Special Plan: 400 pekerja dikerahkan bangun tambak udang modern Sumba Timur
400 Pekerja Dikerahkan Bangun Tambak Udang Modern Sumba Timur
Special Plan – Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tengah mengalami percepatan pembangunan proyek strategis berupa kawasan tambak udang modern terintegrasi. Proyek ini dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) yang menyediakan sekitar 400 tenaga kerja serta 300 unit alat berat untuk mempercepat pengerjaan. Tujuan utama dari proyek ini adalah memastikan kawasan budidaya udang bisa mulai beroperasi pada tahun 2027, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan di daerah tersebut.
Dalam upaya mencapai target operasional, PT Adhi Karya mengutamakan penggunaan alat berat yang memadai untuk mempercepat pekerjaan. Abdul Kadir, Project Construction Manager dari perusahaan tersebut, menjelaskan bahwa jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 400 orang, termasuk operator ekskavator dan tenaga teknis lainnya. “Pekerjaan di lapangan dilakukan secara intensif untuk mengejar jadwal yang telah ditentukan,” katanya dalam wawancara pada Selasa (10/10/2023).
“Total pekerja yang terlibat, termasuk operator ekskavator, saat ini mencapai sekitar 400 orang,” kata Abdul Kadir. Ia menegaskan bahwa alat berat menjadi faktor kunci dalam mempercepat penyelesaian proyek, yang menjadi salah satu inisiatif utama di bidang perikanan budidaya.
Dalam proyek ini, alat berat berjumlah 300 unit, dengan komposisi 140 ekskavator dan sekitar 160 truk pengangkut. Menurut Abdul Kadir, peralatan tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas seperti penggalian tanah, pemindahan material, dan pembentukan kolam budidaya. “Ketersediaan alat berat yang cukup memungkinkan pekerjaan berjalan efisien,” tambahnya. Dari total alat berat yang dikerahkan, sekitar 30 unit berasal dari Pulau Sumba, sementara sisanya diimpor dari berbagai provinsi di Indonesia.
Pada akhir Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 4,21 persen. Capaian ini mencakup pembangunan fasilitas sementara, pengerjaan infrastruktur kolam budidaya, serta pemasangan sistem pengolahan limbah di klaster pertama. “Progres 4,21 persen meliputi tiga tahap utama, yaitu fasilitas sementara, kolam budidaya, dan instalasi pengolahan limbah,” jelas Abdul Kadir. Meski persentase ini tergolong kecil, langkah ini menunjukkan komitmen serius perusahaan dalam menyelesaikan proyek sesuai rencana.
“Progres pekerjaan 4,21 persen ini terdiri atas pekerjaan fasilitas sementara, pekerjaan kolam budidaya udang, dan pekerjaan fasilitas pengolahan limbah klaster,” katanya. Pemenuhan target ini dipercayakan kepada tim konstruksi yang bekerja secara terpadu dan terorganisir.
Proyek tambak udang modern ini dibangun di Desa Palakahembi dan memiliki nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun. Luas kawasan yang dikembangkan melebihi 2.000 hektare, dengan fasilitas utama meliputi kolam budidaya dan sistem pengolahan limbah. Fasilitas pendukung ini dirancang untuk memastikan pengelolaan budidaya udang yang lebih efisien serta ramah lingkungan. “Kawasan ini bertujuan menjadi model pertanian akuakultur modern yang dapat berdampak positif bagi ekosistem sekitar,” ujarnya.
Kawasan budidaya yang sedang dibangun akan memiliki kapasitas produksi besar, yang berpotensi meningkatkan produksi udang nasional. Selain itu, proyek ini juga diharapkan memberi peluang kerja bagi masyarakat setempat. Abdul Kadir menyatakan bahwa perekrutan tenaga kerja lokal menjadi prioritas dalam proses konstruksi, sekaligus memperkuat ekonomi daerah. “Membuka lapangan kerja adalah salah satu dampak signifikan dari proyek ini,” katanya.
Di samping manfaat ekonomi, proyek tambak udang juga dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan. Sistem pengolahan limbah yang dibangun akan mengurangi polusi air dan menjaga kualitas habitat udang. “Ini adalah proyek yang berkelanjutan, karena semua fasilitas dirancang untuk beroperasi dengan ramah lingkungan,” jelas Abdul Kadir. Target operasional awal pada 2027 dianggap sebagai penanda penting dalam perjalanan pengembangan sektor perikanan di Sumba Timur.
Pembangunan proyek ini juga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan kawasan budidaya yang mencakup lebih dari 2.000 hektare, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. “Kawasan ini akan menjadi pusat produksi udang yang mampu mengakomodasi permintaan nasional secara signifikan,” tegas Abdul Kadir.
Proses konstruksi yang berlangsung intensif menunjukkan peran penting PT Adhi Karya dalam mendorong keterlibatan industri konstruksi dalam sektor pertanian akuakultur. Pemilihan lokasi Desa Palakahembi didasarkan pada potensi geografis dan kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan budidaya udang. “Lokasi ini memiliki akses yang baik ke sumber daya alam dan mudah dijangkau oleh alat berat,” tambahnya.
Dengan adanya proyek ini, keberlanjutan pertanian akuakultur di Sumba Timur diharapkan menjadi contoh yang dapat ditiru oleh daerah lain. Proyek tambak udang modern dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan produksi tanpa mengorbankan lingkungan sekitar. “Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem budidaya yang lebih berkelanjutan,” kata Abdul Kadir. Pemenuhan target ini akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian akuakultur di daerah tersebut.
Kawasan tambak udang terintegrasi ini juga diharapkan mendorong pengembangan teknologi dalam budidaya. Fasilitas pengolahan limbah, misalnya, akan memastikan limbah tidak lagi merusak lingkungan dan bisa dimanfaatkan kembali. “Pengelolaan limbah menjadi fokus utama karena dampaknya terhadap lingkungan sangat signifikan,” jelas Abdul Kadir. Proyek ini menunjukkan komitmen PT Adhi Karya untuk menjawab tantangan yang ada dalam sektor perikanan budidaya.
Percepatan pekerjaan di lapangan tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga kerja dan alat berat, tetapi juga pada koordinasi yang baik antara tim teknis dan pihak terkait. “Kerja sama yang terpadu antara semua pihak memungkinkan progres yang lebih cepat,” kata Abdul Kadir. Di samping itu, pihaknya juga fokus pada pengawasan kualitas dan keselamatan di lokasi proyek, agar semua pekerjaan dapat berjalan lancar hingga target operasional tercapai.
Dengan progres yang tercatat saat ini, PT Ad
