Latest Program: Sunan dan Noldi tundukkan petinju Thailand dalam Pattimura Big Fight

Sunan dan Noldi Tundukkan Petinju Thailand dalam Pattimura Big Fight

Latest Program – Jakarta – Dalam Kejuaraan Tinju Profesional Pattimura International Big Fight 2026 yang berlangsung di Studio TVRI, Jakarta, dua atlet tinju Indonesia, Sunan Agung Amoragam dan Noldi Mahakane, berhasil menunjukkan dominasi mereka dengan mengalahkan lawan dari Thailand. Kemenangan ini menjadi bagian dari hasil positif yang diraih Indonesia dalam pertandingan antara petinju nasional dan atlet Thailand pada acara tersebut.

Kemenangan Sunan: Teknik dan Persiapan

Sunan Agung Amoragam, salah satu petinju andalan Indonesia, menang atas juara Thailand Nathha Phong Nu dalam kelas super bantam. Pertarungan ini menunjukkan kemampuan teknis yang matang, dengan Sunan menguasai ronde pertama dan kedua sebelum akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan teknik knockout (TKO) di ronde ketiga. Menurut Sunan, kemenangan ini tidak terlepas dari persiapan intensif yang dimulai sejak Februari lalu, bersama tim pelatih dan atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Saya berlatih di HS Boxing Ciseeng bersama pelatih pelatnas Kamanit dan turut serta dalam program pelatihan Perbati DKI Jakarta,” kata Sunan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sunan menjelaskan bahwa program latihan yang dirancang secara ketat menjadi fondasi utama untuk menghadapi lawan berpengalaman dari Thailand. Ia juga menyebut bahwa konsistensi dalam latihan dan strategi pertandingan membantu mengurangi risiko kesalahan di ring. “Saya tinggal mengikuti arahan manajer dan pelatih, karena mereka yang mempersiapkan segalanya,” tambahnya.

Kemenangan Noldi: Pertarungan Berat di Kelas Bulu

Noldi Mahakane, yang berlaga di kelas bulu, memperlihatkan ketekunan luar biasa dalam menghadapi juara nasional Thailand Phirawat Panthong. Pertandingan ini berlangsung sengit selama delapan ronde, di mana Noldi terus berusaha meredam kecepatan dan kekuatan lawannya. Hasilnya, Noldi akhirnya menang dengan angka mutlak yang diberikan oleh tiga juri.

“Saya bekerja keras sepanjang pertandingan, karena lawan sangat tangguh,” kata Noldi, yang juga Ketua Perbati DKI Jakarta, dalam wawancara usai pertandingan.

Noldi mengungkapkan bahwa perjuangannya tidak mudah, terutama mengingat Phirawat memiliki pengalaman bertarung di level internasional. Ia menjelaskan bahwa latihan fisik dan mental yang dilakukan secara teratur memungkinkan dirinya bertahan hingga akhir pertandingan. “Kemenangan ini adalah bukti bahwa kerja keras selama persiapan tidak sia-sia,” lanjutnya.

Kompetisi Lainnya: Pertarungan Antar Petinju Indonesia

Dalam acara yang sama, dua petinju Indonesia lainnya juga menunjukkan performa yang mengesankan. Refly Manake berhasil menang TKO di ronde ketiga atas Albert Mondome dalam kelas super bantam, sementara Iwan Kei Ngabalin mengalahkan Kristian Malindo Rigiredjo dengan angka mutlak dalam kelas ringan. Pertandingan-pertandingan ini menegaskan dominasi atlet nasional dalam babak internal.

Dengan hasil kemenangan tersebut, Indonesia tidak hanya memperoleh poin berharga dalam menghadapi Thailand, tetapi juga memperlihatkan kemajuan teknik dan taktik yang terus berkembang. Dalam konteks olahraga tinju yang semakin kompetitif, kemenangan Sunan dan Noldi menjadi semangat baru untuk generasi muda yang ingin melangkah ke level internasional.

Prospek Masa Depan: Fokus pada Konsistensi

Sunan menyebut bahwa keberhasilan dalam turnamen ini adalah awal dari perjalanan lebih jauh. Ia menyerahkan strategi dan persiapan untuk pertandingan berikutnya sepenuhnya kepada manajernya, Alando. “Saya hanya fokus pada performa di ring, karena semua rencana sudah dipersiapkan oleh tim,” ujarnya.

Noldi juga optimis akan melangkah lebih jauh. Ia menargetkan pengalaman bertarung di Pattimura Big Fight 2026 sebagai bekal untuk event besar di masa depan. “Ini adalah ujian pertama, dan saya ingin terus meningkat,” katanya.

Peran Pelatnas dan Perbati dalam Pembentukan Atlet

Kehadiran pelatnas dan organisasi seperti Perbati DKI Jakarta menjadi penting dalam mempersiapkan atlet nasional. Dalam laga ini, pembinaan yang dilakukan oleh institusi tersebut terbukti efektif, baik dalam hal teknik, strategi, maupun mental. Kamanit, pelatih pelatnas yang ikut mendampingi Sunan, menjelaskan bahwa pelatihan yang dijalani menggabungkan metode tradisional dan modern untuk meningkatkan kualitas atlet.

Selain itu, keberhasilan Noldi yang tergabung dalam pelatnas Perbati menunjukkan bahwa kerja sama antar institusi olahraga sangat mendukung pertumbuhan kompetensi petinju Indonesia. “Program pelatihan mencakup latihan kekuatan, kecepatan, dan konsentrasi, sehingga atlet bisa bersaing dengan level yang lebih tinggi,” tutur Kamanit dalam wawancara terpisah.

Pengaruh Pattimura Big Fight terhadap Prestasi Indonesia

Pattimura International Big Fight 2026 dianggap sebagai salah satu ajang penting untuk mengukur kemampuan petinju Indonesia di kancah internasional. Dengan melawan atlet Thailand yang memiliki reputasi kuat, para petinju nasional menunjukkan kemampuan yang bisa bersaing. Kemenangan ini juga memberi harapan bahwa Indonesia mampu membangun kekuatan tinju yang lebih mantap di masa depan.

Banyak pihak menilai keberhasilan Sunan dan N