Program Terbaru: YKAN gelar lokakarya untuk masyarakat Teon Nila Serua di Maluku Tengah

YKAN Adakan Lokakarya untuk Masyarakat Teon Nila Serua di Maluku Tengah

Dalam rangka menjaga kelestarian olahan pangan tradisional yang telah berusia ratusan tahun, Festival Kor’a Inasua di Maluku Tengah menghadirkan serangkaian kegiatan edukasi. Lokakarya tersebut berlangsung pada 10-11 April 2026 di Lapangan Kecamatan Teon Nila Serua, Waipia, dan menargetkan masyarakat setempat.

Lokakarya Literasi Keuangan

Konsultan Pengembangan Komunitas dan Produk YKAN, Indah Syahidah Fitroh, menyebutkan bahwa sesi ini dirancang untuk melibatkan kelompok perempuan yang baru terbentuk. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan literasi keuangan sebagai persiapan dalam membangun usaha. Fermentasi ikan dengan garam khas TNS menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para ibu-ibu dalam mengembangkan usaha lokal.

“Ini adalah langkah awal dalam menciptakan produk yang bisa dijual, sehingga ibu-ibu dapat memperkuat ekonomi keluarga mereka. Dengan teknik ini, mereka bisa menghasilkan olahan yang diminati di tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Indah.

Pelatihan Kawasan Konservasi Perairan

Manajer Kawasan Konservasi Perairan YKAN, Irwanto, menekankan pentingnya melibatkan ibu-ibu dalam proses pembelajaran konservasi. Mereka diberikan pengetahuan tentang ekosistem pesisir serta siklus hidup ikan yang ada di wilayah tersebut. Pemahaman ini diharapkan bisa dijadikan bekal untuk menyampaikan kepada generasi muda.

“Ibu-ibu merupakan garda terdepan dalam mengajarkan pentingnya konservasi kepada anak-anak. Mereka memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan kelangsungan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Pemaparan dari Balai POM Ambon

Kepala Balai POM Ambon, Tamran Ismail, menjelaskan bahwa kehadiran tim dari lembaga tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk inasua. Materi yang disampaikan mencakup standar keamanan pangan agar olahan ini bisa dipasarkan secara luas. Dengan dukungan ini, produk budaya lokal diharapkan dapat berkiprah di pasar internasional.

“Dengan menjamin kualitas produk, kita bisa mendorong penerimaan masyarakat luas dan meningkatkan daya saing inasua. Harapan kami adalah bahwa teknik fermentasi ini bisa menjadi bagian dari ekspor yang sukses,” kata Tamran.

Festival Kor’a Inasua juga bertujuan memperkuat kearifan lokal dalam memastikan ketahanan pangan. Pada 11 April, acara akan ditutup dengan acara makan bersama menggunakan inasua, sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi konservasi makanan yang khas.