Sebut Barcelona dirampok – Raphinha terancam sanksi UEFA

Sebut Barcelona dirampok, Raphinha terancam sanksi UEFA

Kritik keras Raphinha terhadap wasit

Jakarta, Pemain sayap Barcelona, Raphinha, berpotensi menerima hukuman dari UEFA setelah mengkritik keputusan wasit yang menurutnya menguntungkan Atletico Madrid. Menurut laporan dari Mundo Deportivo, Rabu, Raphinha mengungkapkan kekesalannya terhadap wasit Clement Turpin, yang berpotensi menimbulkan sanksi dari UEFA.

Raphinha dinilai melanggar aturan karena dianggap merendahkan wasit dan otoritas sepak bola Eropa. Barcelona gagal membalikkan keadaan meski menang 2-1 pada leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB. Sebelumnya, tim besutan Hansi Flick kalah 0-2 di leg pertama sehingga harus mengakui keunggulan agregat Atletico.

Reaksi Raphinha setelah pertandingan

Situasi memburuk saat Eric Garcia mendapatkan kartu merah di babak kedua akibat melanggar Alexander Sorloth. Setelah pertandingan, Raphinha mengeluarkan kecamannya terhadap wasit, menyebut Barcelona ‘dirampok’ akibat beberapa keputusan kontroversial sepanjang pertandingan.

Dalam postingan di media sosial, Raphinha menjelaskan: ‘Saya minta maaf atas gestur yang tidak tepat, hal itu tidak sesuai dengan nilai dan karakter saya. Tindakan itu muncul dalam situasi ketegangan saat saya membalas cemoohan penggemar Atletico.’

UEFA berwenang memberikan hukuman larangan bertanding hingga tiga pertandingan dalam kompetisi antarklub Eropa. Kasus serupa pernah terjadi pada Neymar pada 2019, yang mendapat sanksi akibat kritik tajamnya terhadap wasit di Liga Champions.

Raphinha juga sempat membalas cemoohan suporter Atletico dengan isyarat yang menyiratkan Los Colchoneros akan tersingkir di semifinal. Namun, sang pemain telah meminta maaf kepada fans Atletico atas aksinya tersebut. Bila sanksi benar dijatuhkan, Raphinha kemungkinan harus menjalani hukuman tersebut pada fase liga Liga Champions musim 2026/2027.