Bisnis

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle olah sampah plastik

Foto : Ayu Lestari - ayobantudonasi.com
Daftar Isi
  1. Transformasi Limbah Plastik di Makassar: Mesin Injeksi Pneumatik Bawa Payabo Recycle ke Level Baru
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Transformasi Limbah Plastik di Makassar: Mesin Injeksi Pneumatik Bawa Payabo Recycle ke Level Baru

Ayobantudonasi.com – Di sebuah kawasan kecil di Jalan Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, tumpukan plastik bekas yang selama bertahun-tahun hanya bisa diolah secara tradisional kini memasuki fase baru. Kelompok Payabo Recycle, yang berkecimpung dalam daur ulang sampah plastik, menerima suntikan teknologi berupa mesin injeksi pneumatik semi otomatis. Langkah ini bukan sekadar mengganti tungku LPG dengan perangkat modern, melainkan mengubah seluruh logika produksi sebuah usaha mikro daur ulang menjadi lini yang lebih presisi, lebih aman, dan lebih kompetitif secara ekonomi.

Dari Tungku LPG ke Kontrol Suhu Digital

Sebelum intervensi teknologi ini, proses pengolahan limbah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP) di lokasi Payabo Recycle sepenuhnya bergantung pada tungku LPG tanpa mekanisme pengendalian suhu. Akibatnya, kapasitas produksi sangat terbatas, yakni sekitar 10 unit produk per pekan. Lebih dari itu, kualitas hasil akhir kerap bermasalah: permukaan produk melengkung, dimensi melebihi batas yang diizinkan, dan secara keseluruhan tampilan menjadi kurang rapi. Risiko cacat semacam ini membuat produk sulit bersaing di pasar yang menuntut konsistensi mutu.

Mesin injeksi pneumatik semi otomatis yang kini diterapkan dilengkapi sistem kontrol suhu digital berbasis algoritma Proportional-Integral-Derivative (PID) serta sistem pneumatik terintegrasi. Perangkat ini dirancang khusus untuk mencetak material HDPE dan PP menjadi produk berukuran presisi, termasuk bingkai kacamata dan aksesori jam tangan. Dengan demikian, kelompok tersebut tidak lagi terikat pada keterbatasan kapasitas tungku manual, melainkan dapat mengoperasikan proses produksi dengan toleransi dimensi yang jauh lebih ketat.

Produk Bernilai Tinggi dan Ekspansi Pasar Digital

Transformasi teknologi ini membuka akses ke segmen produk yang sebelumnya tidak terjangkau. Limbah plastik yang diolah kini ditransformasi menjadi ecoboard, furnitur, hingga produk eco fashion seperti bingkai kacamata. Pergeseran ke arah produk eco-fashion yang lebih ringkas dan bernilai tambah tinggi membawa konsekuensi langsung pada struktur biaya operasional. Biaya pengiriman yang sebelumnya membengkak karena dimensi produk besar kini dapat dipangkas secara signifikan. Di sisi lain, jangkauan pemasaran Payabo Recycle diperluas melalui platform e-commerce dan media sosial, sehingga tidak lagi bergantung pada transaksi lokal semata.

“Teknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri,” kata Fauziah di Makassar, Kamis.

Fauziah, Dosen Program Studi Rekayasa Industri Universitas Negeri Makassar (UNM), menjelaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah membuktikan bahwa sampah plastik dapat dikembalikan ke siklus produksi menjadi barang bernilai guna dan berdaya saing ekonomi. Ia menegaskan bahwa limbah plastik memiliki potensi besar apabila dikelola dengan teknologi tepat guna, bukan sekadar dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Pendampingan Terpadu: Lebih dari Sekadar Alat

Yang membedakan program ini dari sekadar transfer perangkat adalah cakupan pendampingan yang menyertainya. Tim pengabdi memberikan pelatihan terintegrasi yang meliputi pengoperasian dan perawatan mesin, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi, pengendalian mutu, serta manajemen bisnis. Aspek bisnis mencakup perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pencatatan stok, dan strategi branding. Pendekatan holistik ini bertujuan agar Payabo Recycle mampu berjalan secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir, tanpa ketergantungan pada pihak luar.

“Teknologi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi mendukung pengurangan limbah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab,” tuturnya.

Kerangka Institusional dan Pendanaan

Program pengabdian ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen pengabdi dan Kelompok Payabo Recycle. Secara kelembagaan, kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemdiktisaintek), melalui Program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2026. Universitas Negeri Makassar berperan sebagai institusi pelaksana, sementara Universitas Fajar turut serta sebagai mitra akademik.

Program yang berjudul “Penerapan Teknologi Mesin Injeksi Pneumatik untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kemandirian Ekonomi Kelompok Payabo Recycle” dikerjakan oleh Fauziah sebagai ketua tim pelaksana, bersama dua anggota tim lainnya: Muh Bhilal Halim dari UNM dan Muhammad Yusuf Ali dari Universitas Fajar. Kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan rekayasa industri, manajemen produksi, dan pemberdayaan ekonomi komunitas.

Implikasi Lebih Luas

Di tingkat kota, inisiatif semacam ini menawarkan model konkret bagaimana sampah plastik yang selama ini menjadi beban lingkungan dapat dikonversi menjadi aset ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Prinsip ekonomi sirkular yang diadopsi—di mana material bekas masuk kembali ke rantai produksi alih-alih berakhir di landfill—menyelaraskan kepentingan lingkungan dengan keberlanjutan finansial kelompok. Bagi Makassar, yang menghadapi tekanan pengelolaan sampah padat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas komersial, setiap ton plastik yang berhasil diolah kembali berarti pengurangan beban pada infrastruktur persampahan sekaligus penciptaan nilai tambah lokal. Keberhasilan model ini, apabila dapat direplikasi di kelompok serupa di wilayah lain, berpotensi menjadi rujukan bagi kebijakan daur ulang berbasis komunitas di Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle?

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle matter?

Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Ayu Lestari adalah seorang penulis dan aktivis sosial yang telah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia kemanusiaan.

Dengan latar belakang komunikasi dan pengalaman bekerja di berbagai NGO, Ayu Lestari berfokus pada menyebarkan pesan-pesan inspiratif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu sosial.