Key Discussion: Program “Seeds of Change” dukung inovasi pariwisata berkelanjutan

Program “Seeds of Change” Dukung Inovasi Pariwisata Berkelanjutan

Key Discussion – Jakarta, 2026 – The Apurva Kempinski Bali secara resmi menghadirkan program inkubasi “Seeds of Change” yang bertujuan memperkuat pengembangan inovasi di bidang pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau. Inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye Path to Sustainable Growth 2026, yang berfokus pada penguatan keberlanjutan melalui kerja sama lintas sektor dan pengembangan sumber daya manusia muda. General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa program ini adalah langkah strategis untuk mendorong aksi nyata yang berdampak luas. “Ketika kita melakukan sesuatu yang benar, masyarakat akan ikut terlibat. Fokusnya bukan hanya pada kepemimpinan, tetapi pada kolaborasi yang mampu menciptakan perubahan lebih besar,” ujarnya.

Langkah Kolaboratif untuk Pemimpin Keberlanjutan

Program “Seeds of Change” menargetkan 10 peserta yang akan mendapatkan bimbingan selama delapan pekan dari para mentor yang memiliki keahlian di berbagai bidang. Pemilihan peserta dilakukan dengan harapan mereka dapat menjadi penggerak utama dalam memperluas pengaruh gerakan keberlanjutan ke masyarakat luas. Charles Octoriano, Manajer Humas dan Pemasaran The Apurva Kempinski Bali, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya untuk pelaku usaha di sektor perhotelan dan pariwisata, tetapi juga terbuka bagi startup dari berbagai bidang yang ingin berkontribusi pada isu lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

“Seeds of Change” tidak hanya ditujukan kepada usaha perhotelan dan pariwisata, tetapi terbuka bagi startup dari berbagai sektor yang memiliki fokus pada isu lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

Dalam proses inkubasi, para peserta akan belajar dari praktik yang telah diterapkan The Apurva Kempinski Bali, seperti pengelolaan kebun atap, pengolahan limbah makanan, hingga sistem ekonomi sirkular. Dengan mengakses pengalaman langsung dari perusahaan, peserta diharapkan mampu mengadaptasi metode tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek. “Program ini memberikan kesempatan untuk memahami konsep yang sudah teruji sekaligus mengembangkan solusi yang relevan dengan tuntutan zaman,” tambah Octoriano.

Gerakan Keberlanjutan yang Menjangkau Komunitas

Sustainability Consultant MVB, Alistair Speirs, menilai sektor perhotelan memiliki peran penting dalam memperluas dampak keberlanjutan. Menurutnya, hotel merupakan tempat pertemuan langsung antara ribuan orang dari berbagai latar belakang. “Jika prinsip keberlanjutan diterapkan dengan tepat, dampaknya akan menyebar ke lingkungan sekitar saat pengunjung kembali ke komunitas masing-masing,” jelas Speirs. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara perusahaan, akademisi, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang regeneratif.

Program ini juga bertujuan menanamkan pemahaman keberlanjutan sejak dini di kalangan mahasiswa. Dengan terlibat langsung dalam proses inkubasi, peserta diharapkan membangun kebiasaan inovatif yang siap menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi di masa depan. “Pemuda adalah harapan masa depan, dan mereka perlu diberi wadah untuk mengembangkan ide yang bisa mengubah pola pikir dan praktik industri,” tambah Guironnet. Selain itu, program ini bertujuan menciptakan efek berantai melalui transfer pengetahuan, sehingga muncul inovasi baru yang mampu menjawab isu kritis dalam pembangunan berkelanjutan.

Transformasi Pariwisata dari Diskusi ke Aksi

Kampanye Path to Sustainable Growth 2026, yang menyandang tema “Regenerate for the Future”, menghadirkan “Seeds of Change” sebagai salah satu inisiatif utama. Program ini berupaya mengubah aspirasi tentang keberlanjutan menjadi tindakan nyata, dengan melibatkan generasi muda, dunia usaha, dan komunitas. Dengan menggabungkan keahlian dari berbagai bidang, seperti perhotelan, konsultasi keberlanjutan, hingga industri keuangan, The Apurva Kempinski Bali ingin menciptakan ruang dialog yang lebih dinamis.

“Hotel merupakan titik interaksi yang mempertemukan banyak orang. Jika prinsip keberlanjutan diterapkan dengan benar, dampaknya dapat menjangkau masyarakat lebih luas ketika mereka kembali ke komunitasnya masing-masing,” ujar Speirs.

Peluncuran program ini sejalan dengan visi The Apurva Kempinski Bali untuk menjadi pemimpin dalam inovasi pariwisata berkelanjutan. Dengan mendukung startup dan mahasiswa, perusahaan mencoba mengurangi kesenjangan antara ide dan implementasi. Selain itu, inisiatif ini bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membangun model bisnis yang lebih hijau. “Kami ingin menciptakan lingkungan di mana keberlanjutan bukan lagi konsep abstrak, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutur Guironnet.

Peluang untuk Inovasi yang Berdampak Global

Program “Seeds of Change” menawarkan peluang bagi peserta untuk menggali ide-ide yang berpotensi mengubah paradigma pariwisata. Dengan bimbingan dari mentor yang berpengalaman, para peserta bisa mengembangkan solusi yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemula dan profesional akan memunculkan inovasi yang lebih inklusif,” kata Octoriano. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini menjadi jembatan untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam berbagai sektor usaha.

Dalam konteks global, The Apurva Kempinski Bali berharap program ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk menyesuaikan kebijakan mereka. Pariwisata berkelanjutan tidak hanya tentang mengurangi emisi karbon, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah untuk masyarakat. “Masyarakat akan lebih peduli jika melihat perusahaan besar seperti kami mengambil inisiatif,” ujar Guironnet. Hal ini juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap isu lingkungan yang semakin kritis.

Para peserta program akan berpartisipasi dalam workshop, sesi diskusi, dan proyek penerapan langsung. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan kritis dan membangun jaringan yang kuat. “Mentor tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga menginspirasi peserta untuk berpikir lebih luas,” jelas Octoriano. Dengan menggabungkan pengalaman dari berbagai sektor, program ini menawarkan perspektif yang lebih holistik tentang keberlanjutan.

Keberlanjutan sebagai Kunci Pembangunan Masa Depan

Menurut Speirs, program ini menjadi bukti bahwa perusahaan dapat menjadi penggerak utama dalam perubahan sosial. “Dengan menanamkan nilai keberlanjutan ke dalam operasional, kami berharap masyarakat akan lebih peduli terhadap isu lingkungan,” katanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan keberlanjutan tidak hanya tergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada inisiatif swasta. “Perusahaan memiliki kekuatan untuk menciptakan kebiasaan yang berkelanjutan, terutama ketika mereka bekerja sama dengan generasi muda,” imbuhnya.

Program “