Latest Program: Menteri Bahlil lantik 19 pejabat tinggi pratama Kementerian ESDM

Menteri Bahlil Lantik 19 Pejabat Tertinggi Kementerian ESDM

Pelantikan untuk Menciptakan Struktur yang Lebih Efisien

Latest Program – Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melangsungkan upacara pengangkatan 19 pejabat tinggi pratama yang memegang berbagai posisi strategis di lingkungan kementerian. Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari perombakan organisasi yang bertujuan mempercepat pencapaian target pembangunan energi nasional. “Kami hari ini melakukan pelantikan dalam rangka reorganisasi, penyehatan sistem, serta mencari formula tim yang lebih responsif,” ungkap Bahlil saat diwawancara di kantor Kementerian ESDM, Rabu.

“Karena target dari Bapak Presiden sangat besar kepada kita, jadi kita melakukan percepatan dengan membuat perubahan,” tambahnya. Tujuan utama dari pelantikan ini, kata Bahlil, adalah menciptakan struktur manajemen yang lebih dinamis dan efektif, sehingga bisa mengoptimalkan fungsi setiap divisi dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia.

Dalam perombakan eselon II ini, Bahlil menegaskan bahwa penyegaran posisi menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kinerja Kementerian ESDM di tengah tantangan global dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar tata kelola, tetapi juga tentang pengisian sumber daya manusia yang lebih kompeten dan memiliki visi jangka panjang. “Kami ingin memastikan bahwa setiap penjabat memiliki keahlian teknis serta kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” jelas Bahlil.

Sejumlah pejabat yang dilantik turut mengisi peran baru dalam bidang pengelolaan energi dan sumber daya mineral. Beberapa di antaranya berasal dari luar Kementerian ESDM, sementara yang lain mengalami perpindahan posisi dari divisi yang berbeda. Perombakan ini juga mencakup penyesuaian struktur organisasi, sehingga mampu meningkatkan sinergi antardepartemen dalam menyelesaikan tugas-tugas kritis.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Pelantikan 19 pejabat tinggi pratama di Kementerian ESDM melibatkan beberapa perubahan penting. Berikut adalah daftar nama-nama serta posisi baru mereka:

Dr. Erick Hutrindo diangkat sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, menggantikan peran sebagai Widyaiswara Ahli Madya pada Badan Pengembangan SDM ESDM. Rakhmawati menjadi Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Perencana Ahli Madya di Inspektorat Jenderal ESDM. Sementara Joko Hadi Wibowo dipercayakan sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, setelah sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Migas Ahli Madya.

Totoh Abdul Fatah ditunjuk sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba), menggantikan posisi Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara. Dr. Asep Kurnia Permana menjadi Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Penyelidik Bumi Ahli Madya di Badan Geologi. Dr. Ir. Hendra Iswahyudi menduduki posisi Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, menggantikan jabatan Direktur Konservasi Energi pada Direktorat EBTKE.

Dr. Priatin Hadi Wijaya menjabat sebagai Direktur Panas Bumi, menggantikan peran Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Noor Arifin Muhammad menjadi Direktur Bioenergi, setelah sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya. Gigih Udi Atmo ditunjuk sebagai Direktur Konservasi Energi, menggantikan posisi Direktur Panas Bumi.

Tony Susandy menjadi Direktur Energi Terbarukan, setelah sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Madya di Direktorat EBTKE. Ryllo Ashuri Panay diangkat sebagai Direktur Penanganan Aset Barang Bukti, menggantikan jabatan Sekretaris KPU Provinsi Papua. Ir. Yunus Saefulhak ditunjuk sebagai Inspektur II, menggantikan posisi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan di DEN.

Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati menjadi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Minerba. Surya Herjuna diangkat sebagai Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan, menggantikan posisi Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara. Ir. Edi Wibowo menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, EBTKE, dan Konservasi Energi, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bioenergi.

Bayu Nugroho menjadi Kepala Pusat Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan Batubara, menggantikan jabatan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya. Sumartono diangkat sebagai Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan di DEN, menggantikan posisi Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara. Chrisnawan Anditya menjadi Direktur Bahan Bakar Minyak pada BPH Migas, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM pada Sekretariat Jenderal KESDM.

Widyantoro ditunjuk sebagai Deputi Eksploitasi pada SKK Migas, menggantikan jabatan Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran di SKK Migas. Perubahan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam pengelolaan minyak dan gas bumi, serta kebijakan energi terbarukan. Bahlil juga menegaskan bahwa dengan adanya perombakan ini, Kementerian ESDM siap mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi energi, mengurangi ketergantungan impor, dan memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sejumlah perubahan ini mencerminkan strategi pengelolaan yang lebih