Satgas PRR: Pembersihan 527 titik lumpur pulihkan aktivitas warga

Satgas PRR: Pembersihan 527 Titik Lumpur Pulihkan Aktivitas Warga

Jakarta, 6 April 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengumumkan bahwa kegiatan pembersihan lumpur akibat longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) telah memperbaiki kondisi warga. Berdasarkan laporan Satgas PRR, total 527 titik lokasi yang tertimbun lumpur telah selesai dibersihkan hingga 6 April 2026.

Distribusi hasil pembersihan menunjukkan Aceh menyelesaikan 480 dari 519 lokasi yang ditargetkan. Sumut mencapai 18 titik dari 24 sasaran, sementara Sumbar telah membersihkan seluruh 29 lokasi. Angka ini menunjukkan sekitar 92 persen area yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera berhasil diperbaiki. Capaian ini meningkat dari 445 titik yang terangkai pada 2 April 2026.

Kasatgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa pembersihan lumpur tetap menjadi fokus utama pemulihan pasca-bencana. Proses dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama telah selesai, dengan akses jalan nasional kembali beroperasi penuh sejak 25 Januari 2026. Tahap kedua menyasar lokasi kritis seperti sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum seperti puskesmas dan masjid.

Praja IPDN Diterjunkan untuk Pembersihan di Aceh Tamiang

Satgas PRR khusus mengutus Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai bagian dari upaya pembersihan. Gelombang ketiga Praja Pratama IPDN dikerahkan pada 4 April 2026, melibatkan 731 anggota dan 37 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri. Mereka fokus pada 42 lokasi, termasuk permukiman, saluran drainase, serta fasilitas sosial.

“Target utamanya adalah menyelesaikan persolan yang masih terkena lumpur, seperti situs sejarah Istana Benua Raja, rumah warga, dan saluran drainase,” jelas Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Aceh Tamiang, Sabtu (4/4).