Hal-hal yang perlu disiapkan oleh calon haji dengan komorbiditas

Hal-hal yang perlu disiapkan oleh calon haji dengan komorbiditas

Persiapan untuk Calon Haji dengan Komorbiditas

Kementerian Kesehatan melalui Kepala Pusat Haji Liliek Marhaendro Susilo memberikan panduan khusus bagi jamaah haji yang memiliki kondisi medis tambahan. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Kebiasaan Olahraga Ringan

Menurut Liliek, calon haji dengan penyakit penyerta sebaiknya memulai rutinitas aktivitas fisik lembut, seperti jalan kaki atau lari pelan, setiap pagi selama setidaknya 30 menit. Hal ini bertujuan untuk menjaga stamina tubuh agar tidak terkejut oleh intensitas rutinitas ibadah.

“Bagi yang sudah diminta untuk mengkonsumsi obat secara teratur agar meminumnya sesuai jadwal yang ditentukan,” kata Liliek. “Agar tidak lupa mengkonsumsi obat, dapat mengaktifkan pengingat yang ada di ponselnya masing-masing dan atau melalui pendampingnya untuk mengingatkan ketika jadwalnya minum obat tiba,” katanya.

Manajemen Obat secara Rutin

Liliek menjelaskan bahwa penggunaan obat sesuai instruksi dokter sangat kritis selama menjalani ibadah haji. Ia menyarankan jamaah tetap disiplin dalam mengonsumsi obat agar kondisi kesehatan tetap terjaga.

Pola Makan dan Hidup Bersih

Dalam konteks menjaga kesehatan, Liliek juga menekankan pentingnya makan teratur serta memilih jenis makanan yang disarankan oleh petugas kesehatan. Pola hidup bersih dan sehat, termasuk kebersihan pribadi dan lingkungan, menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan.

Jadwal Pemberangkatan Jamaah Haji 2026

Pemerintah Indonesia menetapkan kuota 221.000 jamaah untuk melakukan ibadah haji tahun 2026. Proses pemberangkatan akan dilakukan bertahap, dengan kelompok pertama diperkirakan masuk ke asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026.