Special Plan: PPK Kemayoran perkuat potensi “sport tourism” tingkatkan daya saing
PPK Kemayoran Perkuat Potensi “Sport Tourism” untuk Tingkatkan Daya Saing
Special Plan – Jakarta, Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, sebuah Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), tengah giat memperkuat potensi wisata olahraga (sport tourism) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan turnamen padel sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kawasan tersebut. PPK Kemayoran menganggap olahraga sebagai salah satu elemen kunci dalam mengubah tampilan kawasan eks Bandara Kemayoran menjadi pusat aktivitas yang lebih dinamis dan menarik bagi pengunjung.
Turnamen Padel sebagai Sarana Sinergi dan Peningkatan Kualitas Kawasan
Direktur Pemberdayaan Kawasan PPK Kemayoran, Yudi Sugara, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen ini memiliki peran ganda, yakni sebagai ajang kompetisi olahraga sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan. “Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi, sejalan dengan tema yang kami usung, yaitu One Team, One Goal,” ucap Yudi dalam wawancara dengan media.
“Kami percaya bahwa olahraga bisa menjadi jembatan untuk menggali potensi kawasan secara lebih luas. Dengan adanya turnamen seperti ini, kami mencoba membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi,” terang Yudi.
PPK Kemayoran menghadirkan berbagai aktivitas yang menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi titik awal dalam transformasi kawasan menjadi lebih hidup, terintegrasi, dan kompetitif. Acara ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 PPK Kemayoran, yang sekaligus menandai komitmen pengelola untuk terus mengembangkan fasilitas publik dan memperkuat ekosistem pariwisata olahraga di sana. Selain kompetisi padel, acara ini menyajikan serangkaian kegiatan pendukung yang bertujuan menarik lebih banyak pengunjung serta memberikan pengalaman baru bagi masyarakat lokal.
Perayaan HUT dan Strategi Pengembangan Kawasan
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-41, turnamen padel menarik partisipasi dari sejumlah peserta. Terdapat 28 tim putra dan 20 tim putri yang turut serta, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari kalangan olahraga. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi titik puncak dari berbagai inisiatif PPK Kemayoran dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan memperkuat sinergi antar-stakeholder, harapan utama adalah mempercepat perkembangan kawasan menjadi destinasi yang lebih menarik dan berdaya saing.
Kemitraan yang dibangun melalui turnamen ini juga bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dan pengusaha dalam pengembangan kemayoran. PPK Kemayoran menekankan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan tidak hanya bergantung pada pihak pengelola, tetapi juga peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Kita perlu bersatu dalam satu tujuan, yakni membangun Kemayoran sebagai kawasan yang bersih, terang, aman, dan hijau,” tambah Yudi.
Di samping turnamen padel, acara ini juga menampilkan kegiatan seperti coaching clinic yang diikuti oleh 12 peserta. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dari para pemain profesional dan meningkatkan keterampilan olahraga. Sesi fun games dan open play juga menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman pengunjung, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Berbagai fasilitas ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan dan mengubah persepsi kawasan Kemayoran sebagai area yang hanya memiliki fungsi utilitas.
Pengembangan Fasilitas Olahraga dan Ruang Publik
PPK Kemayoran saat ini sedang mengembangkan berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik. Dalam upaya ini, selain lapangan padel, kawasan juga memiliki jogging track yang merupakan destinasi baru bagi masyarakat yang mencari aktivitas fisik. Pembenahan infrastruktur tersebut sejalan dengan visi untuk menjadikan Kemayoran sebagai pusat aktivitas olahraga dan rekreasi perkotaan. “Kita juga sedang melakukan revitalisasi Kemayoran Indah Golf, yang akan menjadi bagian dari kawasan dengan konsep yang lebih modern dan ramah lingkungan,” jelas Yudi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kemayoran tidak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga tempat bermain dan bersenang-senang. Dengan memperkuat sport tourism, kita bisa mengangkat citra kawasan secara lebih baik,” katanya.
Pengembangan kawasan Kemayoran dianggap sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing kota-kota besar di Indonesia. Selain menarik wisatawan, keberadaan fasilitas olahraga dan ruang publik yang lengkap juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. “Kita ingin menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan menarik, dengan penekanan pada keseimbangan antara fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tambah Yudi.
Harapan untuk Pengembangan Berkelanjutan
Dengan menampilkan berbagai kegiatan yang beragam, PPK Kemayoran mencoba membangun citra sebagai kawasan yang progresif dan berorientasi pada keberlanjutan. Pengelola menekankan bahwa sport tourism tidak hanya tentang kegiatan olahraga, tetapi juga tentang bagaimana kawasan dapat menjadi ruang yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. “Kami ingin menciptakan ekosistem yang solid, sehingga Kemayoran bisa menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan kawasan perkotaan berbasis olahraga,” ujar Yudi.
Dalam jangka panjang, PPK Kemayoran berharap bahwa upaya seperti turnamen padel dan pengembangan fasilitas olahraga akan meningkatkan jumlah pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal. Berbagai inisiatif ini juga bertujuan menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar serta menjaga kualitas hidup yang sehat. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, kawasan Kemayoran diprediksi akan menjadi salah satu destinasi yang diminati di kota Jakarta.
Kemitraan dan Tantangan dalam Pengembangan Kawasan
Dalam proses pengembangan, PPK Kemayoran tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada penguatan kerja sama antar-instansi. Kemitraan yang dibangun melalui turnamen ini dianggap sebagai langkah awal untuk menciptakan kebersamaan dalam pengembangan kawasan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa semua pihak harus bergerak bersama untuk mencapai tujuan yang sama,” kata Yudi.
Walaupun berbagai kegiatan telah dimulai, tantangan dalam pengembangan kawasan masih ada. PPK Kemayoran perlu memastikan bahwa fasilitas yang dibangun bisa dimanfaatkan secara optimal, baik oleh warga setempat maupun wisatawan. Selain itu, keberhasilan sport tourism juga bergantung pada promosi yang tepat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. “K
