Sempat padam – rumah di Krendang Jakbar kembali terbakar

Sempat Padam, Rumah di Krendang Jakbar Kembali Terbakar

Sempat padam –

Pada Jumat malam, sebuah bangunan bertingkat tiga di Jalan Krendang Barat, Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, kembali menjadi korban api setelah sebelumnya telah dipadamkan petugas pemadam. Bangunan ini tergolong salah satu dari 27 unit rumah yang hancur dalam kebakaran besar yang terjadi pada Kamis (28/5) malam. Meski api berhasil dikendalikan oleh petugas, fluktuasi kondisi memicu kembali munculnya kobaran api dari lantai tiga salah satu bangunan yang terkena dampak.

Keterangan dari Petugas

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa kebakaran pada Jumat malam hanya melibatkan bagian lantai tiga dari satu rumah. “Lantai tiga salah satu bangunan. Kemarin belum tuntas, masih ada bara di bawahnya (reruntuhan). Itu rumah berlantai tiga, yang terbakar lagi itu bagian lantai tiganya saja,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat malam.

Delapan unit berkekuatan 40 personel. Sekarang udah padam,” kata Syaiful. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini relatif aman, dengan kemungkinan kecil api muncul kembali. “Udah aman kayanya, udah enggak ada potensi menyala lagi. Kita upayakan demikian,” tambahnya.

Sebelumnya, kebakaran besar yang memporakporandakan 27 rumah tinggal terjadi pada Kamis (28/5) malam. “Objek yang terdampak, 27 rumah tinggal,” ungkap Syaiful Kahfi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Kebakaran ini memaksa sebanyak 113 kepala keluarga (KK) dengan total 250 orang mengungsi ke tempat-tempat aman, seperti musala dan tenda bantuan yang disediakan pemerintah.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 16.00 WIB, para warga yang terkena dampak kebakaran telah menempati pengungsian. Sebagian dari mereka tampak berusaha menyelamatkan barang-barang yang belum terbakar, seperti peralatan elektronik dan bahan-bahan logam. “Kami sedang membantu warga mengumpulkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” kata petugas penyelamat di lokasi.

Proses Evakuasi dan Upaya Pemadaman

Kebakaran pada Kamis lalu memicu respons cepat dari Gulkarmat Jakarta Barat. Petugas mengirimkan delapan armada pemadam yang bekerja keras untuk mengendalikan api sebelumnya. Meski lokasi kini dalam kondisi stabil, tindakan pencegahan terus dilakukan guna memastikan tidak ada risiko kembali.

Syaiful Kahfi menjelaskan bahwa api yang menyala kembali pada Jumat malam tidak membahayakan seluruh area, hanya terbatas pada lantai tiga. “Pemadaman telah berhasil dilakukan, dan tidak ada tanda-tanda api merambat ke bagian lain,” katanya. Penyebab kebakaran masih dalam investigasi, dengan garis polisi dipasang di lokasi awal untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Pada hari kejadian, api mulai membesar di Jalan Krendang Barat, Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Kebakaran ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu kehidupan warga sekitar. “Api melalap rumah-rumah secara cepat, menyebabkan kepanikan di antara penduduk,” kata warga setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berdasarkan data yang diberikan, kebakaran Kamis lalu menghancurkan 27 rumah tinggal. Kondisi kritis terjadi setelah api mengalami penyebaran yang signifikan. Sejumlah benda seperti mesin sedot air dan bahan logam dikumpulkan oleh petugas untuk diperiksa lebih lanjut. “Benda-benda yang terbakar masih bisa dipakai, selama tidak mengandung bahan mudah terbakar,” tambah Syaiful.

Titik Awal Kebakaran dan Penyelidikan

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa petugas penyelidik telah menempatkan garis polisi di titik awal kebakaran, sebagai tanda lokasi investigasi. “Kita sudah menetapkan garis polisi untuk mencegah gangguan lalu lintas dan memudahkan proses penyelidikan,” kata Syaiful.

Pada hari kejadian, kebakaran memporakporandakan area Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat. Warga mengalami kesulitan mengungsi karena kondisi jalan yang sempit. “Kami harus memakai mobil pemadam untuk mengangkut korban ke tempat yang lebih aman,” jelas petugas pemadam.

Di sisi lain, kebakaran yang terjadi pada Jumat malam menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga. “Kita takut api muncul lagi, terutama di lantai bawah yang masih dalam kondisi rusak,” kata seorang warga. Meski demikian, kehadiran petugas pemadam menenangkan situasi.

Angka Korban dan Dampak Kebakaran

Sebagai hasil kebakaran Kamis lalu, 113 kepala keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Angka ini mencakup sekitar 250 orang yang mengungsi. Sebagian besar warga menempati musala terdekat sebagai tempat sementara. “Kami mendistribusikan bantuan logistik, seperti makanan dan air minum, ke pengungsi,” kata petugas pemerintah.

Pada Jumat malam, kondisi warga sudah sedikit lebih baik. Mereka mulai beradaptasi dengan pengungsian, sementara petugas berupaya mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan. “Warga berusaha memastikan berang mereka aman, meski banyak yang rusak,” tambah Syaiful.

Kebakaran ini juga menghancurkan sejumlah benda berharga, termasuk mesin sedot air yang digunakan sehari-hari. “Material logam dan peralatan elektronik menjadi korban utama, karena mudah terbakar,” kata seorang warga yang terdampak.

Dari sisi keamanan, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Syaiful Kahfi menyatakan bahwa kesiapan petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan api. “Kami memastikan prosedur pemadaman tetap berjalan lancar, bahkan setelah api menghiasi kembali Jumat malam,” katanya.

Kebakaran yang terjadi di Krendang, Jakarta Barat, menimbulkan perhatian publik terhadap sistem pemadam kebakaran. Sejumlah warga mengapresiasi tindakan petugas, meski menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran. “Kita perlu edukasi tentang penggunaan listrik dan bahan bakar, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata seorang warga.

Secara keseluruhan, kebakaran di Jalan Krendang Barat menimbulkan dampak luas, baik dalam aspek material maupun psikologis warga. Dengan bantuan dari berbagai pihak, kota Jakarta Barat berupaya memulihkan kondisi. “Kita optimis bisa segera menormalisasi situasi, asalkan penyebab kebakaran diketahui dan tindakan pencegahan diterapkan,” tutur Syaiful.