Latest Program: Khofifah minta guru maksimal bimbing pelajar ADEM jadi generasi unggul
Khofifah Dorong Guru dan Kepala Sekolah Bimbing Pelajar ADEM Papua Menuju Generasi Unggul
Latest Program – Kota Malang, Jawa Timur menjadi tempat yang hangat bagi kedatangan serombongan pelajar dari berbagai wilayah Papua. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menyampaikan pesan pentingnya peran pendidik dalam membimbing 152 siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun 2026. Para pelajar ini akan menempuh pendidikan di berbagai sekolah di provinsi tersebut selama beberapa tahun ke depan.
Khofifah menekankan bahwa setiap anak yang datang dari tanah Papua merupakan bagian dari keluarga besar Indonesia. Tugas para pendidik tidak hanya sebatas传授 ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan. “Mereka adalah putra dan putri kita semua, sehingga tugas para kepala sekolah dan guru adalah membimbing mereka menjadi generasi terbaik, menjadi kebanggaan Indonesia dan Tanah Papua,” ujar Khofifah saat ditemui di Malang, Minggu.
Distribusi Pelajar dari Lima Wilayah Papua
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah 152 pelajar tersebut terbagi secara merata dari lima wilayah Papua. Sebanyak 15 siswa berasal dari Papua Barat, sementara 30 siswa lainnya datang dari Papua Tengah. Untuk Papua Selatan, tercatat 35 pelajar yang akan menempuh pendidikan di Jawa Timur. Wilayah Papua Pegunungan mengirimkan 40 siswa, dan Jayapura menyumbang 32 pelajar untuk program ini.
Para siswa dan siswi SMA serta SMK ini akan tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Lokasi penempatan meliputi Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kota Probolinggo, serta Kabupaten Pasuruan. Jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada Senin, 13 Juli, menandai awal perjalanan pendidikan mereka di tanah Jawa.
Pesan Khofifah untuk Masa Depan Papua
Gubernur Khofifah mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur secara optimal. Ia berharap para siswa tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman hidup melalui interaksi dengan lingkungan baru. “Cintai selalu Tanah Papua dan belajarlah dengan sungguh-sungguh di Jawa Timur, lalu pulang untuk membangun Papua dan menjaga Merah Putih. Papua maju, Indonesia semakin kuat,” pesan Khofifah dengan penuh semangat.
Menurut Khofifah, para pelajar ADEM diharapkan mampu berkembang menjadi sosok profesional yang kelak akan menjadi penggerak utama pembangunan di daerah asal maupun tingkat nasional. Kemampuan beradaptasi, ketekunan belajar, dan semangat gotong royong menjadi modal penting yang harus mereka kembangkan selama berada di Jawa Timur.
Konsistensi Jawa Timur Mendukung SDM Papua
Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua, Velix Wanggai, mengapresiasi komitmen Jawa Timur dalam program ADEM. Ia menilai provinsi ini telah menunjukkan konsistensi tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui berbagai inisiatif pendidikan. “Velix menyampaikan kesempatan yang didapatkan harus dimaksimalkan para pelajar, karena akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing,” jelas Velix.
Velix juga menyoroti bahwa Jawa Timur tidak hanya unggul dalam aspek pendidikan formal, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan nilai kebangsaan yang kuat. Hal ini memberikan pengalaman tambahan bagi seluruh peserta program ADEM. “Anak-anak Papua yang belajar di sini tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga dididik membangun karakter, mental, spiritual, wawasan kebangsaan, serta merasakan suasana budaya, persaudaraan, dan semangat pembangunan,” tambah Velix.
Program ADEM merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk pemerataan pendidikan dan pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur. Melalui program ini, pelajar Papua mendapatkan akses ke fasilitas pendidikan berkualitas tinggi di Jawa Timur, sekaligus memperluas jaringan dan perspektif mereka tentang Indonesia yang lebih luas.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan para pelajar ADEM 2026 dapat kembali ke Papua dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat yang cukup untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan tanah kelahiran mereka. Proses ini tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
