Latest Program: Kadin perkuat pembinaan mahasiswa untuk tangkap peluang bisnis

Kadin Penguatkan Pembinaan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Manfaatkan Peluang Era Digital

Latest Program – Jakarta, Antaranews – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali mengambil langkah strategis dalam membangun kemampuan wirausaha generasi muda. Upaya ini bertujuan membantu mahasiswa mengeksplorasi peluang bisnis di tengah transformasi digital yang semakin pesat. Program yang dicanangkan Kadin ini diwujudkan melalui Womenpreneur Development Forum dengan tema “Membuka Peluang Digital” yang diselenggarakan di Universitas Bakrie, Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2021. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara Kadin, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Shopee Indonesia.

Pelatihan yang Menjadi Wadah Pengembangan Kemampuan

Forum ini dirancang sebagai platform untuk memberdayakan generasi muda, terutama perempuan, dalam mengasah keterampilan dan kemampuan teknis di bidang ekonomi digital. Sebagai bagian dari program Womenpreneur Goes to Campus, acara ini menjadi ajang pembelajaran praktis bagi para peserta, yang terdiri dari sejumlah besar individu perempuan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas peserta untuk menjadi pengusaha mandiri, sekaligus memperkuat peran mereka dalam perekonomian nasional.

Kadin secara aktif menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam dunia usaha adalah prioritas utama. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Tatyana Sentani Sutara, dalam keterangan resmi di Jakarta, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menggerakkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan lebih banyak wanita yang mampu berkontribusi secara aktif di sektor usaha,” jelas Tatyana. Ia menambahkan bahwa Kadin secara konsisten masuk ke berbagai kampus untuk membangun kesadaran para mahasiswa akan pentingnya menjadi entrepreneur.

“Kadin berupaya memotivasi lebih banyak wanita muda untuk menjadi pengusaha melalui program Womenpreneur Goes to Campus. Kami percaya bahwa generasi muda, terutama perempuan, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” ujar Tatyana.

Peran Perempuan dalam Perekonomian Digital Menunjukkan Pertumbuhan

Dalam diskusi, Tatyana juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor pengembangan teknologi dan ekonomi digital. Menurutnya, partisipasi perempuan di bidang ini terus meningkat, yang menunjukkan pergeseran signifikan dalam peran mereka. “Meningkatnya minat perempuan pada program teknologi dan digitalisasi adalah indikasi kuat bahwa mereka mulai sadar akan peluang yang ada,” kata dia. Ia menekankan bahwa Kadin berkomitmen untuk meningkatkan peran perempuan dalam dunia usaha, terutama melalui kegiatan seperti ini.

Kadin berharap program penguatan kapasitas ini tidak hanya menginspirasi para mahasiswa, tetapi juga membantu mereka membangun usaha yang mampu bertahan di era digital. “UMKM perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, jadi kami ingin mereka lebih mandiri secara ekonomi,” tambah Tatyana. Ia menambahkan bahwa upaya ini bertujuan meningkatkan kekuatan ekonomi perempuan, sehingga mereka dapat berkontribusi secara lebih signifikan dalam perekonomian.

“Kami ingin para perempuan lebih mandiri secara ekonomi sehingga mereka memiliki kekuatan untuk menggerakkan perekonomian. UMKM yang dipimpin perempuan terbukti menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, jadi ini harus terus kita tingkatkan,” pungkas Tatyana.

Perguruan Tinggi Jadi Penyambung Langsung Kewirausahaan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Universitas Bakrie, M. Tri Andika Kurniawan, menyatakan bahwa kewirausahaan menjadi salah satu output utama yang ingin dicapai oleh institusi pendidikan tinggi. “Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman nyata sejak awal untuk membangun bisnis,” tutur Tri. Ia menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya di dunia nyata.

Dalam penjelasannya, Tri mengungkapkan bahwa sebagian besar usaha di Indonesia dijalankan oleh perempuan. “Perempuan sering menjadi penggerak utama di bidang kewirausahaan, terutama di sektor UMKM,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa acara seperti Womenpreneur Development Forum menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan usaha mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan.

Strategi Membangun Ekosistem Usaha yang Inklusif

Kadin dan mitranya menganggap bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif. Melalui forum dan pelatihan, para peserta diberikan wawasan tentang bagaimana memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar dan mengoptimalkan bisnis. “Shopee Indonesia, sebagai mitra, berperan penting dalam memberikan contoh nyata bagaimana teknologi bisa diubah menjadi alat berwirausaha,” tambah Tatyana.

Program ini juga mencakup berbagai materi seperti manajemen keuangan, strategi pemasaran digital, dan pengembangan produk. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga keahlian praktis yang dapat langsung diterapkan. “Kami ingin mereka punya bekal nyata untuk memulai bisnis,” lanjut Tri Andika. Ia berharap melalui program ini, para mahasiswa mampu menciptakan solusi inovatif untuk berbagai tantangan ekonomi.

Kadin juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi. Dalam konteks digitalisasi, peran perempuan dianggap semakin vital, terutama karena mereka mampu menjangkau segmen pasar yang lebih luas. “Kami yakin perempuan muda memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan di bidang usaha. Jadi, kami terus berupaya meningkatkan kesadaran mereka,” ujar Tatyana. Ia menekankan bahwa Kadin tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga membangun jaringan yang mendukung pengusaha muda, termasuk melalui hubungan dengan perusahaan-perusahaan digital seperti Shopee.

Langkah Nyata untuk Meningkatkan Partisipasi Digital

Kadin berupaya menjawab tantangan digitalisasi dengan memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan. Dalam forum ini, peserta diberikan wawasan tentang bagaimana memanfaatkan platform digital untuk memperluas jaringan dan meningkatkan pendapatan. “Kami ingin mereka bisa mengubah ide menjadi bisnis yang konkret,” kata Tatyana. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menginspirasi mahasiswa agar tidak ragu mengambil langkah pertama dalam dunia usaha.

Dengan semakin banyaknya peluang di sektor digital, Kadin menganggap bahwa mahasiswa harus diberi kesempatan untuk beradaptasi. “Pemuda, terutama perempuan, perlu dilatih untuk memahami alat-alat digital yang bisa mempercepat pertumbuhan usaha,” tambah Tri. Ia menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan yang inklusif akan membantu generasi muda menjawab tantangan