Solving Problems: Duo DJ ‘DNA’ rilis album perdana berisikan 18 trek

Duo DJ ‘DNA’ Meluncurkan Album Perdana Berjudul ‘OURORA’

Solving Problems – Jakarta, Jumat – Pasangan DJ berbakat DNA, yang terdiri dari Aloy dan JayJax, akhirnya merilis album pertama mereka sebagai duo. Album ini diberi nama OURORA, yang menjadi langkah penting dalam mengembangkan identitas musik mereka di industri Indonesia. Dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, album ini mengandung 18 trek dengan durasi total 1 jam 48 menit. Meski masih banyak menghadirkan suara karakteristik Indo Bounce yang sebelumnya membuat DNA dikenal luas, OURORA juga menunjukkan eksplorasi genre yang lebih luas, seperti techno, dirty dutch, drum n bass, hingga trap.

Kesempatan Menjadi Karya Disengaja

Aloy dan JayJax mengungkapkan bahwa peluncuran OURORA adalah hasil dari keinginan mereka yang sudah lama terbentuk. Namun, kesempatan untuk menghadirkan album yang ‘disengaja’ baru terwujud pada September 2023. Kedua musisi ini memutuskan merilis single secara berkala setiap kuartal, dengan tiga single yang terkandung dalam OURORA sebagai bagian dari strategi mereka. “Kita ingin menunjukkan bahwa musik DNA tidak hanya terbatas pada genre yang biasa kita mainkan di klub, tapi juga membawa pesan lebih dalam,” kata Aloy, yang sering disapa Mister Aloy. Ia menambahkan, album ini bertujuan memberi gambaran tentang ‘warna’ musik mereka ke dunia luar sekaligus mengajak penggemar untuk memahami arah kreatif yang akan diambil oleh duo ini di masa depan.

“Dari dulu memang ingin (rilis musik), tapi baru ada kesempatan untuk buat rilisan yang ‘disengaja’ itu dari 2023 September. Akhirnya kita keluarkan per-Q (quarter) single-single yang akan ada di OURORA; dengan genre yang tidak kita mainkan saat di club. Sengaja kita lakukan ini, karena selain memberitahu dunia ‘ini lho, warna gue’, kita juga mau edukasi fanbase kita tentang arah musik yang akan DNA ambil dengan perilisan OURORA,” ujar Aldy Renaldi atau yang kerap disapa Mister Aloy.

Eksplorasi Visual dan Konsep Album

Album OURORA tidak hanya berisi musik, tetapi juga membawa cerita visual yang mengikuti narasi dari dalam. Konsep ini bermula dari ilustrasi album seni karya Elsha Graciella, yang menggambarkan matahari terbit dengan kombinasi elemen dunia nyata. Aloy menjelaskan bahwa konsep tersebut memperlihatkan perjalanan mereka sebagai DJ, mulai dari momen awal hingga ke arah yang lebih matang. “Visual ini mencerminkan jalan hidup kita yang berantakan, tetapi juga ada kejenakaan dan harapan yang tak pernah padam,” tambahnya.

Dalam ilustrasi tersebut, matahari terbit menjadi simbol perubahan dan pencarian, sementara elemen seperti tiang listrik dengan kabel yang berantakan menggambarkan kekacauan sehari-hari. Layangan Bali yang terbang di langit jingga menjadi representasi kejenakaan dan keceriaan yang terus mengiringi perjalanan mereka. Selain itu, air tenang yang dijadikan cerminan menunjukkan keinginan untuk tetap mawas diri dan berpikir jernih di tengah dinamika musik yang terus berubah.

Kolaborasi dalam Proses Produksi

Sebagai DJ dan produser, JayJax berperan aktif dalam menggarap setiap trek di OURORA. Ia didukung oleh dua kreator, Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel, yang terlibat dalam perancangan alur musik untuk setiap lagu. Kombinasi antara keterampilan teknis dan kreativitas ini membantu DNA menciptakan karya yang lebih dinamis dan menyentuh. “Kami bekerja sama dengan tim yang sangat kompeten, sehingga setiap bagian dari album ini bisa terwujud secara maksimal,” katanya.

Proses produksi tidak hanya berfokus pada suara, tetapi juga pada pengalaman mendengar yang menyeluruh. JayJax menjelaskan bahwa selama pembuatan OURORA, mereka mencoba menggabungkan keunikan musik Indonesia dengan nuansa global. “Ini bukan sekadar koleksi lagu, tapi juga perjalanan kreatif yang ingin kami bagikan ke semua pendengar,” tegasnya. Dengan demikian, album ini diharapkan bisa memperkaya pemahaman masyarakat terhadap perkembangan musik DNA.

Perjalanan dan Harapan di Masa Depan

Sejak memulai karier sebagai DJ, DNA telah menghadirkan banyak karya yang mengukir nama mereka di industri musik lokal dan internasional. Namun, OURORA menjadi titik balik yang menunjukkan komitmen mereka untuk eksplorasi genre yang lebih luas. Aloy menyebutkan bahwa album ini adalah langkah awal menuju karya-karya yang lebih konsisten dan berkelas. “Kami ingin memberi kesan bahwa DNA tidak hanya berkembang sebagai DJ, tapi juga menjadi pembuat musik yang bisa diakui secara global,” katanya.

Dalam wawancara eksklusif, JayJax juga mengungkapkan bahwa OURORA adalah hasil dari latihan dan persiapan yang matang. “Setiap trek dalam album ini diproduksi dengan hati-hati, dan kami berharap bisa meraih sambutan positif dari seluruh kalangan pendengar,” ujarnya. Dengan menghadirkan genre yang beragam, DNA ingin menunjukkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dan menciptakan suara yang unik. Meski demikian, mereka tetap mempertahankan esensi Indonesia dalam setiap karya.

Kesimpulan dan Makna di Balik Nama Album

Nama OURORA dipilih sebagai representasi perubahan dan kilauan harapan yang terus mengalir. OURORA, yang dalam bahasa Latin berarti ‘cincin aurora’, menggambarkan perjalanan dari kegelapan menuju cahaya. Aloy menegaskan bahwa album ini adalah bentuk ekspresi dari aspirasi mereka. “Setiap lagu dalam OURORA adalah cerminan dari usaha kita untuk terus berkembang, meski jalan terasa berliku,” katanya.

Dengan OURORA, DNA tidak hanya menghadirkan musik yang menarik, tetapi juga mengajak para pendengar untuk mengikuti perjalanan kreatif mereka. Album ini menjadi fondasi untuk eksplorasi lebih lanjut dalam dunia musik, sekaligus membuktikan bahwa duo ini mampu menghadirkan sesuatu yang baru tanpa menghilangkan keunikan yang selama ini mereka kenal. “Kami harap OURORA bisa menjadi penanda bahwa DNA tidak hanya berkembang, tapi juga terus mencari cahaya baru di setiap langkah,” pungkas JayJax.