Agenda Utama: Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”
Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memikirkan langkah untuk menarik negara itu dari NATO, sebagai ancaman terbaru terhadap sekutu Washington setelah mereka tidak aktif dalam membuka Selat Hormuz. Dalam wawancara dengan The Telegraph, Trump menyebut aliansi pertahanan itu sebagai “macan kertas”, menyiratkan kelemahan dalam komitmen pertahanannya.
“Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Vladimir Putin juga tahu itu,” kata Trump dalam komentar yang dipublikasikan Rabu (1/4/2026).
Trump marah karena sekutu Eropa menolak mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur maritim vital yang dikendalikan Iran. Mereka juga menolak memberikan akses pangkalan militer bagi AS agar bisa meluncurkan serangan terhadap Republik Islam. Pemimpin Eropa melihat upaya itu sebagai berisiko tinggi, karena Iran terus menyerang kapal tanker yang tidak berasal dari negara “bersahabat”.
Para pejabat berpendapat bahwa perang Trump terhadap Iran adalah pilihan individual, tanpa konsultasi dengan sekutu. Mereka enggan terlibat dalam konflik yang bisa memicu perang tanpa akhir di Timur Tengah, seperti di Irak atau Afghanistan. Trump menegaskan bahwa ia menganggap ketidakterlibatan Eropa sebagai pengkhianatan terhadap AS, setelah Washington membantu Ukraina dalam perang empat tahun melawan Rusia.
“Bukan hanya tidak hadir, itu sebenarnya sulit dipercaya. Saya hanya berpikir itu seharusnya otomatis,” ujarnya dalam percakapan dengan The Telegraph.
Komentar Trump muncul setelah ia memperingatkan Inggris dan Prancis pada Selasa bahwa AS tidak akan lagi memberikan bantuan tanpa syarat. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut Prancis tidak memungkinkan pesawat yang membawa pasokan militer ke Israel melintasi wilayahnya.
“Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU terkait ‘Jagai Iran,’ yang telah berhasil dieliminasi! Amerika Serikat akan MENGINGAT!!!,” tulisnya.
Trump juga menyerang Inggris, menyiratkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan tidak cukup kuat. “Anda bahkan tidak punya angkatan laut. Anda terlalu tua dan memiliki kapal induk yang tidak berfungsi,” katanya, merujuk pada armada kapal perang Inggris.
Trump menyatakan bahwa ia tidak akan memberi petunjuk kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tentang peningkatan anggaran pertahanan. “Dia bisa melakukan apa pun yang dia mau. Semua yang Starmer inginkan hanyalah turbin angin mahal yang membuat harga energi Anda melonjak,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengungkapkan bahwa Washington harus “meninjau kembali” hubungan dengan NATO setelah konflik Iran selesai. “Jika NATO hanya tentang kami membela Eropa saat mereka diserang, tapi menolak hak penggunaan pangkalan ketika kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik,” imbuhnya.
Kebijakan Trump menimbulkan sinyal bahwa AS mungkin meninggalkan NATO, meski belum jelas seberapa serius rencana itu. Beberapa pejabat menilai ancaman tersebut sebagai kemungkinan, tetapi belum ada tindakan konkret yang diambil.
