Main Agenda: Pelancong asal Mesir sebut China salah satu tempat teraman di dunia

Pelancong Mesir Pujian China sebagai Tempat Teraman Dunia

Nanchang, sebuah kota di provinsi Jiangxi, China timur, menjadi tempat yang menarik perhatian seorang traveler internasional asal Mesir, Ahmed Haggagovic. Dalam perjalanannya yang telah menjangkau 191 negara, ia menyebut China sebagai destinasi yang unik dan aman.

“Saya bisa meletakkan tas di stasiun kereta, meski jumlah pengunjung mencapai setengah juta orang. Saya yakin peluangnya kecil bagi siapa pun mengambilnya. China menawarkan rasa aman bagi anak-anak, keluarga, dan perempuan yang berjalan di jalan pada malam hari,” ujarnya.

Dengan usia 41 tahun, Haggagovic dikenal sebagai penjelajah yang berani. Perjalanan globalnya dimulai pada 2007, saat ia memutuskan untuk menggambarkan dunia secara adil. Di media sosial, ia memiliki 5,25 juta pengikut di Facebook dan 1,32 juta di Instagram.

“Orang-orang mengapresiasi karya saya karena mereka merasa seperti melihat dunia melalui mata dan video saya. Saya harus mengeksplorasi langsung, bukan hanya menggambarkan dari jauh,” katanya.

Dalam kunjungan ke-15 ke Tiongkok, Haggagovic menyadari perubahan besar yang terjadi. Ia menyebutkan bahwa sepuluh tahun terakhir menunjukkan transformasi luar biasa di bidang infrastruktur, teknologi, dan perkotaan.

“Baru-baru ini, saya unggah video yang menampilkan drone, kereta cepat, robot, dan mobil otonom di Tiongkok. Banyak pengguna media sosial menyatakan ingin mengunjungi negara ini,” tambahnya.

Saat berjalan di kawasan pabrik pakaian Nanchang, ia memilih warna dengan hati-hati dan mengecek kualitas kain secara langsung. “Saya ingin membuat kaos khusus untuk penggemar dan komunitas media sosial,” ungkapnya.

Kunjungan pertamanya ke Tiongkok terjadi pada 2010, saat ia melakukan perjalanan dari Rusia. Meski menghadapi tantangan komunikasi—dia tidak menguasai Mandarin, sementara warga Tiongkok belum mahir berbahasa Inggris—kemajuan di bidang teknologi dan kehidupan sosial tetap membuatnya terkesan.

“Saat tiba di Tiongkok, saya menyadari bahwa negara ini jauh berbeda dari bayangan saya. Mereka berbagi makanan meski tidak bisa berkomunikasi dengan lancar,” katanya.

Sebagai seorang pelancong, Haggagovic ingin terus memperkenalkan Tiongkok ke berbagai penjuru dunia. Ia membagikan pengalaman di berbagai kota untuk menunjukkan keberagaman budaya dan perubahan yang terjadi.

Saat ini, ia terus memperbarui konten dengan memfokuskan pada inovasi dan kehidupan modern di Tiongkok.