DKI kemarin – aksi premanisme lalu tiang provider roboh
DKI Kemarin: Pemprov DKI Berantas Premanisme, Harga Plastik Mendorong Inovasi, dan Peringatan Soal DBD
Langkah Tegas Pemprov DKI Terhadap Aksi Premanisme
Pemprov DKI Jakarta memberikan pernyataan komitmen untuk mengatasi tindakan premanisme yang terjadi di Ibu Kota. Hal ini terutama dilakukan setelah insiden di Tanah Abang yang menimpa seorang sopir bajaj. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus tersebut secara tegas.
“Tidak ada kompromi lagi. Untuk premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur tidak ragu-ragu untuk menindak tegas,” ujarnya saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu.
Peringatan Soal Risiko DBD Akibat Fenomena El Nino
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan masyarakat akan ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di semester kedua tahun 2026. Dia menyebut DBD akan menjadi tantangan utama jika El Nino berdampak signifikan.
“Penyakit pertama yang akan kita hadapi, apabila El Nino terjadi, adalah DBD. Kami akan menyesuaikan dengan masa transisi cuaca yang diperkirakan lebih panjang dan suhu Jakarta atau Indonesia lebih tinggi,” jelas Rano Karno di Jakarta, Minggu.
Penyelidikan Kasus Tiang Provider yang Roboh
Kasus tiang provider yang roboh dan mengenai dua rumah kontrakan di Jalan KH Hasyim, Pondok Cabe, Jakarta Barat sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Proses penyelidikan masih dalam tahap pendalaman.
“Kalau untuk proses penyelidikan masih dilakukan pendalaman oleh pihak Reskrim,” kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Komitmen Mendukung Kegiatan Keagamaan Umat Beragama
Pemprov DKI Jakarta menegaskan dukungan terhadap berbagai kegiatan agama yang diadakan masyarakat. Ini sebagai bagian dari program pembangunan sosial yang inklusif. Perayaan Nyepi juga dimasukkan dalam agenda resmi pemerintah daerah.
Naiknya Harga Plastik Sebagai Momentum Inovasi
Pramono Anung menyebut kenaikan harga plastik sebagai peluang untuk mencari alternatif pengganti. Ia menekankan perlunya inovasi agar penggunaan plastik bisa dikurangi secara bertahap.
“Kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini perlahan harus dikurangi. Harus ada substitusinya,” tambah Pramono di Jakarta, Minggu.
