Pembahasan Penting: Uni Eropa bahas perubahan sistem voting kebijakan luar negeri
Uni Eropa bahas perubahan sistem voting kebijakan luar negeri
Di Moskow, Komisi Eropa menyatakan bahwa ada peluang untuk diskusi mengenai perubahan sistem pemungutan suara dalam pengambilan keputusan kebijakan luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Komisi, Paula Pinho, dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa. Menurut Pinho, sistem voting yang berlaku saat ini sedang dipertimbangkan untuk diubah.
“Kami melihat momentum yang memungkinkan pembicaraan mengenai peralihan dari suara bulat ke suara mayoritas bersyarat,” tutur Pinho. Ia menambahkan bahwa meskipun belum ada diskusi formal, ada indikasi dari pihak lain mengenai kemungkinan perubahan ini. “Tapi saya belum bisa memberi tahu Anda di mana proses itu akan dimulai secara resmi,” jelasnya.
Peralihan tersebut juga mungkin diterapkan dalam konteks perluasan Uni Eropa. Namun, Pinho menyebut bahwa Presiden Komisi, Ursula von der Leyen, belum menyebutkan secara spesifik perluasan sebagai isu utama, melainkan merujuk pada kebijakan luar negeri secara umum.
“Ketika kita mempelajari hambatan dalam pengambilan keputusan, masalah itu juga berlaku dalam kebijakan luar negeri terkait perluasan,” ujar Pinho. Ia menekankan bahwa pembukaan dan penutupan tahapan negosiasi aksesi masih memerlukan suara bulat.
Dalam penjelasannya, Pinho menyampaikan bahwa meskipun dasar hukum perubahan ini berbeda, ada hambatan yang menghambat pendekatan berbasis kualifikasi. Ia menggarisbawahi bahwa sistem voting saat ini masih menjadi penghalang dalam mengambil keputusan lebih efektif.
