen Liga Champions dengan koleksi enam poin. Di sisi lain, Roma berada di urutan ke-25 setelah baru mengumpulkan satu poin. Pertandingan tersebut menjadi gambaran perubahan momentum yang sangat cepat, terutama ketika Madrid memanfaatkan situasi bola mati menjelang laga berakhir.

Roma memulai laga dengan tekanan tinggi

Tuan rumah tampil berani sejak peluit awal. Peluang pertama Roma hadir pada menit kelima ketika Mario Hermoso mengirim tembakan melengkung yang mengarah ke gawang Madrid. Thibaut Courtois masih mampu menjangkaunya dan menggagalkan upaya tersebut.

Roma kembali menekan sembilan menit kemudian. Paulo Dybala mendapat kesempatan dari area berbahaya, tetapi sepakannya melenceng tipis di sisi kiri gawang. Intensitas serangan Roma akhirnya berbuah pada menit ke-20.

Matias Soule mengirim umpan terobosan kepada Marten de Roon, yang kemudian menyelesaikan peluang itu dengan tenang. Gol tersebut membawa Roma memimpin 1-0 dan membuat Madrid harus mengejar sejak pertengahan babak pertama.

Respons Madrid tidak membutuhkan waktu lama. Lima menit setelah gol De Roon, Yan Diomande memberikan bola kepada Kylian Mbappe. Penyerang Prancis itu melepaskan tembakan keras yang mengenai kaki Gianluca Mancini, mengubah arah bola, dan mengecoh Pierluigi Gollini. Kedudukan pun kembali seimbang menjadi 1-1.

Madrid hampir membalikkan keadaan pada menit ke-31. Marc Cucurella mencoba peruntungannya melalui tendangan mendatar, namun bola bergerak tipis di luar tiang kiri gawang Roma. Skor imbang bertahan hingga jeda.

Donyell Malen membuat Roma menjauh

Selepas turun minum, Roma kembali menunjukkan ketajaman dalam memanfaatkan ruang. Rodrigo Mora mengirim umpan terobosan pada menit ke-51 yang diselesaikan Donyell Malen untuk mengantar Roma kembali unggul 2-1.

Malen menambah golnya enam menit kemudian. Kali ini ia menerima umpan dari Soule, bergerak menuju area gawang, lalu menaklukkan Courtois. Roma pun menjauh dengan keunggulan 3-1, sementara Madrid menghadapi tekanan besar untuk menyelamatkan pertandingan.

Mbappe sempat menggetarkan gawang Roma pada menit ke-67. Namun, wasit Francois Letexier tidak mengesahkan gol tersebut karena posisi offside. Keputusan itu membuat Madrid harus melanjutkan usaha mereka tanpa perubahan skor.

Dalam kondisi tertinggal dua gol, Madrid terus meningkatkan tekanan. Ketekunan itu akhirnya memberikan hasil saat pertandingan memasuki menit-menit penutup, periode yang kemudian menentukan arah laga secara keseluruhan.

Tiga gol akhir mengubah segalanya

Gol pertama kebangkitan Madrid tercipta pada menit ke-83. Endrick lebih dahulu menyundul bola ke depan gawang dalam situasi yang sempat menimbulkan kemelut. Carlos Espi berada di posisi tepat untuk menyambar bola dan mengirimkannya masuk ke gawang Roma.

Wasit meninjau situasi tersebut sebelum akhirnya mengesahkan gol Espi. Skor berubah menjadi 3-2 dan pertandingan kembali terbuka, dengan Roma hanya memiliki keunggulan satu gol.

Dua menit berselang, Madrid menemukan gol penyama kedudukan. Arda Guler mengirim sepak pojok yang disambut Endrick melalui sundulan. Gollini gagal menghalau bola, sehingga skor menjadi 3-3. Dalam waktu singkat, keunggulan nyaman yang sebelumnya dimiliki Roma lenyap.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-90. Madrid kembali memperoleh keuntungan dari sepak pojok Guler. Antonio Rudiger memenangi duel udara dan menyundul bola ke arah gawang, memastikan tim tamu berbalik memimpin 4-3.

Rangkaian gol tersebut menegaskan pentingnya konsentrasi hingga laga benar-benar selesai. Roma tampil efektif dalam sebagian besar pertandingan dan sempat memegang kendali setelah dua gol Malen. Namun, Madrid mampu mengubah situasi lewat tekanan berkelanjutan serta efektivitas mereka dalam mengolah bola-bola mati.

Bagi Madrid, hasil ini bukan hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan kemampuan mereka merespons keadaan sulit. Gol Espi, Endrick, dan Rudiger datang dalam rentang waktu yang sangat singkat, ketika Roma berada di bawah tekanan besar untuk mempertahankan keunggulan.

Susunan pemain

AS Roma bermain dengan formasi 3-4-1-2: Gollini; Mancini (Balerdi 63′), N’Dicka, Hermoso (Koulierakis 81′); Molina, De Roon, Kone (Pisilli 17′), Wesley Franca; Soule (Pellegrini 63′); Dybala (Mora 46′), Malen.

Real Madrid memakai susunan 4-2-3-1: Courtois; Dumfries (Guler 59′), Rudiger, Konate, Cucurella (Carreras 78′); Valverde, Tchouameni (Bernardo Silva 70′); Diomande (Espi 78′), Vinicius Junior (Endrick 59′), Bellingham; Mbappe.

Dengan kemenangan tersebut, Madrid membawa pulang hasil maksimal dari Olimpico setelah melewati pertandingan yang penuh perubahan. Roma, yang sempat berada di ambang kemenangan besar, harus menerima kenyataan pahit setelah kebobolan tiga kali pada bagian akhir laga.

Frequently Asked Questions

What is Tiga gol menit menit terakhir antar?

Tiga gol menit menit terakhir antar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga gol menit menit terakhir antar matter?

Tiga gol menit menit terakhir antar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.