Latest Program: Modernisasi TPK Batu Ampar pangkas biaya logistik ekspor Batam

Modernisasi TPK Batu Ampar: Penghematan Biaya Logistik Ekspor Batam Mencapai 300 Dolar AS

Latest Program – Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyatakan bahwa Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar telah berhasil mengurangi biaya logistik ekspor ke Shanghai hingga 300 dolar AS per kontainer. Pencapaian ini diraih melalui serangkaian langkah modernisasi infrastruktur dan penguatan sistem operasional yang komprehensif. Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Batam sebagai pusat logistik regional yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Investasi Besar untuk Transformasi Infrastruktur

Proyek modernisasi TPK Batu Ampar didukung oleh alokasi dana investasi sebesar 85 juta dolar AS. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk berbagai keperluan, termasuk pembaruan peralatan bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, serta digitalisasi layanan kepelabuhanan. Semua upaya ini bertujuan menciptakan operasional yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan industri.

Anggota dan Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penataan ulang TPK Batu Ampar merupakan bagian integral dari rencana strategis pimpinan BP Batam. Upaya ini dirancang untuk membangun ekosistem logistik yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara. Denny menjelaskan bahwa pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi sebagai komitmen untuk mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien.

Pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi. sebagai komitmen untuk mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi utama.

Skema Pengiriman Langsung Mengubah Peta Logistik

Denny Tondano menjelaskan bahwa perluasan jaringan pelayaran langsung membawa dampak ekonomis yang signifikan bagi para pelaku usaha di Batam. Dengan adanya skema pelayaran langsung (direct call), ongkos pengiriman logistik untuk rute Batam-Shanghai kini dapat ditekan menjadi 650-800 dolar AS per kontainer 20 kaki. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan skema lama yang mengharuskan kapal pengumpan (feeder) dan transit (transshipment) di Singapura dengan biaya mencapai 950-1.100 dolar AS per kontainer.

Skema baru ini memberikan potensi penghematan ongkos kirim hingga 300 dolar AS per kontainer, yang setara dengan efisiensi 30-50 persen. Selain itu, waktu tempuh perjalanan juga dipotong menjadi hanya delapan hari. Peningkatan kualitas layanan pelabuhan ini juga dibarengi dengan penguatan konektivitas pelayaran internasional melalui skema pelayaran langsung.

Sebagai contoh, ongkos pengiriman logistik untuk rute Batam-Shanghai kini dapat ditekan menjadi 650-800 dolar AS per kontainer 20 kaki (feet).

Digitalisasi dan Direct Billing

Di samping pembenahan fisik, pengelola TPK Batu Ampar tengah bersiap memperkuat digitalisasi sistem melalui implementasi Direct Billing. Sistem pembayaran seketika (real-time) ini akan segera diberlakukan secara penuh setelah kesiapan seluruh pengguna jasa terpenuhi. Melalui sistem ini, pengguna jasa dapat membayar biaya layanan terminal langsung kepada pengelola tanpa perantara pihak ketiga.

Langkah ini dirancang untuk memangkas birokrasi, meningkatkan transparansi, mempercepat proses administrasi, serta berkontribusi pada penurunan waktu inap barang (dwelling time). Semua elemen ini bekerja sinergis untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang lebih efisien dan kompetitif.

Komitmen Jangka Panjang untuk Pertumbuhan

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyatakan bahwa indikator-indikator positif tersebut menunjukkan peta jalan pengembangan TPK Batu Ampar telah berada pada jalur yang benar. Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional.

Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, mengonfirmasi komitmennya bersama Batu Ampar Container Terminal (BACT) untuk menjaga keberlanjutan produktivitas pelabuhan melalui adopsi teknologi digital secara konsisten. Agenda strategis berikutnya mencakup kelanjutan perluasan terminal, pengerukan kolam pelabuhan demi mengakomodasi kapal bermuatan besar dengan draf lambung yang lebih dalam, serta integrasi ekosistem digital kepelabuhanan secara menyeluruh.

BP Batam bersama Batam Terminal Petikemas (BTP) dan Batu Ampar Container Terminal (BACT) akan melanjutkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional.

Semua upaya ini menunjukkan bahwa modernisasi TPK Batu Ampar bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan transformasi menyeluruh yang menempatkan Batam dalam posisi strategis untuk bersaing di pasar logistik global. Dengan kombinasi investasi besar, teknologi digital, dan skema pengiriman langsung, Batam siap menjadi destinasi utama bagi investor dan pelaku perdagangan internasional.