Key Strategy: Pemkot Makassar usulkan 79 sekolah ke pusat untuk direvitalisasi

Key Strategy: Pemkot Makassar Ajukan 79 Sekolah untuk Revitalisasi

Key Strategy – Pemerintah Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan telah resmi mengajukan sebanyak 79 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna mendapatkan program revitalisasi. Usulan ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang berlokasi di wilayah kepulauan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa fasilitas pembelajaran di kota tersebut dapat diperbaiki sesuai standar nasional. Melalui Key Strategy yang diterapkan, Pemkot Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

Moch Salim Somad, yang menjabat sebagai Direktur Sekolah Dasar di Kemendikdasmen, hadir secara langsung di Makassar pada hari Rabu untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru. Acara tersebut berlangsung di Jalan Pongtiku, Makassar, dan menjadi momen penting dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat. Dalam sambutannya, Salim Somad menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat agar peserta didik dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

“Revitalisasi sekolah ini, merupakan program prioritas bapak presiden untuk perbaikan gedung sekolah. Sekolah-sekolah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama yang kami perbaiki,” ujarnya.

Realisasi Program Revitalisasi di Makassar

Menurut penjelasan Salim Somad, dari total 79 sekolah yang diusulkan oleh Pemkot Makassar, pada tahap awal program ini, kota tersebut hanya memperoleh alokasi untuk 11 sekolah. Namun, angka tersebut kemudian mengalami peningkatan signifikan menjadi 30 sekolah yang resmi masuk dalam daftar penerima manfaat program revitalisasi nasional. Capaian ini dinilai sangat positif oleh pihak Kementerian. Key Strategy yang diterapkan Pemkot Makassar terbukti efektif dalam mendapatkan dukungan pusat untuk pembangunan infrastruktur pendidikan.

“Alhamdulillah, tadi disampaikan Ibu Kadis, dari 79 sekolah yang diusulkan, sudah sekitar 30 sekolah yang masuk. Ini capaian yang sangat baik,” katanya.

Salim Somad juga mengungkapkan bahwa penambahan kuota masih sangat memungkinkan untuk dilakukan melalui tahap-tahap berikutnya. Hal ini bergantung pada ketersediaan sekolah-sekolah lain yang memenuhi kriteria prioritas yang telah ditetapkan. Pada fase awal pelaksanaan, Kemendikdasmen telah mengalokasikan anggaran sebesar sekitar Rp4,1 triliun untuk 3.886 sekolah di seluruh Indonesia. Prioritas awal diberikan kepada sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam serta daerah-daerah afirmasi, sehingga distribusi ke wilayah lain dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Selanjutnya, pemerintah memperoleh tambahan anggaran melalui APBN Perubahan,” ungkap Salim. Penambahan dana ini menjadi sangat krusial untuk memperluas jangkauan program revitalisasi ke lebih banyak institusi pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Dengan Key Strategy yang tepat, Pemkot Makassar optimis dapat meningkatkan jumlah sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi di masa mendatang.

Dari sekitar 30.400 usulan sekolah yang masuk dari seluruh Indonesia dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp40 triliun, pemerintah pusat telah menyetujui revitalisasi untuk sekitar 15.100 sekolah dengan anggaran sebesar Rp15 triliun. Namun demikian, dari jumlah tersebut baru sekitar separuh yang siap untuk dieksekusi karena masih menunggu kelengkapan administrasi dari masing-masing daerah.

“Artinya rata-rata sekitar satu miliar rupiah per sekolah, meskipun besaran anggaran disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah,” kata Salim.

Program revitalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki fisik bangunan sekolah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan motivasi belajar siswa akan meningkat dan proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Pemkot Makassar optimis bahwa usulan 79 sekolah tersebut akan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat, mengingat pentingnya pendidikan bagi generasi muda di kota tersebut.

Revitalisasi sekolah-sekolah di Makassar juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Melalui program ini, sekolah-sekolah di kepulauan dan daerah terpencil diharapkan dapat merasakan manfaat yang sama dengan sekolah-sekolah di pusat kota. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Dengan adanya tambahan anggaran dari APBN Perubahan, diharapkan proses revitalisasi dapat berjalan lebih cepat dan mencakup lebih banyak sekolah. Hal ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Makassar dan sekitarnya. Pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa setiap sekolah yang direvitalisasi dapat berfungsi optimal sesuai dengan tujuan program nasional. Implementasi Key Strategy ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengajukan proposal revitalisasi pendidikan.