Historic Moment: Mengisi liburan sekolah, warga ramai kunjungi pantai Nambo Kendari
Mengisi Liburan Sekolah, Wisata Pantai Nambo Di Kendari Terus Bertumbuh
Kunjungan Turun, Aktivitas Wisata Meningkat
Historic Moment – Minggu (5/7/2026), Pantai Nambo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang memanfaatkan libur sekolah. Taman bermain yang diperluas oleh Pemkot Kendari menarik perhatian berbagai kalangan, terutama anak-anak dan keluarga besar. Penambahan fasilitas seperti perahu kano, donut boat, serta lapangan bola pasir di lokasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman rekreasi yang lebih menyenangkan dan menghadirkan kegiatan baru bagi pengunjung. Dengan adanya perubahan ini, jumlah pengunjung pada bulan Juni 2026 mencapai 6.000 anak dan 13.000 orang dewasa, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Pantai Nambo, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat bersantai sambil menikmati pemandangan laut, kini menawarkan aktivitas lebih beragam. Fasilitas baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, terutama anak-anak yang ingin bermain sambil belajar tentang lingkungan sekitar. Sejumlah pengunjung menyatakan kepuasan mereka terhadap perubahan yang dilakukan pemerintah setempat. “Di sini tidak hanya bisa bermain di pasir, tapi juga bisa mencoba perahu kano dan donut boat. Anak-anak suka karena lebih seru,” kata seorang ibu yang mengantarkan anaknya ke lokasi tersebut. Pengembangan ini juga diharapkan mampu mengurangi kebosanan selama libur sekolah dan mendorong pengunjung untuk menghabiskan waktu lebih lama di lokasi wisata.
“Kami menambahkan fasilitas ini untuk memastikan pengunjung merasa lebih nyaman dan puas selama liburan,” kata Wakil Wali Kota Kendari, [Nama]. Pemkot Kendari juga mengatakan bahwa pengembangan taman bermain di Pantai Nambo merupakan bagian dari upaya memperkaya pengalaman wisatawan, sekaligus mempromosikan pariwisata daerah. “Kami ingin memastikan bahwa semua usia dapat menikmati suasana pantai secara optimal, mulai dari anak-anak hingga dewasa,” tambahnya.
Dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat, Pantai Nambo kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Berbagai aktivitas seperti bermain di lapangan bola pasir, menyewa perahu kano, atau menikmati perahu donut boat menarik minat pengunjung, terutama pada akhir pekan. Sejumlah pengunjung juga mengatakan bahwa kehadiran fasilitas ini membuat Pantai Nambo terlihat lebih modern dan cocok untuk menjadi tujuan liburan keluarga. “Sebelumnya hanya bermain di pasir dan berjemur, tapi sekarang bisa juga bermain air dan bersantai di area yang lebih luas,” ujar [Nama], seorang pengunjung yang kembali ke destinasi ini setiap libur sekolah.
Kebutuhan akan fasilitas yang memadai di lokasi wisata ternyata menjadi prioritas utama bagi masyarakat. Selama Juni 2026, pantai ini menjadi salah satu spot yang paling ramai. Dari data yang dihimpun, sekitar 6.000 anak dan 13.000 orang dewasa menghabiskan waktu di Pantai Nambo, menunjukkan tingkat minat yang tinggi. Pemkot Kendari juga memperhatikan kebutuhan akan kenyamanan selama masa libur. Pihaknya menyediakan area parkir yang lebih luas, tempat istirahat, dan akses ke toilet serta warung makan yang terjangkau.
Berikutnya, pengelola Pantai Nambo menyatakan bahwa mereka terus mengevaluasi jumlah pengunjung dan jenis kegiatan yang paling diminati. “Kami mendapatkan banyak masukan dari pengunjung, salah satunya tentang kebutuhan akan tempat bermain yang lebih banyak,” jelas [Nama], Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari. Dengan penambahan fasilitas, diharapkan pengunjung dapat menghabiskan waktu lebih lama di lokasi tersebut. Selain itu, pengelola juga memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan, khususnya untuk anak-anak yang bermain di air atau di lapangan bola pasir.
Dari sudut pandang ekonomi, keberhasilan pengembangan Pantai Nambo memberikan dampak positif bagi sektor usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang makanan dan minuman, serta pengelola warung, melaporkan peningkatan penjualan selama libur sekolah. “Libur sekolah adalah momentum penting bagi usaha kami, karena pengunjung bisa membawa keluarga besar,” kata seorang pedagang kopi yang berjualan di area Pantai Nambo. Di samping itu, pengelola juga menyebutkan bahwa peningkatan kunjungan berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi penggunaan fasilitas dan penjualan barang dagangan.
Kebutuhan akan tempat rekreasi yang menarik dan nyaman juga mencerminkan trend perubahan kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan lebih memilih destinasi yang menawarkan aktivitas beragam daripada hanya sekadar bersantai. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke Pantai Nambo, yang sebelumnya hanya dipakai sebagai tempat berjemur. Dengan menambahkan fasilitas seperti perahu kano dan lapangan bola pasir, Pemkot Kendari mencoba memenuhi permintaan akan pengalaman wisata yang lebih dinamis.
Menurut [Nama], anggota komisi pariwisata Kota Kendari, pengembangan Pantai Nambo juga menjadi langkah strategis untuk menarik wisatawan dari luar daerah. “Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kita berharap Pantai Nambo bisa menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Tenggara,” katanya. Penambahan perahu donut boat, yang merupakan perahu kecil dengan desain khusus, juga mendapat respons positif dari pengunjung. Aktivitas ini dianggap lebih menarik dibandingkan kegiatan tradisional, sekaligus mengurangi rasa jenuh selama libur panjang.
Di sisi lain, peningkatan jumlah pengunjung juga memerlukan peningkatan manajemen pengelolaan. Pemkot Kendari memperkenalkan sistem tiket untuk mengatur alur pengunjung, terutama pada hari-hari libur nasional. “Tiket bisa menjadi alat untuk menjamin kenyamanan pengunjung dan meminimalkan kerumunan,” jelas [Nama]. Sementara itu, pengunjung menyatakan bahwa biaya tiket tidak terlalu mahal dan justru membuat pengalaman mereka lebih terorganisir. “Tiket dikenakan untuk memastikan semua pengunjung bisa mengakses fasilitas dengan rapi, dan tidak ada antrian yang terlalu panjang,” tambah seorang pengelola wisata lokal.
