Rencana Khusus: Ulama Lebak : PP Tunas cetak generasi berakhlak dan berkarakter

Ulama Lebak: PP Tunas Bantu Bangun Generasi Berakhlak dan Berkarakter

Kabupaten Lebak menjadi sorotan setelah KH Hasan Basri, seorang tokoh kharismatik lokal, menyoroti kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 yang dikenal sebagai PP Tunas. Dokumen ini bertujuan melindungi tata kelola sistem elektronik dalam konteks perlindungan anak. Menurut KH Hasan Basri, kebijakan tersebut memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang memiliki nilai-nilai moral dan kepribadian kuat.

“PP Tunas diterapkan dengan cara memblokir akses anak-anak di platform digital berisiko tinggi, seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Cihelang, Rangkasbitung, Sabtu.

Pemerintah mengambil langkah ini untuk melindungi anak bangsa dari risiko dekadensi moral akibat penggunaan media sosial secara berlebihan. Selama ini, anak-anak, bahkan yang berusia empat tahun, sudah terbiasa mengakses gawai, sehingga rentan terpapar konten negatif yang bisa mengubah perilaku mereka.

Minat terhadap teknologi digital memang tinggi, tapi kebijakan pembatasan media sosial untuk usia 16 tahun menjadi upaya penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. KH Hasan Basri menegaskan bahwa konten buruk di medsos, seperti situs pornografi, judi online, atau perilaku seks bebas, bisa memengaruhi kehidupan anak-anak secara signifikan.

“Jika anak-anak tidak dibatasi akses ke media sosial, mereka berpotensi terjebak dalam berbagai masalah, termasuk kecanduan yang bisa menyebabkan stres, bahkan tindakan ekstrem seperti bunuh diri atau perundungan siber,” jelas Anggota Fatwa MUI Banten.

Ulama tersebut juga menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual di Lebak terus meningkat, dan kebijakan ini bisa memberi ruang lebih sehat bagi anak dalam berkembang. Dengan membatasi penggunaan gawai, kata dia, masyarakat bisa membentuk identitas diri yang lebih baik serta memupuk akhlak dan karakter yang baik di tengah arus digital yang kian cepat.

KH Hasan Basri menekankan bahwa pengawasan dini dari orang tua dan lingkungan penting untuk menjaga kualitas generasi penerus bangsa. “Dengan nilai-nilai yang dipertahankan sejak awal, anak-anak bisa tumbuh menjadi individu berintegritas, berjiwa kebangsaan, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.